Berbagi Cerita

November 27, 2007

berfikir dan bertindak

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:22 am

dari sebuah perbincangan …….

“kok kita beberapa kali pertemuan cuman berfikir aja?, mana bukti nyata dari hasil pemikiran kita?’

“haruskah setiap saat kita menghasilkan sebuah action? dalam wujud kasat mata?”

“justru hasil dari berfikir inilah yang akan mematangkan olah ide kita untuk memformulasikan konsep yang lebih matang, diawali dari brain storming, sehingga gagasan yang muncul merupakan hasil dari pemikiran bersama, bukan pemikiran sepihak, ketika melangkah bersama memiliki rasa handarbeni“.

“hmmm, maksdunya?”

“tidak ada hal yang sia-sia ketika kita meluangkan waktu untuk memikirkan urusan ummat. yakinlah berfikir untuk ummat itu sendiri merupakan salah satu wujud nyata action kita, banyak sekali manusia yang mulai acuh terhadap urusan ummat.  hanya memikirkan urusan duniawinya, atau hanya memikirkan amalnya sendiri, jika saya sudah sholat, puasa, zakat, haji, sudah cukup. seakan tak ada gairah bagi dia untuk membuat orang lain mengerti dan faham sebagaimana yang dia fahami. seakan tak ada waktu lagi untuk urusan ummat, semua waktu seakan telah habis terkuras untuk menghidupi istri dan keluarganya. padahal Allahlah yang menghidupi”.

“trus kapan kita bertindak?’

“bersabarlah,. jika kita sudah mempunyai kemampuan dan sesuai dengan waqi’i. belajar dulu untuk menahan diri, belajar untuk hidup bersama, belajar untuk memikirkan urusan agung,  belajar dan belajar…”

hmmm…..

November 19, 2007

Istiqomah

Diarsipkan di bawah: Renunganku, lebih serius — masibnu @ 7:17 am

alangkah mudah mengucap satu kata ini. begitu mudah mengharapkan orang lain ber_istiqomah saat kita sedang berada diatas. ketika sedang terpuruk seakan lupa akan omongan kita,…. astaghfirullah…

Rasulullah pun mewanti-wanti, sebuah amalan yang paling berat untuk dilaksanakan adalah istiqomah, tidak perlu “bernafsu” beramal sebanyak-banyaknya lalu mlempem di hari berikutnya, tetapi sedang dan istiqomah lebih dicintai dari pada banyak lalu drop!. lebih baik banyak dan istiqomah… hmm

istiqomah, yaa istiqomah, menjadi salah satu indikasi keikhlasan seseorang dalam beramal, sekali lagi indikasi, bukan berarti yang tidak istiqomah tidak ikhlas. toh keikhlasan itu hanya Allah yang tahu.

dalam sebuat riwayat (maaf karena tidak hafal teksnya, hanya penggalan intisari saja) ke_istiqomahan seseorang dalam beramal dapat di ukur jika manusia telah mengamalakan secara berturut-turut selama 40. beberapa pendapat mengenai 40 ini adalah semala 40 hari, ada juga yang 40 kali. toh semua pendapat mengindikasikan kontinyuitas kita dalam beramal.

so,…

kembalilah meniti dan mengoreksi akan keistiqomahan kita. semoga dengan istiqomah amal kita akan sampai di hadapan Allah.

* : dalam sebuah renunganku, rapat “team” yang hanya dihadiri  20 % anggota.

Episode Cinta

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:21 am

setelah dua tulisan sebelumnya, kali ini kembali mengudara dengan sekelumit acara yang senada dan senafas, CINTA.

mungkin beberapa tulisan ini menjadi sebuah “episode”  dalam sebuah tulisan. yups hanya sebuah tulisan. tentang cinta. tema yang takkan pernah henti jadi bahan pembicaraan. semua karena cinta.

ahad, 18 nopember 2007 mendatangi bedah bukunya  kang Burhan Shadiq Ya Allah Aku Jatuh Cinta di sebuah Masjid miliknya Rumah sakit paling terkenal di jawa tengah.  thanks bRo atas sharingnya tentang segala hal, dari kuliah penulisan ilmiah islami kentemporer, OutBound, penulisan buku,  de es be.

afwan ga bisa ngasih oleh2 bandeng presto kesukaannya  kang bur ndut.

di tunggu bedah buku yang selanjutnya Ya Allah Aku Tak Ingin Sendiri.. (beneran Lhoooo_)

hahaha…..

