Berbagi Cerita

Februari 18, 2008

Teguran Allah

Filed under: Renunganku — masibnu @ 7:29 am

kejadian tidak menyenangkan acap kali terjadi menimpa diri kita, bahkan terkadang pula tak hanya “kurang” menyenangkan, bahkan membuat hati kita merasa sakit dan teriris-iris. seiring dengan kejadian menyakitkan tersebut, sering pulakah kita berusaha memahami hikmah di balik kejadian “naas” yang menimpa diri kita, sebuah pejalaran bagi kita, terkadang kita perlu untuk “dijewer” dengan kejadian yang tidak mengenakkan agar kembali kepada Allah.

========================================

hari Jum’at ba’da maghrib beberapa kali mengalami kejadian yang tak biasanya, mulai dari kran yang rusak sehingga basah kuyup sekujur tubuh.., angkot yang ditumpangi kehabisan bahan bakar dan harus berlarian membeli bahan bakar di SPBU terdekat, sampai mencari seorang “tukang ojek” yang ga dapet-dapet dan “harus” naik taksi untuk memburu waktu agar masih dapat mengikuti majelis ilmu. semua seakan telah menjadi “pertanda” awal.

ba’da majelis ilmu jam 9.30 malam kami, ikhwan bertiga berdiskusi panjang lebar tentang masalah yang banyak dihadapi oleh ikhwan-ikhwan sampai jam 1 dini hari sambil menunggu waktu untuk berangkat mudik ke kampung halaman.sekitar pukul 1 sabtu dinihari akhirnya perbincangan diselesaikan dengan sebelumnya mengisi perut di warung “kucingan”. hmm bisa mengganjal perut yang sejak sore belum diisi makanan.saya putuskan untuk langsung menunggu bus jurusan Semarang-Solo tanpa pulang ke kost terlebih dulu. 5 menit, 10 menit sampai setengah jam berlalu dan akhirnya bus yang ditunggu datang juga, dengan trayek Pulo gadung sampai Pacitan akhirnya saya “terpaksa” naik. gelagat sudah tidak baik dengan kondektur yang menarik ongkos dengan duduk bersebelahan di Jok bus. sambil memberikan uang 50 ribuan, saya mengeluarkan dompet dari dalam tas. setelah mendapat uang kembalian dari kondektur saya langsung terlelap. maklum sejak siang tak ada waktu istirahat.di tengah perjalanan antara boyolali sampai kartosuro, saya dibuat agak kaget dengan adanya orang bertopi duduk di samping saya. masuk belum lama kok cepat turunnya (dengan setengah sadar) saya berusaha mengecek tas.

“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un”. Dompet saya raib. dopet yang berisi Tanda Pengenal, ATM, KTA Valensi (Lembaga penelitian Mahasiswa) dan sejumlah uang untuk perjalanan balik ke Semarang bersama Orang Tua. melihat hal demikian sekonyong-konyong saya langsung berusaha mengejar manusia bertopi yang duduk di samping saya (bertepatan dia turun di Kartosuro) padahal tiket saya sampai Solo.

ah ternyata lebih cepat menghilangnya dari pada “pengejaran”. akhirnya dengan berusaha menghibur diri, kutenangkan fikiran sejenak. memang sihh tidak terlalu banyak nilai uang yang ada di dompet, tetapi ada pula di sana ATM BNI, yang juga sudah saya cantumkan No PIN ATM tersebut dalam secarik kertas (baca : wasiat) yang memang saya letakkan di dompet tersebut. hakekatnya bukanlah sebuah catatan surat wasiat tetapi catatan hutang agar, jika kejadian tak terduga menimpa saya, ada saudara yang berusaha mengecek rekening, jika ada tabungan biar melunasi dengan itu.

========================================

akhirnya setelah sampai di sragen berusaha sholat subuh dan mencari setitik hikmah dari kejadian tersebut. dengan kajdian tersebut mungkin ada harta yang belum bersih dan dengan hal itu Allah berusaha mengingatkan dengan “menjewer” saya. bagitu pula dengan sebuah keteledoran. tidak biasanya saya meletakkan dompet di dalam tas. begitu pula sebuah “kesalahan” lain yang saya letakkan di dalam dompet.Teguran ini begitu berharga disamping terdesaknya kebutuhan dalam jangka dekat. semoga kita mampu mengambil hkmah dari kejadian pahit yang meimpa diri kita. kita tinggal meyakinkan diri kita bahwa kejadian tersebut telah ada yang MERENCANAKAN. hanya setitik keredlaan kita yang dibutuhkan untuk menghadapi kenyatan yang kadang terasa pahit.
Allahu a’lam

2 Komentar »

  1. emang bener slalu saja dibalik peristiwa/ musibah ada hikmah yg harus kita petik….saya juga baru menggalaminya kemarin sore……..alhamdulillah saya sadar, mungkin semua kejadian itu adalah sedikit teguran dari Allah agar kita selalu inggat pada-Nya…Saya sanggat bersyukur dgn kejadian itu Allah mampu menyadarkan/ memberi hidayah kepada Saya……..
    Buat yang baca agar dibukakan pintu hidayahnya…amin

    Komentar oleh fitri — Desember 30, 2009 @ 7:23 am | Balas

  2. amien juga mbak fitri…

    Komentar oleh masibnu — Januari 2, 2010 @ 7:11 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: