Berbagi Cerita

Januari 31, 2008

[Guyon], Tips Menikah, :D

Diarsipkan di bawah: Guyon — masibnu @ 7:59 am

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
tulisan kali ini refresh dulu yach…

biasanya khan Serius Mode ON* (hihi), gantian banyolan dikit lah…

selingan, buat hiburan…. :)

Ada tulisan sueeeru neh dari sini. Tullisannya menggelitik juga….he..he..he :D

Daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami ‘Matery after merit phobia syndhrome’, (bahasa mana pula ini) Daftar anggaran bulanan (asumsi : disusun berdasarkan skala proritas, disusun dengan sangat-sangat relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah)

1. Makan. Dengan asumsi sekali makan adalah 5000 Maka makan 3x sehari, kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua nggak berlaku lagi..), :P kali 30 hari adalah Rp 900.000 Tips Rajin2 ke kondangan atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya Pasti lebih ngirit

2.Kontrakan. Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak Maka dana untuk kontrakan sekitar 500.000/bulan. Tips Tinggallah di Pondok Mertua Indah Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk ‘makan ati’ (^__^)

3. Listrik dan Air. Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah 100.000/bulan. Tips Jangan pake AC, cukup AC (angin cendela) :P Jangan suka main Plestesyen, cukup main monopoli, sudamanda atau gaple ama istri terasa lebih romantis, (bukan romantis = rombongan makan gratis hehe)

4. Transportasi. Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah 100.000. Tips Gunakanlah Bensin campur! (maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit) Atau ikutlah “Nebeng Fans Club”, dengan alasan mempererat silaturahim dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan

5. Komunikasi. Dengan asumsi pake cdma yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah 100.000 Tips Pakelah ‘FREN’ yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang “Freeen…minjam HP nya dong freen…” :)

6. Keperluan sehari2 Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb. Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar 50.000 Tips: Mandi kalo perlu saja Kalo dulu 2 kali sehari, jadi 2 hari sekali Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan Seperti minyak kayu putih, vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!) , maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar 50.000 Tips Jaga kesehatan Jangan begadang…kalo tiada artinya…begadang bole saja…asalkan sambil ronda (halah!!)

8. Entertaiment Nah ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat, liat live nasyid, lari pagi di monas, atau keliling kompleks perumahan, atau makan martabak sekali2 Jadi…

Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar : 1.800.000/bulan (syeeett dah…masih gede juga ya) Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada.

Kalopun masih ‘besar pasak daripada tiang’ Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang…ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk menikah (serius mode on*) Yaitu, berkah menikah?!

Selalu, dan selalu Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa apalagi buat pemuda yang takut terjerumus dalam kehinaan, menikah untuk menyelamatkan kehormatan
so, stop accounting, just do it! :) )

^_^

sumonggo cekiki’an sendiri.. +_+
eittt asal jangan keras-keras yaaa… hihi

Januari 29, 2008

Seakan tanpaMu aku mampu

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat, sajak2 ora teratur — masibnu @ 7:47 am

Saat aku merasa kuat dengan tenagaku

merasa cukup dengan jerih payahku

seakan segala keinginan tinggal menuai buahnya

seakan tak lagi butuh bantuanNya

 

Astagfirullah……………………………………………

ternyata semua sia-sia

buah dari keangkuhanku

terlepas satu persatu


bagitulah jiwa….

seakan mampu berdiri tegak tanpa bantuanNya.

Saat harapan tinggal selangkah

terkikislah tawakal dalam dada

 

Biarlah terlepas helai demi helai

Harapan berpondasi keangkuhan

Bertintakan keegoisan

Ah sudahlah….

Semua kembali padaNya

Aku hanya berusaha sekuatku

Mengkristalkan cucuran keringatku

Kuserahkan hasilku ……

Hanya AmpunanMu ku damba…

Januari 28, 2008

kematian itu kembali menjemput

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:44 am

“lek, ada kabar baru.. istrinya akhi xyz gagal operasi jantung di Jogja”

sebuah SmS yang langsung membuat sejuta pikiran bertarung dalam otakku, membuat suasana jum’at sore 250108 tambah runyam. belum lagi tugas dan amanah yang belum kelar. hmmm
Gagal Operasi?, tidak jadi operasi gitu?

operasi yang gagal?

trus gimana nasibnya?…

karena sore itu lagi tak punya pulsa (walaupun cuman membalas SmS) terpaksa “memburu” kabar yang datang dari kampung halaman urung saya lakukan.  barulah keesokan harinya ba’da subuh (udah punya pulsa nich) baru memburu kabar…

“lha mas piye kabar selanjtnya?, istrinya akhi xyz?”

