Berbagi Cerita

September 4, 2007

ungaran, I Miss U

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:56 pm

gunung-unggaran1.jpg

membaca judul yang tertera, rasanya tidak ada yang menarik. tetapi berbeda halnya ketika hal itu terjadi sekitar dua tahun yang lalu. ketika hidup terasa penuh dengan rutinitas, tugas kuliah, dada sesak dengan semua adegan kehidupan, membuat tubuh ini ingin menghirup segarnya udara pegunungan. melepas penat hati..

yaaa sekitar dua tahun yang lalu, dengan berbekal keberanian, akhirnya kulangkahkan kaki gontaiku menuju gunung ungaran seorang diri. yaaa seorang diri. bukankan telah ada manusia yang telah sampai puncak dalam pendakian gunung ungaran ini baik itu bekelompok atau juga seorang diri seperti aku saat itu?!

aku mulai berjalan menelusuri gunung ungaran di malam hari hanya berbekal senter dengan dua baterai, roti sebungkus, mie instan 3 bungkus, dan tentunya botol air mineral. yaaa hanya botol mineral kosong tanpa isi. bukankah di pegunungan banyak air segar tanpa olahan. langsung berasal dari sumbernya??? air langsung siap minum. tanpa banyak kontaminan jahat bagi tubuh.

terasa bekal itu telah cukup untuk menyambung energiku sampai hari berikutnya. bukan dengan sepatu boots yang mampu membantu kakiku yang lelah ini, hanya dengan sandal jepit yang tak lagi bisa disebut baru. jaket tebal rangkap 3 ??? ahhhhh untuk apa jaket sebanyak itu, hanya memperberat muatan tasku. yaaa hanya tas ransel kecil, bukan tas ransel gedhe sebagaimana para pendaki gunung pada umumnya, dengan ukuran tinggi ranselnya hampir sama dengan ukuran tinggi tubuh manusia. dengan tas kecil begitu kecil secara otomatis tak mampu membawa tenda kecil untuk berlindung, bahkan benda yang bernama matras untuk alas tidurpun tak mampu dan tak ada untuk dibawa.

perlengkapan yang ala kadarnya rasanya tidak layak untuk disebut sebagai pendaki gunung. tetapi tekad telah mengalahkan kebutuhan perlengkapan. bahkan kejadian naik gunung ungaran seorang diri telah 3 kali kulakukan, dengan yang sekali tanpa sampai puncak, disamping bersama ikhwan-ikhwan yang lain dengan total mencapai 10 kali. termasuk juga pengalaman naik gunung sendirian untuk yang terakhir, ketika sampai di pos terakhir sebelum masuk hutan pinus, uang yang harusnya untuk bekal pulang naik angkutan hilang entah kemana. ahhh ujian datang tanpa diduga sebelumnya. akhirnya dengan agak terpaksa, dari gunung ungaran sampai kos harus jalan kaki seorang diri mulai ba’da subuh hingga jam 15.30. itupun dengan bekal pulang hanya mie instan tinggal 1 bungkus dan roti juga 1 bungkus. tentunya air mentah 2 kaleng air mineral 1,5 liter.

beginilah ulahku, ketika terasa penat melanda. menelusuri malam-malam yang pekat mencekam. melewati jalan setapak di bawah hutan pinus yang amat gelap gulita. melewati pinggir selokan yang amat jernih airnya, menelusuri jalan setapak pinggir jurang yang siap menelan manusia yang berjalan tanpa kehati-hatian, mendaki jalan setapak yang berbatu gedhe-gedhe. tidur sebagai pelepas lelah pendakian hanya berpayungkan langit yang luas dan beralaskan gundukan tanah besar yang disebut gunung, berselimutkan angin dingin menusuk tulang, bertemankan nyanyian rinduku pada Illahi Rabb.

pinusku, jalan setapakku, kampung tehku, bebatuan sepanjang jalanku, sendirikah engkau disana?

ahhhh….. kini kesibukan lagi-lagi mengingatkanku pada kalian semua. pinusku, aku kangen, aku rindu, inginku kembali melangkahkan kakiku di bawah payungan daun dan tangkaimu yang menjulang mengangkasa. seakan mampu menghilangkan kebisingan kota dalam keseharianku, ilalang gunungku dengan suka cita menyambutku dengan lapang dada, kebun teh Peromasan,,, aku amat kangen. ingin ku kembali hirup segarnya daun tehmu seorang diri, hanya seorang diri. ingin kutumpahkan segala rasa padamu. puncak ungaranku, aku teramat rindu dibelai hembusan angin dinginmu, sambil menikmati indahnya pemandangan fajar. kapankah aku kan kembali bersua denganmu. menapaki jalan setapakmu kembali seorang diri. menghayati diri. mengjitung diri.

ohhhhh……..bukankah aku ini hanya petualang, mengarungi hidup di dunia fana ini. bukankan aku ini berpetualang menuju puncak amal manyambut Fajar Kemenangan, tanpa tekad dan semangat takkan mampu sampai puncak, walaupun kakiku telah lelah melangkah dan mendaki. sebelum sampai puncak takkan surut niat dipagut. bukankah telah ada generasi salafush sholih yang telah mendahuluiku dan telah sukses sampai puncak amalnya masing masing. bukankah setiap disibukkan dengan urusan dunia yang membuat penat pasti akan mencari pelarian, semoga pelarian selalu hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. bukankah bekalku untuk mencapai “puncak” amal amat sedikit dan minim.

bukankah ketika mengambil Ilmu untuk dikonsumsi akan lebih jernih dan menyegarkan jika langsung mengambil dari air yang mendekati sumber “Ilmu” air (Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam). bukankah aku ini takkan mampu membawa muatan duniaku dalam wadah ransel “perbekalan”ku yang kecil. bukankan menurut Umar ibnu Khottob ketaqwaan seseorang implementasinya adalah kehati-hatian berjalan mengarungi hidup agar tidak terperosok dalam jurang kenistaan laksana mengarungi jalan setapak nan gelap yang dipenuhi onak dan duri.

bukankah cukup kiranya hanya membawa amal sholih yang khan mampu menyambung hidup kekal abadi di akherat, bukankah ketika masuk kubur yang gelap gulita, hanya lorong sempit hanyalah amal yang kan menemaniku, semua pengantarku kan meninggalkanku seorang diri, sekali lagi kecuali amal. bukankah ketika melangkah sendiri hanya berharap pada pertolongan Allah semata, yang akan menyelamatkan dari gangguan jin baik wujud aslinya ataupun wujud manusia……………………………….

kapankan?? aku kembali datang padamu???

& Komentar »

  1. ah tenane mas…. yang beneer?

    Komentar oleh U Nee — September 10, 2007 @ 7:51 am | Balas

  2. emang kalo’ diganti “Mas U Nee I miss U” gitu jadi bener tenan yaa mas, :D

    Komentar oleh masibnu — September 10, 2007 @ 7:48 pm | Balas

  3. sekali2 aku diajak mrono…berlibur ngadem

    Komentar oleh burhanshadiq — September 11, 2007 @ 7:53 am | Balas

  4. sumonggo bang burh..
    kalo’ mau naik gunung lagi… bisa dech dikabari….

    Komentar oleh masibnu — September 11, 2007 @ 7:57 am | Balas

  5. cool…life is strugle isn’t it??

    Komentar oleh wayan — November 13, 2007 @ 7:37 pm | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.