November 14, 2007

setangkai mawar mekar

Diarsipkan di bawah: Renunganku, lebih serius — masibnu @ 7:50 am

What’s your perception?

mawar.jpg

tanyalah apa yang menderamu,

saat setangkai mawar merona

dihadiahkan hanya untukmu,

dicium dengan lekat,.

dimasukkan dalam lemari kaca hatimu

lihatlah pula

rona wajahmu,.

merona laksana mawar mekar


–^_^–


Cukup Sobat,…

aku bukanlah manusia pecinta

yang lihai merangkai helai demi helai kata

tetapi..

bukan untuk itu sobat.

setangkai mawar kuhaturkan

 

what’s your perception?

mungkin inilah sedikit persepsi kita,..

1. Mawar merah : indah, harum, merah merona, simbol ungkapan cinta manusia

ingatlah, begitu banyak jenis mawar yang lain, tidak hanya berwarna merah, ada biru, putih. mengapa hanya yang berwarna merah yang mampu melambangkan sejuta rasa? apakah hanya simbol merah yang dikaitkan dengan kekuatan, petualangan, kehangatan, gairah, dan rasa optimis. ancaman,bahaya,

lihatlah dan saksikanlah, petualangan para pecinta (entah untuk apa dan siapa cinta tersebut), memenuhi gelora hatinya, mengisi relung-relung hatinya yang telah kosong karena telah dicuri oleh cinta, berusaha menimbun nafas-nafas cinta dalam alveolus. lihatlah petualangan yang penuh optimis, penuh semangat, dilandasi keyakinan akan kekuatan dirinya sendiri.

dan. jangan dikesampingkan sobat, jika petualangan dan gairah cintamu hanya untuk dunia fana yang indah menipu, niscaya akan binasa dan takkan pernah beruntung selamanya, ada bahaya, dan ancaman. siksaan yang tak pernah kunjung padam untuk selamanya.

2. mawar, harumnya ketika mekar.

sobat, harumnya mawar kan kau temui saat ia benar-benar telah memamerkan kelopak-kelopaknya, takkan pernah kau rasakan harumnya mawar saat kuncup.

saat sang mawar memamerkan kelopaknya, laksana permata merah, penuh daya pikat, berjuta hasta ingin memetiknya.

tetapi lihatlah ada duri disana yang senantiasa melindungi. takkan sembarang tangan mampu memetik dengan sempurna, hanya mereka yang lihai dan beruntung yang mampu memelihara merahnya mawar.

“bukankah sang mawar senantiasa melindung diri dengan duri, yang takkan setiap tangan leluasa memetiknya?, dan takkan rela dipetik sebelum mekar merona, takkan banyak berfaedah ketika masih dalam kungkungan kuncup. takkan rela dipetik sebelum cukup “bekal” untuk menjadi yang berfaedah”.

3. lihatlah……

begitu banyak manusia terpana hanya dengan melihat sepintas warna merah merona yang kau sandang, langsung jatuh hati ingin memetiknya saat pertama melihat mawar yang bermekaran.

lihatlah pula sobat, jika mawar telah dipetik dari tangkainya, takkan lama bertahan kelopaknya, hanya dalam hitungan hari akan berguguran helai demi helai. mengapakah kebanyakan menusia memetik mawar hanya terpana warnanya yang merah merona, mengisyaratkan cinta, tanpa melihat lebih seksama, makna dan hakekatnya?, dan mengapa begitu berhasrat memetik sang mawar hanya dengan sekali hirup aroma mawar…..bukankan pula aroma kan usang dan hilang seiring pudarnya warna dan rontoknya kelopaknya.

lihatlah dengan seksama akan hakekat dan makna yang terkandung, niscaya akan mampu bertahan selamanya,……

4. lihatlan pula,..

ketika sang mawar dipetik ternyata bukan sebagai ungkapan cinta manusia, tetapi untuk menemani sang petualang yang telah selesai berpetualang mengarungi rimba dunia belantara. telah kembali berpulang mengiringi bekal abadi, sebagai peneman gundukan tanah merah, pembaringan terakhir sebelum bangun untuk selamanya mempertanggung jawabkan segala petualangannya,

hanya sebagai peneman. sobat…………

 

this is my perception :

(minimal untuk saat ini)

MAWAR : MANIS TETAPI BERDURI

lihatlah sekelilingmu wahai kawan, niscaya kan kau temui gelagat manusia yang beraneka warna tindak tanduknya, tak sedikit mereka menawarkan bantuan dengan sangat manis, hakekatnya banyak duri yang siap menghujam dalam sanubari.