“alhamdulillah, tadi malam udah ditanam, di gemolong”…

“Innalillahi wa inna ilaihi Roji’un” 

langsung saja saya coba meng_SmS (modal SmS mulu), si akhi tetangga dusun yang sejak kecil Runtang-runtung

“innalillahi wa inna ilaihi roji’un, semoga Allah menempatkan istri antum di tempat yang mulia, sungguh ajaib seorang muslim, jika mendapat nikmat maka bersyukur dan ketika mendapat musibah maka dia bersabar, keduanya baik disisi Allah”

petikan SmS yang sempat sy kirim walupun agak telat.

Ternyata justru jawaban yang masuk di Hpku membuat bulu kudu merinding

“Bukankah jika istri meninggal sedangkan suami ridlo maka Allahpun akan ridlo padanya?”

“Allahu akbar..Semoga keredlaan antum manjadi sebab keredlaan Allah atas istri antum, dan sehingga dimasukkan ke dalam golongan manusia yang beruntung” 

itulah rangkaian SmS yang sempat saya balas. akhirnya dengan pertimbangan sebentar, sabtu pagi langsung cabut dari Semarang manuju Sine nan teduh… meninggalkan beberapa amanah yang sempat saya limpahkan ke ikhwan lain..

sungguh, baru dua tahun mereka jadi sepasang suami istri, belum pula dikaruniai rezeki yang berupa momongan, tetapi ternyata Allah berkehendak lain. Allah memanggil salah satu antara mereka……

kematian……

pemutus segala kenikmatan dunia. tak pernah dibayangkan sebelumnya, kapan waktunya tiba. siapkah kita dijemput olehnya?…

Januari 25, 2008

siang yang (mulai) panas

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat — masibnu @ 7:34 am

“siang ini mulai jarang hujan ya mas”
“iya, mulai panas”
“lah biasanya Januari tu khan huJAN seharI-hari”
“halah, itu khan cuman ramalan kebiasaan, toh Hujan sudah diatur sama Allah, ga baik hanya berpijak pada KEBIASAAN. bisa jadi siang ini panas tapi sebentar lagi kalau Allah berkehendak Hujan yaaa bakalan turun hujan”
percakapan singkat setelah berkeringat ria di sebuah masjid di jawa tengah,..
keringat karena salah satu sebabnya adalah suasana yang panas.
terasa baru kemarin Semarang (dan wilayah sekitanya) di guyur hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang di beberapa wilayah, eeee hari ini udah terasa mirip musim kemarau aja…

hmm…

semoga panasnya suasana ga membuat panas pula isi hati melihat kondisi yang semakin amburadul mawul-mawul. walaupun isi otak panas tapi hati tetap dingin…

Januari 24, 2008

“Balapan”

Diarsipkan di bawah: sharing — masibnu @ 7:29 am

“Balapan” dalam bahasa jawa, sedang dalam perspektif keseharian kita mengenalnya dengan adu cepat.

kemarin, ba’da subuh saat masih umun-umun, mentari pun masih malu-malu menampakkan wajahnya, saat kaki mulai melangkah menuju tempat “ngetem” seperti biasanya. tetapi ada hal lain di luar kebiasaan. sudah dapat sebuah “wejangan” lewat HPku

“proposal penawarannya OMT segera di ajukan di SMA ..><..  nbiar ga kalah cepet dapat proyek dari yang laen”

oalah…..

gawe proposal maning.  proposal maning. belajar bahasa ngapak  :)
kalau proposal acara-acara tabligh akbar, bedah buku, proposal Kuliah sudah biasa. tetapi ini proposal yang tidak biasanya. belum pernah membuat proposal penawaran seperti ini sebelumnya.

saya coba meng_SMS bos, menanyakan  keberadaan proposal yang sejenis. walaupun sudah banyak menangani kegiatan sejenis selama hampir 4 tahun, tetapi biasanya hanya cukup dengan pendekatan lesan saja. Tetapi apa mau dikata, jawaban Bospun juga tak ada contoh serupa. yachhh..

bahkan siang ini dapat sms terbaru, dari TPC sudah memasukkan proposalnya ke “Target Operation”

——)(——–

semua memang kompetisi dan kompetisi………

kompetisi menjadi pribadi tebaik bukan di hadapan manusia, tetapi di hadapan Sang Hakim Agung yang tak pernah meleset KeputusanNya.

