Berbagi Cerita

Desember 28, 2007

Bencana Akhir tahun

Diarsipkan di bawah: Renunganku, ruhiyah — masibnu @ 7:46 am

hampir setiap akhir tahun, Indonesia mendapat “jatah” yang senantiasa belum mampu lepas, bencana.

sebagiam orang akan berfikiran mengapa Indonesia diterpa musibah yang bertubi-tubi, padahal mayoritas penduduknya adalah “muslim”. bukankah Allah telah berfirman :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang
tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan
siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka
sedang bermain?. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak
terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang
yang merugi”. (QS 7:96-99).

maka marilah kita melihat lebih seksama,…

Tahun 2004, Aceh di terpa Tsunami yang menelan korban lebih dari 200 juta jiwa. tepatnya pada tanggal 26 Desember 2007 pukul 07 : 52 (waktu Dluha). belum lagi masalah banjir yang menghampiri ibukota Jakarta setinggi 1 meter lebih

Tahun 2005, banjir seakan tak lepas dari Ibukota, tanah longsor di Purworejo, gempa di NTB dan beberapa wilayah lain di Indonesia. semua terjadi di penghujung tahun 2005

Tahun 2006, tidak lebih baik, Gempa berkekuatan 5,6 SR mengguncang Sumatera Utara, begitu pula banjir melanda Tanah yang belum genap 2 tahun diterjang Tsunami; Aceh dan wilayah-wilayah lain. belum lagi berita tenggelamnya KM senopati Rute Semarang-Kumai yang menewaskan banyak nyawa. dan tentunya sederet bencana yang menimpa negeri Gemah Ripah Loh jinawi, Tanah Subur Rakyat nganggur….. :D

Tahun 2007 tak jauh berbeda, genangan air juga melanda sebagian besar wilayah di Jawa, mulai dari DKI, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kudus, Grobogan, Blora, Ngawi, Madiun, Trenggalek, Malang, bahkan Solo; kota yang selama ini agak asing dengan banjir tak luput dari genangan air sungai Bengawan Solo yang meluber. Praktis, rangkaian banjir tersebut melumpuhkan jalur Transportasi. belum lagi tanah longsor yang menimpa lereng gunung lawu tepatnya di kabupaten Karanganyar.

hampir semua bencana tersebut terjadi di waktu Dhuha.

Allahu Akbar

jika kita mau menelaah, Allah telah membuat perumpamaan sebuah negeri yang awalnya subur makmur menjadi epnuh bencana,… tetapi sedikit yang mau merenungi..

“.Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan…”. (QS 2:155)

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang
dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari
segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena
itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan
apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. 16:112).

apakah kita akan terus LALAI dengan adzab Allah yang bertubi-tubi yang menimpa negeri ini?… akankan kita selalu menganggap semua bencana tersebut hanya sebatas ujian dari Allah?, bukan sebuah adzab atas kemaksiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia,.

cobalah melihat, berapa banyak kaum muslimin yang telah menghilangkan konsekuensi syahadat dari dirinya dengan memberikan selamat natal, atau bahkan ikut menghadiri acara natalnya, seakan-akan ini bukan urusan Aqidah. Atau bentuk-bentuk kesyirikan yang menggerogori Aqidah kaum muslimin, baik itu syirik Qubur maupun syirik Qushur.

atau sudah menyiapkan “upacara” khusus menyambut tahun baru yang tidak ada contohnya dari Islam sama-sekali. semua terjadi di akhir tahun. beserta sederet kemaksiatan yang merajalela yang sudah menjadi barang umum. Orang muslim meninggalkan Sholat, meninggalkan zakat, Khomer bebas dijajakan, pelacuran dan perzinahan bukan hal tabu, KKN menjadi komoditi yang paling digemari baik itu untuk pejabat maupun rakyat jelata, gosip menjadi menu keseharian yang laris manis,  dan setumpuk kemaksiatan yang lain.