a. jangan terlena sobat,

banyak pujian yang kan melenakan perjalanan panjangmu, petualanganmu. Pujian yang terkesan manis dan amat manis, membuat manusia seakan terbang tingi di angkasa laksana sang rajawali, siap menerkan mangsa dengan kekuatannya, hanyalah sebuah fatamorgana yangmampu menggelincirkan manusia. manis tetapi sangat berduri. bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan agar melempar dengan pasir manusia yang sedang memujimu. amat hati-hati dengan pujian sobat.

b. banyak aliran dan faham yang menyesatkan yang terkesan manis, tetapi sangat berduri, salah satunya dalah JIL (Jaringan Iblis Laknatullah). manis, dengan mengandalkan logika berfikir, menafsirkan Ayat AlQur’an dengan Ro’yunya semata, semau gue. manis dan nikmat. telah merubah fungsi akal sebagai jala memahami ayat-ayat yang Qoth’i menjadi Ilah yang diagungkan. manis, dan manis, banyak berhamburan harta dan kekayaan yang berasal dari musuh-musuh Dienullah. tetapi sakit sobat, amat sakit. tak lagi menganggap Muhammad sebagai Rasulullah, karena setiap manusia yang mempunyai otak bisa dan boleh manafsirkan ayat, menafikan para sahabat yang telah Allah janjikan surga….

c. begitu pula banyak di antara kaum muslimin yang begitu manisnya, mengajak manusia untuk ikut berpartisipasi dan bergabung dalam “HIZB” nya, kelompoknya atau partainya, bukan mengajak kembali pada dien yang benar yang di fahami para salafush sholih.
memang, di lapangan banyak yang menggunakan bahasa dan slogan “kita akan kembali pada pemahaman yang benar, sesuai pemahaman para Shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in”.
Tetapi lihatlah sobat, ketika mereka kecewa dan sangat gusar lantaran manusia yang menjadi “target”nya mengaji pada “tempat” lain. berusaha menimba ilmu dari tempat lain, atau bahkan menghalangi dan melarang “berguru” di tempat lain tersebut. na’udzubillah. manis sobat, begitu manis, dengan iming-iming akan memperjuangkan dienullah, berusaha merekrut masa sebanyak-banyaknya, tetapi (mungkin) ada setitik niat tersembunyi, agar bisa melanggengkan posisinya di “kursi” empuk yang ber AC. sangat berduri sobat, sangat berduri. banyak fitnah yang mendera. apakah ada dalam sejarah, memperjuangkan dienullah dengan orientasi masa?, bukankah perjuangan senantiasa berorientasi Ridlo Allah. titik. terserah sedikit atau banyak yang ikut, toh menang atau kalah akan menjadi manusia sukses dalam perjuangan…

sekali lagi

what’s your perception?……

November 9, 2007

No Love No Cry

Diarsipkan di bawah: Renunganku, santai aja.. — masibnu @ 7:11 am

No Love No Cry

hanya menjiplak NO Women No Cry.

ga salah lagi. tetapi tidak selamanya no women no cry bernilai benar (menurutku sihh). jika tangisan hanya karena women maka termasuk tangisan yang manakah itu?..

menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah ada 10 Jenis Tangis yaitu

1) Menangis kerena kasih sayang & kelembutan hati.
2) Menangis kerena rasa takut.
3) Menangis kerena cinta.
4) Menangis kerena gembira.
5) Menangis kerena menghadapi penderitaan.
6) Menangis kerena terlalu sedih.
7) Menangis kerena terasa hina dan lemah.
8). Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9) Menangis kerena mengikut-ikut orang menangis.
10) Menangis orang munafik – pura-pura menangis.

Tangisan dan air mata selalu identik dan seirama. orang akan terkesan lucu jika menangs tanpa air mata, tangisan dan air mata ibarat sebuah sebab akibat.

mengapa no love no cry?

Cinta selalu identik dengan kelembutan hati setiap manusia, takkan pernah bisa menangis seorang manusia yang hatinya senantiasa diliputi amarah, benci, dendam. kelembutan hati akan membawa pada sebuah kondisi hati yang penuh empati, mudah tersentuh.

maka bertanyalah pada orang-orang yang sedang mencinta, mengapa mereka begitu mudah menitikkan air mata. baik itu menitikkan air mata untuk sesuatu yang mereka cintai, karena sedang disakiti oleh yang mereka cintai, atau sekedar bentuk pengharapan yang ditujukan kepada yang mereka cintai. tidak lain dan tidak bukan adalah ketika telah men-cintai, akan ada pautan dan tambatan hati, kepada sesuatu tersebut, bahkan sampai pada tingkatan menjadikan sesuatu tersebut tempat bergantung. semua bermodalkan cinta.