Januari 21, 2008

beranikah?

Diarsipkan di bawah: sharing — masibnu @ 7:26 am

beranikah kita “menghukum” diri sendiri lantaran berbuat kesalahan yang sama??

(wuihh,,, ini bener2 lalai)

sebuah “hukuman” bagi diri sendiri (mungkin) efektif agar tidak mengulangi kesalahan yang lebih fatal.

tetapi BERANIKAH?……

Januari 17, 2008

kisah Israiliyat

Diarsipkan di bawah: kisah sarat makna, ruhiyah — masibnu @ 7:36 am

pagi hari ini, dapat nasehat dari seorang ustadz tentang ayat ini :

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri[578] yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu[579], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (Al A’rof :163)

(maaf bukan merupakan sebuah tafsir, hanya korelasi dengan zaman sekarang ini)

maka imajinasi saya langsung tertuju pada sebuah kondisi yang akhir-akhir ini kelihatan lebih “enak”. jika dibanding masa-masa yang lalu, lebih mending hari ini. semua memang ujian. jikadalam kisah Isroiliyat tersebut Allah menguji Bani Israil dengan mendatangkan ikan-ikan yang banyak pada hari Sabtu sehingga sebagian diantara mereka banyak yang meninggalkan pergi ke Tempat ibadah pada hari Sabtu, dan lebih memilih mencari ikan.

sungguh Allah akan menguji hambanya dengan semua fasilitas, baik itu keberadaan fasilitas atau ketidak adaan fasilitas tersebut. maka mari kita lihat kondisi sekarang, banyak diantar kita yang semakin luntur keimanan ketika banyak fasilitas duniawi. menjadi aktivis saat masih kuliah, tetapi ketika lulus kuliah lupa akan aktivitasnya. menjadi penggerak keislaman saat belum mendapat pekerjaan yang “layak”, tetapi tak sedikit yang lupa akan perannya setelah mendapat pekerjaan yang “menyenangkan”. aktivis tak kenal lelah saat masih lajang, saat telah berkeluarga menjadi nomor ke sekian kalinya aktivitasnya, rajin mengaji dan ikut majelis taklim saat masih “nganggur” tetapi tak terlihat keberadaannya saat disibukkan dengan kerja, tak ada waktu luang, kilahnya. dan lain sebagainya yang sejenis.

apakah untuk urusan Akhirat kita perlu memilih dan mencari waktu luang kita?, bukan kita yang meluangkan waktu?.. Astaghfirullah…

maka tak menutup kemungkinan, ketika pintu-pintu dunia dibukakan dengan sangat luas banyak diantara kiat yang seakan LUPA ibadahnya. tak seperti perjuangan saat masih susah, saat fasilitas harus pontang-panting untuk memenuhinya. justru saat seperti itu rasa tawakal kita akan sangat kuat kepada Allah. maka benarlah sebuah kabar dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam

“Bergembiralah dengan apa yang kalian senangi (harta ). Demi Allah sesungguhnya bukan kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi aku takut jika dunia dibukakan atas kalian sebagaimana dibukakan atas ummat sebelum kamu lalu kalian berlomba-lomba memperolehnya, sebagaimana orang-orang dahulu telah berlomba, lalu dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana orang dahulu hancur karenanya.”

dilanjutkan pada ayat selanjutnya

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu[580], dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik( Al A’rof :164 – 165)

dalam tafsir Qurthubi disebutkan (dengan teks saya sendiri), bahwa Ibnu Mas’ud menjelaskan kondisi bani Israil yang terbagi dalam 3 kelompok, yang pertama tetap pergi ke laut mencari ikan pada hari sabtu, kedua tetap beribadah tetapi mengabaikan saudaranya yang tetap pergi ke laut mencari ikan, dan ketiga beribadah serta beramar ma’ruf nahyi munkar.

maka ketika kelompok ketiga ditanya oleh kelompok kedua

“Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?”

jawaban yang muncul adalah “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu”.

masyaAllah…

maka Allahpun menyelamatkan orang2 kelompok ketiga dan mengadzab dua kelompok sebelumnya dengan menjadikan mereka kera yang hina.

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina[581].” (al A’rof 166).

maka ketika dibangkitkan kelak Allah akan melihat kondisi 2 kelompok tersebut berdasarkan amalnya masing-masing.