bahkan orang-orang yang berusaha menghapus kemaksiatan tak jarang malah dikira ekstrimis,  fundamentalis, kelompok garis keras. orang-orang yang tak rela syariatnya dilecehkan malah mendapat perlawanan yang ketat..

na’udzubillah…

mari berusaha mengoreksi diri, banyak kesyirikan, kemaksiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia, segera berbenah diri…

Apakah kita masih merasa aman dengan azab dan siksaan Allah yang datangnya di
waktu dhuha, ketika kita sedang asyik bermain-main atau di malam hari, ketika
kita sedang enak-enaknya tidur ?

Ingatlah, tidak akan ada tempat yang aman di Indonesia ini dari azab Allah
kecuali masuk ke dalam perlindungan-Nya, yang hanya dapat dicapai dengan Taubat
yang sesungguhnya.

Saudaraku, tak usah merasa takut dan ngeri dengan pertanyaan ini, karena hal
itu memang benar-benar bisa terjadi untuk seluruh Indonesia. Bukankah kita ini
adalah orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Selama kita tetap ingat
kepada semua pesan Allah kepada kita, baik yang disuruh maupun yang
dilarangnya, maka tak akan ada kekhawatiran dan kesedihan di dalam diri kita.

“. orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS
13:28)

Meskipun, katakanlah bahwa jumlah orang yang tetap berzikir kepada Allah di
Indonesia ini sangat sedikit dan orang-orang berzikir itu berada di
tengah-tengah manusia yang bermaksiat dan melakukan kefasikan, sedangkan Allah
akan mengazab mereka, kita semua harus tetap teguh yakin, pastilah Allah akan
menyelamatkan hamba-Nya yang telah ingat dan berserah diri kepada-Nya dengan
cara yang sangat rahasia.

Maka kepada hamba-hamba tersebut, Allah telah memberikan perintah-Nya:
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ["Ma'ruf":
segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan "Munkar" ialah
segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya]; merekalah orang-orang
yang beruntung”. (QS 3:104)

Allahu a’lam..

Desember 26, 2007

ketua MUI natalan

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:17 am

mengutip dari sebuah berita di metrotvnewsdotcom tentang sebuah ucapan yang dilontarkan oleh salah seorang ketua MUI, begitu pula oleh salah satu orang penting di negeri ini tentang natalan….

kok yaaa aneh gitu yach….

orang nomor satu di salah satu ormas terbesar di indonesia mengatakan yang keliru, tetapi jika kekeliruan itu sebuah kekhilafan, bukankah sudah ada fatwa MUI tentang haramnya mengucapkan selamat natal bagi serang muslim????

tak habis pikir…………

saya copas juga sebuah tulisan yang senada…..

Saya pribadi berpendapat fatwa MUI sejak zaman Buya adalah larangan menghadiri upacara Natal yang berdimensi ibadah dan keyakinan karena itu wilayah keyakinan masing-masing. Tetapi yang berbentuk seremoni tidak seharusnya terhindari,” kata Din.

Begitu pendapat yang diberikan oleh salah seorang ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) -tepatnya Wakil Ketua Umum MUI- dan orang yang menduduki pucuk pimpinan ormas Muhammadiyah berkaitan dengan mengikuti perayaan Natal yang diselenggarakan oleh kaum Nasrani.

Terus terang ini adalah suatu pernyataan yang secara pribadi saya sesalkan. Dalam kapasitas beliau sebagai pimpinan di Majelis Ulama Indonesia, tentu kemudian ini paling sedikit akan menimbulkan dampak di masyarakat mengenai perayaan Natal yang dihadiri oleh kaum muslimin. Setidaknya mereka yang ‘pro’ dengan pendapat ini seolah mendapat angin. “Tuh, ketua MUI dan Muhammadiyah saja ikut Natalan, kok anda melarangnya!”