menangis, bisa jadi menjadi jalan terakhir yang ditempuh, ketika badai kepahitan dan kesusahan yang teramat sedang melanda. jika tak ada “tempat sampah” untuk menuangkan beban yang menyesakkan dada, menangis bisa jadi alternatif. menangislah, jika harus menangis. jika dengan menangis akan terkuras semua beban yang menerpa hati dan perasaan. menangislah jika dengan menangis kamu akan bahagia, manangis pulalah jika dengan menangis akan mampu menikmati betapa manisnya petualangan hidup manusia menempuh cobaan dan ujian Allah.

menangislah,.. dan silahkan berkaca untuk siapa tangisanmu, apakah untuk seorang manusia yang takkan pernah kekal abadi rasa cintanya, untuk manusia yang tak jarang pula membuat kecewa. dan berkacalah untuk siapa bentuk segala cinta dan tangismu

jika jawabanmu cinta dan tangisanmu untuk Dzat yang kekal abadi yang senantiasa mencurahkan Rahmat dan kasih sayangNya pada manusia, maka amat beruntunglah kamu. jika tangisan untuk dosa yang telah dilakukan semoga di ampuni dan takut akan api neraka, amat beruntunglah kamu.

“Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.”

Allahu a’lam bish showab

November 7, 2007

hujan hari ini

Diarsipkan di bawah: Renunganku, petualangan — masibnu @ 7:02 am

hujan, kadang dirindu, kadang dibenci.

di rindu ketika Allah masih membuat hari-hari sangat panas nan terik di musim kemarau, tanaman mengering, poho-pohon menggugurkan daunnya, pak Tani tak mampu menanam padi (untuk sawah tadah hujan), tak ada air untuk mencuci, mandi, bahkan sekedar untuk air minum.
di benci ketika hujan yang datang laksana seisi langit ditumpahkan semua sehingga menjadi banjir, tak mampu lagi beraktivitas, bahkan banyak menelan korban, baik harta atau jiwa.

HUJAN
dicela atau disyukuri?….
silahkan memilih. semua penuh konsekuensi.
jika hujan sampai menimbulkan banjir mengapa hujan yang disalahkan???? mengapa tidak menyalahkan para pembuat kesalahan memenuhi isi kota sehingga tanpa aliran sungai dan sampah-sampah bertumpukan, jika tak ada hujan, mengapa juga mengutuk hujan yang tak kunjung datang, mengapa tak menyalahkan “MATA DUITAN” yang rela membabat habis tanaman sebagai penyimpan cadangan air,
tidaklah pantas mencela makhluk Allah yang bernama hujan,

Manusia Memang ANEH!
ketika memperoleh kenikmatan yang hanya sedikit, seakan melupakan segalanya, bertindak sesuka hatinya, berulah semaunya, tak lagi ingat ketika kenimatan yang sedikit berangsung-angsur hilang dari dirinya.


فَأَمَّا الإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاَهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (الفجر: 15).
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاَهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (الفجر: 16).


15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:”Tuhanku telah memuliakanku”.

16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata:”Tuhanku menghinakanku”.
ketika ditimpa musibah, begitu takut dan dekat dengan Allah, memohon dengan segenap penghambaan dan pengharapan, ketika musibah hilang kembali lagi ke kehidupan semula, tanpa merasa bersalah sedikitpun, Do’a dan taubat yang dipanjatkan ketika susah tak lagi berbekas, Sama sekali.

justru lebih parah lagi,.. sebagian manusia yang ketika musim hujan ingin agar hujannya tidak jadi turun lantaran hendak menyelenggarakan HAJATAN, dengan memanggil pawang hujan, agar hujan tidak jadi turun. tetapi ketika musim kemarau sangat mengharap datangnya hujan. Cobalah Minta lagi pada Pawang Hujan untuk menyimpan hujan dikala musimnya dan diturunkan dikala musim kemarau. COBA KALAU BISA.

teganya juga manusia yang menjadi pawang hujan. di belahan dunia lain sekumpulan manusia sedang kekeringan mengharapkan datangnya air sebagai penyambung hidup, tetapi dia dengan congkaknya menolak datangnya hujan (jika mampu). tidakkah takut akan do’a orang-orang yang memohon akan datangnya hujan?…

semoga hujan yang turun bukan laksana hujan yang diturunkan di zaman nabi Nuh, yang membawa banjir bandang…… berdo’alah semoga hujan yang membawa Rahmat. dan mari belajar Ridla akan ketetapan Allah atas kita, termasuk saat hujan turun.

* : renunganku ketika sedang mengisi Islamic OMT di sebuah Ma’had di solo walaupun diguyur hujan deras, acara tetap berlanjut…

Blog pada WordPress.com.