Allahu a’lam bish showab

 

[578]. Yaitu kota Eliah yang terletak di pantai laut Merah antara kota Mad-yan dan bukit Thur.
[579]. Menurut aturan itu mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabtu, karena hari Sabtu itu dikhususkan hanya untuk beribadat.

[580]. Alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan.

 

[581]. Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

 

 

Ngantuknya orang penting

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:30 am

Rabu, ba’da dluhur sudah dijemput oleh seorang rekan. Sesuai dengan kesepakatan, hari ini harus melakukan survey awal untuk melakukan sebuah rencana acara. Tepatnya di lokasi Kendal. Dengan segenap tenaga yang masih tersisa, dan asa yang membara, survey harus tetap jalan. Maklum saya sendiri sudah sejak senin full agenda, jatah istirahat 3 jam sehari. Jika dalam 3 jam mampu istirahat yang berkualitas, tak jadi mengapa, tetapi ternyata masih juga tak mampu beristirahat dengan berkualitas.

Kondisi yang kurang fit dan rasa ngatuk yang menyerang dengan hebatnya membuat badan terasa goyang-goyang sendiri ketika di kendaraan.

Jalanan yang dialalui antara Semarang – Kendal memang kebanyakan dipehuni dengan kendaraan besar macam truk besar, bus antar kota dan antar propinsi, ataupun container yang tentunya menambah resiko jika masih mengantuk di kendaraan.

resiko akan lebih besar lagi, ternyata mas sopir juga sedang dilanda virus ngantuk.

gambaran jauhnya jalan yang ditempuh memunculkan ide untuk istirahat sebentar di masjid pinggir jalan.

kiranya ngantuknya kami yang sedang berjalan di jalan yang dipenuhi kendaraan besar tak separah ngantunya “Orang penting”.

“ngantuk”nya orang penting akan membawa petaka yang lebih besar lagi bagi umat manusia. tidak hanya mengangkut 1, 2 orang tetapi mengangkut masyarakat banyak, bahkan mengangkut manusia satu negara.

kita bisa mencontoh sebuah kisah yang amat dahsyat dalam sejarah, sebuah kisah yang ditorehkan salah seorang manusia terbaik dalam sejarah, Umar bin abdul Azis. (maaf menggunakan kosakata saya sendiri)

ketika pendahulunya (Sulaiman) meninggal dunia dan Ummat kemudian membaiat Umar bin abdul Azis untuk melanjutkan pemerintahan, maka prosesi pemakaman Sulaiman mendapat prioritas yang didahulukan. secara otomatis banyak energy yang terkuras untuk mengyelenggarakan pemakamana Sulaiman, tak terkecuali Umar bin Abdul Azis.

ketika pemakaman sudah selasia dan rasa lelah mulai menghantui, Umar bin Abdul Azis, hendak istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga. ketika hendak tidur datanglah anak beliau Abdul Malik bin Umar bin Abdul Azis

“wahai amirul mu’minin, apakah yang akan engkau lakukan?”

“wahai putraku, aku ingin istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga setelah terkuras untuk mengurusi pemakaman pamanmu Sulaiman. selepas dluhur akan kuselesaikan pekerjaanku”

“Wahai amirul mu’minin, apakah engkau mampu menjamin bahwa usia engkau hidup sampai ba’da dluhur?. banyak urusan ummat yang perlu diselesaikan karena kedloliman paman”

sontan saja Umar bin Abdul Aziz serasa terbangun dari mimpi dan memperoleh energy baru.. walaupun sebenarnya kondisi fisiknya sedang kurang mendukung

“syukurku kepada Allah atas karuniaNya. aku diberikan seorang anak yang mampu membantuku dalam ketaatan. kemarilah wahai anakku”.

kemudian Umar bin Abdul Aziz mencium kening ankanya dan bergegas menyelesaikan urusan ummat yang terdlolimi oleh pendahulunya.

dan hal yang dilakukan beliau adalah mengurusi (mengembalikan harta rakyat yang di ambil tidak sesuai dengan syari’at), kemudian “merampingkan” birokrasi dan memotong gaji pejabat, yang dimulai dari dirinya sendiri.

sehingga dalam kisahnya, kondisi tubuh Umar bin abdul Aziz setelah menjabat sebagai kholifah menjadi kurus kering, memikirkan dan mengurusi urusan Maum muslimin, berbeda halnya ketika masih menjabat sebagi gubernur.