Sebenarnya terkait dengan masalah ini, MUI sendiri telah mengeluarkan fatwanya, yakni HARAM bagi seorang muslim untuk ikut hadir dalam perayaan Natal, yang merupakan hari besar kaum Nasrani dengan tujuan merayakan kelahiran Yesus Kristus, satu diantara tiga oknum ketuhanan atau biasa disebut dengan trinitas menurut keyakinan mereka.

Keyakinan ini sangat BERTENTANGAN dengan ajaran agama Islam yang dianut oleh kaum muslimin. Bahkan tidak tanggung-tanggung, masalah konsep ketuhanan menurut orang Nasrani langsung dibahas oleh Allah dalam firmanNya; di dalam surat Al Maidah ayat 73 :

Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.”

Jadi menurut fatwa dari MUI yang ditandatangani pada tanggal 7 Maret 1981, oleh ketuanya pada waktu itu K.H.M SYUKRI. G ada 3 (tiga) fatwa yang berkaitan dengan mengikuti perayaan Natal yang diselenggarakan oleh kaum Nasrani;

1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.

2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya HARAM.

3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

Begitu juga dengan mengucapkan selamat hari Natal kepada kaum Nasrani sendiri yang hakikatnya adalah mengakui akan keberadaan Yesus sebagai tuhan dan tentu hal ini juga diharamkan.

Namun, sayang seribu sayang, ternyata hal ini juga diamini oleh oknum yang sama.

Bagaimana kalau mengucapkan selamat Natal?

Saya kira sebagai rasa menghargai, bersimpati dan berempati pada saudara kita yang berbeda keyakinan tidak masalah. Tetapi tidak berarti kita setuju dengan keyakinan mereka,” sahut Din.

Alhamdulillah, yang menjadi acuan dalam praktek keagamaan dalam Islam BUKANlah praktek keagamaan orang per orang, tetapi yang menjadi landasannya adalah DALIL, dari Al Kitab dan Sunnah.

Jadi meskipun yang berbicara tersebut adalah oknum yang berkedudukan dalam sebuah organisasi Islam (dan tentunya tidak bisa dipisahkan dengan organisasinya tersebut), jika pernyataannya menyalahi dalil yang SAH, maka pernyataannya itu WAJIB DITOLAK.

Ini seperti ungkapan indah dari Imam Malik, berkaitan dengan pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan dalil dalam agama ini;

Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang salah dan benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan kitab dan sunnah, ambillah dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan sunnah, tinggalkanlah“.

(Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami, 2/32)

Wallahu a’lam

Desember 22, 2007

Sumanto jadi Ustadz

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:22 am
masih ingatkah dengan tokoh yang telah menghebohkan masyarakat Indonesia, si (maaf) “Kanibal” Sumanto, walaupun berita ini terkesan telat tetapi tidak ada buruknya diangkat…

071022asumanto.jpg
barita yang dikutip dari sini
menyebutkan ustadz sumanto telah bermetamorfosis menjadi seorang ustadz yang sudah ditunggu pengajiannya oleh para penggemarnya. semoga ustadz Sumanto benar-benar menjadi ustadz yang sholih, yang telah bermetamorfisis dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan penuh hidayah (hehe, mirip mau pidato aja..)

so, diantara kita ada pertanyaan yang muncul…

manusia (maaf lagi) kanibal telah bermetamorfosis menjadi seorang ustadz, siap memberikan siraman Ruhani pengisi Qolbu, tetapi (mungkin) masih ada beberapa kalangan manusia yang tidak yakin bahkan menyangsikan kapabilitas sumanto menjadi seorang ustadz, atau bahkan tidak terima atas kiprah sumanto sebab Rapor buruk Sumanto ketika menjadi seorang kanibal. kok bisa-bisanya. hehe…..

