Suatu malam menjelang sholat isya’ Kuncung dan Jambul (keduanya nama pemuda yang belum nikah), pergi ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah. ditengah jalan, mereka melewati seorang penjual sate madura yang sedang memanggang sate kambing mudanya…..
karena bau dari asap sate yang mengepul tercium oleh si Kuncung dan Jambul, maka Kuncungpun berkata pada Jambul
“Bul, udah makan lom?”
“belum, mang da apa?”
“wah bau satenya enak tenan yach, apalagi belum makan, Baunya aja enak apalagi Rasanya”….
akhirnya perbincangan tentang sate pun hanya mengalir begitu saja, maklum mahasiswa tanggal tua yang sedang “berhemat”
akhirnya mereka kembali berpapasan dengan seorang wanita yang kebetulan juga sedang berangkat ke masjid menggunakan parfum yang menyengat
mencium bau yang begitu “dahsyat” Jambul langsung menyelutuk pada Kuncung
“Eh, Cung. baunya harum banget yach”
“iyah, emang ada apa Bul”
“Baunya aja Enak, Apalagi Rasanya”
Wakssssssss
sedikit Anekdot diatas mungkin akan memberikan persepsi awal seorang laki-laki asing yang pertama kali mencium bau parfum seorang akhwat, tak terkecuali akhwat yang pergi atau berada di masjid.
sudah sejak dahulu Rasulullah mewanti-wanti akan fitnah “parfum” dari akhwat bagi manusia lain (baca : Ikhwan)
- Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
- Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
- Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
kalau untuk ke masjid aja segitu kehati-hatiannya terhadap parfum seorang wanita, apalagi yang dipakai untuk keperluan lain ketika keluar rumah selain untuk ke masjid, (dengan adanya kemungkiman tercium oleh laki-laki ajnab),
Syaikh Albani mengatakan “Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya”
nah kalau ingin memakai parfum mendingan waktu dirumah aja, buat menyambut suami yang baru pulang atau ketika ba’da isya’ (mau apaan yach??. meneketehe) hehehe
hehe. ya iyalah! akhwat mah tebar wanginya tuh dirumah. untuk yang halal menciumnya^_^. tapi saya mau protes tuh ama “ikhwan2″, tiap pulang dari kampus–kemaghriban, dan dari kejauhan sudah tampak sosok ikhwan yang mau ke mesjid, maka……..bukan cuma jaga pandangan! tapi juga jaga hidung(nahan nafas euy)! hfuuf…parfumnya itu loh, nyengat banget tau! sudah 10 meter masih aja kebauan! pffuh…
Komentar oleh risma — Desember 19, 2007 @ 7:22 am |
iya maklum lah mbak risma, udah kemagriban,… apalagi sejak pagi full di kampus.. “parfum”nya pasti berkumpul jd satui makanya baunya sampe tercium 10 meter
Komentar oleh masibnu — Desember 19, 2007 @ 7:50 am |
Ya… tabiat zamannya, zaman fitnah. Soalan wangi2an gt, banyak yg gak ngerti lo… soal ikhtilat.. bahkan menutup aurat aja banyak yg gak ngerti… jadi mulailah untuk menyadarkan saudara2 kita… Seabrek orang awam di sekitar kita… bahkan boleh jadi keluarga kita… banyak pekerjaan.. banyak tugas.. meski ilmu dikit dakwah mesti disampein.. ok sukses ya..
Komentar oleh naufal — Desember 21, 2007 @ 7:20 am |
yups tul kang…
sedikit ilmu tak menghalangi untuk disampaikan… banyak Pekerjaan Rumah yang kudu digarap…..
Komentar oleh masibnu — Desember 22, 2007 @ 7:03 am |
hhmmm..kebetulan sekali krn saya masih bingung soal parfum ini.
saya sih gendernya cewe, trus masih suka pakai –sesuatu yg berbau harum dari deterjen, pelembut pakaian, lotion, sabun, shampoo, bedak, dll. nah kalo semua bau harum itu td disatukan pasti menjadi tambh harum kan ya mas Ibnu ?? lalu kalau sdah harum begini baunya sudah pasti tercium oleh siapapun saja yg kebetulan berada dekat dg saya atau berpappsan dg saya. Nah, ini nih yg terpenting…kalo para cowo menemui bau yg kyak gitu dari seorg cewe, sebenarnya yg dipikiri apa siih ?? — kalo saya sih misalkan dkt dg sesorg trus bau pelembut pakaiannya yg diinget malah cucian aja tuh yg di rumah :p ??? (krn kan emang beda kale bau sate ma bau parfum??
pliss ….. bagiin dong kpd saya pencerahan soal parfum ini….tQ
Komentar oleh notherealname — Februari 13, 2008 @ 7:42 am |
hehe kalau mau tau pikiran sy kalau nemuin bau yg kaya gitu silahkan baca yg di balada angkot senja mbak…. di situ sudah ada..(itu pikiran sy)
hehe..
Komentar oleh masibnu — Februari 14, 2008 @ 7:36 am |