MasyaAllah….

bahkan dikisahkan dalam sebuah atsar dari Abdullah bin Mubarak, bahwa suatu ketika ada salah seorang penggembala gunung yang terheran-herandan bertanya pada pendatang dari kota

“kiranya siapakah Orang Sholih yang sedang memimpin negeri ini?”

“mengapa bisa mengetahui jika yang memimpin negeri ini adalah orang sholih?”

“kami mengetahui lantaran para serigala tak mau memakan domba piaraan kami”.

begitulah. setelah Umar bin Abdul aziz meninggal, kembali tidak ditemui lagi kejadian “aneh” antar serigala dengan domba.

 

jika orang penting “mengantuk” karena lupa akan tugasnya sebagai orang penting, bisa kita lihat sendiri kejadian yang akhir-akhir ini menimpa negeri ini.

Allahu a’lam bish showab

Januari 15, 2008

banyak duit tak banyak prestasi

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:06 am

begitulah kiranya nasib dunia sepak bola indonesia. banyak dana yang telah dikucurkan tetapi minim prestasi. (duh sejak kapan nich jadi pengamat sepak bola).. hehe

yach begitulah yang terjadi.

besarnya nilai kontrak yang harus dikeluarkan oleh masing-masing klub sepak bola untuk mengikat salah seorang pemainnya sangatlah membuat kita tercengan. anggaran nilai kontrak seorang pemain nasional mencapai 800 juta. atau sedikit dibawah itu. begitu pula dengan biaya untuk seorang pemain asing yang tak kalah mencengangkannya dari nilai tersebut. bayangkan jika dalam satu klub bertaburan bintang pemain nasional dan pemasin asing.. berapa biaya yang dikucurkan.

ketika klub sudah mulai kebingungan mencari sember pendapatan, jika mengandalkan pendapatan dari ticket masuk saat pertandingan, justru kebanyakan para penonton adalah kawula muda (yang lebih pas di panggil ABG), yang secara materi dan pekerjaan masih mengandalkan orang tua. beda halnya jika melihat persepakbolaan di luar negeri, misalkan di Inggris atau di Itali. jika jika menonton saat pertandingan berlangsung, para penontonnya dari semua kalangan umur, laki-laki perempuan tua muda semua tumpek bleg di stadion.

jika mengandalkan sponsor, kelihatanya butuh suasana yang kondusif lagi. melihat penggemar sepak bola yang kawula muda.

akhirnya tidak sedikit klub sepakbola yang mengandalkan biaya dari APBD. sebagimana PSIS yang mendapat Jatah APBD sebesar 10 M. atau Persija yang mendapat bagian 20 M dari APBD. sebuah anggaran yang dibilang sangat besar bagi kita.

begitu pula jika melihat gaji seorang pelatih timnas Indonesia yang baru di jabat oleh Mr. Bendol sebesar 50 juta perbulan. atau pendahulunya Peter White yang mencapai 100 jt perbulan. bisa diayangkan….. berapa kisaran dana yang mengucur untuk urusan sepak bola ini.

belum lagi jika kita melihat prestasi timnas yang gagal di Sea Games. Gagal lolos di pra piala Dunia. atau piala Asia yang tak mampu lolos dari penyisihan group.

masih amat jauh dari prestasi yang menggembirakan. jika melihat banyaknya kerusuhan suporter yang menghiasi wajah persepakbolaan indonesia. tawuran antar suporter sudah merupakan hal yang wajar, begitu pula tawuran antar pemain yang masih banyak menghiasi pertandingan

jika kisaran anggaran sebesar itu di alokasikan untuk para korban bencana yang marak melanda negeri ini….hmm.. .. mulai dari korban lumpur lapindo yang tak kunjung mendapat ganti 100 % rugi Cash and Carry. relokasi korban aceh yang terkesan kurang sungguh-sungguh. atau korban bajir yang masih tertampung di pengungsian, korban tanah longsor dan seabrek korban bencana yang melanda negeri gemah ripah loh janawi, subur makmur rakyat nganggur.

lalu pertanyaan bagi kita, pantaskah kisaran uang segitu untuk mengurusi sepak bola yang belum menemukan jatidiri sebagai sepak bola?, mengingat jika masih banyak hal lain (yang dalam kaca mata penulis), banyak rakyat yang membutuhkan uluran biaya??….

semua kita yang menjawab sendiri…………………..

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.