tetapi begitulah masyarakat, jika manusia telah berbuat salah (seakan) tidak ada jalan lagi untuk berubah menjadi manusia baik, tidak mudah menerima manusia yang telah melewati rapot buruk dalam hidupnya berubah menjadi baik atau bahkan jadi public figure. jika demikian, silahkan juga memilih antara dua keadaan, jadi mantan penjahat atau jadi mantan kyai… (hayoo)

apakah kita yakin bahwa kita tidak pernah berbuat kesalahan besar dalam rapor hidup kita

jika sumanto makan daging manusia secara dlohir, diantara kita masih banyak yang juga menjadi “kanibal”. jika masih gemar ghibah, maka hakekatnya kita juga menjadi “kanibal”, sebagaimana dalam sebuah riwayat..

seakan dengan berbaju “ikhwan” atau “akhwat” sudah tidak akan menjadi “kanibal” baru dalam percaturan dakwah.

soo silahkan kita juga menilai diri kita sendiri dengan berusaha se_obyektif mungkin

Desember 14, 2007

Baunya aja Enak,..

Diarsipkan di bawah: rehat dulu, santai aja.. — masibnu @ 7:34 am

Suatu malam menjelang sholat isya’ Kuncung dan Jambul (keduanya nama pemuda yang belum nikah), pergi ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah. ditengah jalan, mereka melewati seorang penjual sate madura yang sedang memanggang sate kambing mudanya…..
karena bau dari asap sate yang mengepul tercium oleh si Kuncung dan Jambul, maka Kuncungpun berkata pada Jambul

“Bul, udah makan lom?”

“belum, mang da apa?”

“wah bau satenya enak tenan yach, apalagi belum makan, Baunya aja enak apalagi Rasanya”….

akhirnya perbincangan tentang sate pun hanya mengalir begitu saja, maklum mahasiswa tanggal tua yang sedang “berhemat”

akhirnya mereka kembali berpapasan dengan seorang wanita yang kebetulan juga sedang berangkat ke masjid menggunakan parfum yang menyengat
mencium bau yang begitu “dahsyat” Jambul langsung menyelutuk pada Kuncung

“Eh, Cung. baunya harum banget yach”

“iyah, emang ada apa Bul”

“Baunya aja Enak, Apalagi Rasanya”
Wakssssssss

sedikit Anekdot diatas mungkin akan memberikan persepsi awal seorang laki-laki asing yang pertama kali mencium bau parfum seorang akhwat, tak terkecuali akhwat yang pergi atau berada di masjid.

sudah sejak dahulu Rasulullah mewanti-wanti akan fitnah “parfum” dari akhwat bagi manusia lain (baca : Ikhwan)

  1. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
  2. Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
  3. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}

kalau untuk ke masjid aja segitu kehati-hatiannya terhadap parfum seorang wanita, apalagi yang dipakai untuk keperluan lain ketika keluar rumah selain untuk ke masjid, (dengan adanya kemungkiman tercium oleh laki-laki ajnab),

Syaikh Albani mengatakan “Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya”

nah kalau ingin memakai parfum mendingan waktu dirumah aja, buat menyambut suami yang baru pulang atau ketika ba’da isya’ (mau apaan yach??. meneketehe) hehehe

Desember 10, 2007

A Man

Diarsipkan di bawah: get the spirit — masibnu @ 7:43 am

 

A Man, have nine brains and a sense

 

A Man use his Brain to beat his sense

 

A Man never lost the time cause of sense

 

Fashobrun jamiil

 

Allah Al Musta’an

Desember 6, 2007

sore ini masih mendung

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:06 pm

ba’da dluhur, aku mulai melangkahkan kaki menuju tempat kerja seperti biasanya, hari ini jadwal shiftku ba’da dluhur, tak ada yang istimewa.  hanya mendung hitam dan gelap mulai membumbung tinggi di angkasa, seakan tak mau ketinggalan dengan yang lain, selaksa mendung berkejar-kejaran. laksana anak kecil yang dengan riangnya berlarian kian kemari, tanpa beban dan masalah bergembira bersuka ria, bercengkrama. menutupi cerahnya cahya mentari siang. dinginnya suasana semakin menyelimuti bumiku, tempatku berpijak.

sore ini, mendung semakin tebal dan semakin gelap, membuat jalanan tampak lebih sepi dari biasanya, hawa dingin (mungkin) membuat manusia enggan keluar dari rumahnya, sebatas menunaikan tugasnya. apalagi hujan rintik-rintik mulai datang, menghiasi gelapnya sore hari ini. hanya sebagian manusia yang dengan mental membaja, memenuhi sebagian tanggung jawabnya.

ohhhh…….

dunia Islamku,. kini sedang mendung pula.. menjelang sore dunia Islamku sedang dirundung mendung yang tak henti-hentinya berkejaran, menutupi cerahnya cahya Islam yang penuh Rahmat. ba’da runtuhnya payung Turki Utsmani, tak ada payung tempat kaum muslimin berlindung dari terpaan hujan,
semakin sore, mendung kaum muslimin semakin tebal, bukan hanya berasal dari terpaan kaum kuffar yang memberangus  kaum muslimin,  sebagian diantara kaum muslimin berusaha memberangus kaum muslimin dari dalam tubuh, ibarat virus HIV yang menghancurkan sistem pertahanan tubuh manusia, mereka (yang mengatas namakan muslim, red) berusaha memutar balikkan nash-nash dengan logikanya semau gue, sesuai selera, berusaha mendangkalkan aqidah kaum muslimin. bahkan mereka yang (sudah) mengaku berIslam dengan benar tak jarang dijumpai masih saling baku hantam, saling caci maki, saling……. achhh…

hmmm,
akankah datangnya payung yg kembali mengayomi kaum muslimin? (yakinlah, pasti datang sebelum akhir zaman akan kembali muncul kekholifahan ‘ala manhajin nubuwwah).
soo..
kaum muslimin (dan yg jelas hanya sebagian saja yang mau memikul tanggung jawab ini) hanya diminta berusaha sekuat tenaga dan sesuai sunnah dalam mengupayakan payung besar bagi kaum muslimin. urusan kapankah itu terserah Allah yang memberikannya. Mataa Nasrullah? ala inna nashrullahi qoriib..

——0 0——

 

Desember 5, 2007

maafkan atas kelemahanku

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:16 am

maafkan atas segala kelemahanku,..
buat semua temanku, saudaraku, karib kerabatku.. hiks..
ketika diri sedang puyenggggg
kondisi tubuh sedang drop, lemas….
maaf jika belum bisa membantu,. walaupun hanya sebatas pemikiran

buat saudara seperjuanganku di semarang..
afwan akh….
belum bisa menyumbang pemikiran,.. untuk urusan kita. padahal aku yang pertama memulai acara itu, harusnya aku yang bertanggung jawab… bukan dilimpahkan ke antum semua.. hanya kata “setel Kendo” dulu…  ojo grusa-grusu,.. yang saat ini bisa terucap

buat adikku yang jauh…
(sudah “ngalahi” calling )
maaf aku belum mampu membantu untuk menyelesaikan urusan itu, yang menyangkut hajat hidup beberapa manusia .. terutama tadi malam atau hari ini….

untuk panitia Iedul Qurban dan Up grading MPD,.
afwan.. belum bisa ikut Syuro’ tadi pagi, lemez… banget…

buat ukht JRMN yang di Solo… afwan jiddan..
atas nihilnya tanggapan terhadap kepemimpinan LDK yang sedang terjadi di beberapa kampus. belum bisa menyumbang pemikiran…

untuk semua sobat dan sodara baik di dunia nyata atau maya…
afwan .. atas keterbatasanku…
atas segala omongan dan ocehanku, atas janji-janjiku yang belum terpenuhi..
semoga masih diberikan kesempatan dan kekuatan oleh Allah untuk memehuni semuanya…
afwan dan afwan jiddan semua

Blog pada WordPress.com.