Berbagi Cerita

September 17, 2007

Balada Angkot Senja

Diarsipkan di bawah: petualangan, santai aja.. — masibnu @ 7:02 am

angkot-semarang.jpg

Sabtu sore kembali bergemuruh (huhuhu,, sabar bulan puasa BUNG!). ketika ada undangan untuk mendatangi rapat “penting” dan mendadak, Alhasil harus segera mengorbankan waktu “mengais” maisyah. janjianpun dibuat “saya menggantikan jadwalnya waktu pagi dan dia mengisi jadwal saya di kala sore”, dibuatlah kesepakatan jam 16.00 thet harus di ganti. OK sepakat. al hasil ketika waktu memasuki pukul 16.00 kurang 15 menit, HP blututhku berbunyi….

ada sms masuk.. “antum dimana? ayo segera berangkat, saya tunggu di MPD. kita naik angkot, ga ada motor yang bisa dipake”

saya balas dengan singkat “bentar saya lagi nunggu yang gantiin, janjiannya jam 16.00″

pikiran pun melayang “lho naik angkot?, padahal ntar malem ada “mabit” bareng di Unnes. bagaimana nanti ke unnesnya? padahal kalo malem khan sudah tidak ada angkot menuju Unnes??????” :D kacian dechhh

jam 16.00 kurang 5 menit belum muncul juga si ikhwan yang hendak menggantikan, 1 menit, 2 menit sampai 20 menit tidak kelihatan juga.. akhirnya kesel juga menunggunya. akhirnya 35 menit datanglah calon “pengganti sementara” yang menunggu datangnya si ikhwan tersebut. alhamdulillah. walaupun 30 menit telat (telat kumpulnya :( ( ) akhirnya digantikan juga tugasku.

meluncurlah ke tempat kumpul, lho kok sudah kosong?! berarti saya sudah di tinggal, innalillahi wa inna ilaihi roji’un. jika mengetahui tempat “Rapat” nya It’s bukan masalah. lha wong alamatnya aja ga tau. jum’at malem hanya dikabari besok sore ada “rapat’ di tempat ini. gitu thok!.

akhirnya dengan segala pertimbangan saya putuskan lebih baik datang aja ke unnes. disamping jika nanti datang “rapat” kemungkinan besar tidak bisa ikut ke unnes, lantaran tidak ada angkot di waktu malam. disamping itu tenaga dan pikiran akan lebih dimanfaatkan ketika ada di unnes,, hihihi apaan ini…

kali ini kesabaran kembali diuji. bersama sopir angkot yang tidak layak disebut ramah. dengan “bengis”nya menyuruh penumpang seorang ibu-ibu yang baru pulang dari pasar dengan wajah kelelahannya sambil membawa barang yang cukup banyak. dengan ekspresi kesal ibu tersebut berujar “bareng sopir nyengit maneh. bola-bali nyengit-bola bali nyengit”. seakan tanpa mempedulikan keluhan ibu tadi sopir langsung melatakkan barang bawaan di dalam mobil. sebagaimana kebanyakan angkot, harus di isi penuh dahulu baru berangkat, akhirnya tanpa ampun angkot kecil dijejali dengan jumlah penumpang mencapai 16 orang. belum lagi ada 2 orang yang “nggandul”. rasanya juga terpaksa berdesak desak dengan semua penumpang. harus gimana lagi jika tidak mau berdesak angkot juga tidak mau jalan #:-S

kondisi yang semakin tidak “kondusif” dengan bercampur aduknya laki-laki dan perempuan yang (maaf) tak punya malu, primitif seperti manusia purba zaman dahulu, pakaian yang hanya menutupi “sebagian” tubuhnya saja. kok yoo ora isin “udo” (hakekatnya) koyo ngono memperlihatkan auratnya di depan orang lain yang bukan mahrom, di tambah lagi parfum menyengat yang mengundang segudang pertanyaan sambil menutup hidung “parfume sopo ki?? kok ora uenak tenan, bikin sesak wae, make’e po sak botol kanggo pisan” (parmumnya siapa ini? kok baunya tidak enak, apa satu botol dipake sekali)
ah harap maklum, ternyata mahasiswa UNIKA Sugiyapranata. pantes lah jika tidak mengenal aurat, mahrom, hijab….. astaghfirullah, HE ghaddul bashor too!!!..

“ketidaknyamanan” suasana harus diperpanjang dengan “ngetem”nya angkot menunggu penumpang yang lain, guna memenuhi seisi angkot. padahal waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 sebentar lagi buka puasa. lah piye jal.

di tengah jalan naiklah seroang kakek yang sudah berumur dengan membawa tas jinjingyang tak tau isinya hendak masuk ke angkot. di wajahnya tersimpan selaksa peristiwa (hehehe minjem istilahnya Ebiet G ade :) ] ) dengan tergesa-gesa sopir angkot langsung tancap gas.. “Pak SOP, sabar tooooo.. mbah’e meh mlebu ki”

duh Gusti paringono sabar

perjalanan akhirnya sampai ujungnya, sampai di kampus Unnes. berhenti di depan masjid Ulul Albab nunggu jemputan (mirip pembicara aja nunggu dijemput :) sekali-sekali boleh tooo khan lom tau base campnya. 8 menit menunggu sampailah seorang pengendara motor, sambil menjinjing HPnya hendak “miscall”.

“mas Ibnu yaa??” ayo segera aja udah masuk waktu berbuka.

dengan honda supra X nya kami menuju base camp terlebih dahulu untuk membatalkan shoum, Alhamdulillah, ada Nemangka, Neruk Nangga yang masih di pohon dan “bubur” mie. hehehe… bismillah “dzahabadz dzoma’u wab talatil ‘uruuqu’ wa thabatal ajru insyaAllah”

2 Tanggapan »

  1. Kok yo melas sekali kisanak. saya doakan semoga menjadi ikhwan yang jembar segarane. akeh pahalanya karena udah bersabar menghirup parfum yang tidak enak, eneg dan bikin munek. Btw buswayanyway, kok dirimu yo sempet2e ngitung jumlah penumpang angkot 16, bawa sempoa yo?

    Comment oleh burhanshadiq — September 20, 2007 @ 7:14 am | Balas

  2. hehehe.. dari pada menghitung bintang ( eittt masih sore) khan lebih mudah menghitung penumpang….. cukup dengan jari tangan, dan kalo’ masih kurang jari kaki boleh juga dipake’…. :) ]

    Comment oleh masibnu — September 20, 2007 @ 7:00 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah tanggapan

Blog pada WordPress.com.