Berbagi Cerita

Oktober 2, 2007

Mengawini Ibu Kandung

Filed under: Renunganku — masibnu @ 7:24 am

ini bukanlah kisah SangKuriang (legenda Jawa Barat) yang mengawini wanita yang ternyata adalah ibu kandungnya sendiri. seberapa besarkah dosa mengawini ibu kandungnya sendiri? Allahu A’lam.. pokoknya dosa besar..  tetapi ternyata ada sebuah hadits yang perlu perenungan lebih lanjut.

«الرِّبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا، أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ»

Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti seseorang yang mengawini ibunya. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).

Al-Hakim berkomentar, “Hadis ini sahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak mengeluarkannya.

kehati-hatian terhadap sistem riba merupakan salah satu kewajiban yang dimiliki seorang muslim di tengah masih mejamurnya berbagai sistem riba di Indonesia ini. perbankan konvensional, atau bahkan Rentenir cap kampungan (yang selalu keliling kampung) mencari mangsa agar terjerat  sistem “bunga” menggiurkan yang ditawarkan. teriring keinginan memberikan nafkah yang halal bagi keluarga, tidak jarang ketidak fahaman tentang riba menjerat seorang muslim masuk dalam kancah Ribawi, bahkan tidak hanya masuk terjerumus, justru menjadi aktor penggeraknya. nau’dzubillah.

terkadang imaji akan berputar, “lha wong aku lagi kepepet bener-bener butuh, udah nyari ke temen-temen ga ada yang mau minjemin, trus piye?”  pertanyaan yang “butuh ngelus Dodo”. ngelus akan ke”ukhuwahan” terhadap sesama muslim (jika ada yang bisa untuk membantu, atau memang lagi sama-sama tidak ada :D 

ibn Abbas menuturkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:

«إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ»

Jika telah tampak nyata zina dan riba di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan sendiri (turunnya) azab Allah (kepada mereka) (Hr al-Hakim).

bagaimana dengan Indonesia?  dengan adzab yang menjadi langganan?

 

About these ads

5 Komentar »

  1. Memang kadang sulit mas, apalagi saat kondisi ekonomi negeri kita begitu erat masuk dalam kapitalisme dan liberalisme seperti saat ini.
    Menyelamatkan perut sendiri saja masih banyak yang harus pontang-panting apalagi ‘nggagas’ ukhuwah dan bantu sesama.
    Tapi sebenarnya tergantung pada niat dan komitmen kita untuk dapat membangun dan mejaga ekonomi umat yang baik juga sih. :?
    *bener nggak sih, ngomong apa sih ini ?

    Komentar oleh anas — Oktober 3, 2007 @ 7:57 pm | Balas

  2. yup mas anas…
    seakan begitu sulit keluar dari lingkaran “setan” yang satu ini. butway….. perlu digagas bareng untuk membuat perubahan…. :D
    halah bahasanya…

    Komentar oleh masibnu — Oktober 4, 2007 @ 7:55 am | Balas

  3. Berita bgus

    Komentar oleh yyy — Maret 6, 2013 @ 7:46 pm | Balas

  4. I have learn some good stuff here. Certainly price bookmarking
    for revisiting. I surprise how much attempt you set to make one of these great informative web
    site.

    Komentar oleh waveless waterbed — April 19, 2013 @ 7:48 pm | Balas

  5. Hello there, I found your site via Google
    even as searching for a similar subject, your website got here
    up, it looks good. I’ve bookmarked it in my google bookmarks.
    Hi there, simply turned into alert to your blog via Google, and located that it is truly informative. I am gonna be careful for brussels. I’ll
    appreciate if you happen to proceed this in future.

    Many folks will probably be benefited from your writing.
    Cheers!

    Komentar oleh waterbeds nashville tn — Mei 22, 2013 @ 7:03 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: