Berbagi Cerita

Maret 31, 2008

MisTeri Sholat Subuh

Diarsipkan di bawah: get the spirit — masibnu @ 7:34 am

inilah Tema yang diangkat dalam Spiritual Transformation Series II, yang digelar di Masjid Pangeran Diponegoro Semarang. Memang, judul yang diangkat menukil judul sebuah buku yang fenomenal karya Dr. Raghib As Sirjani terbitan Aqwam.

btw inilah salah satu keadaan Njomplang yang perlu mendapat perhatian kaum muslimin.
sebuah kalimat yang membuat bulu kudu bergetar adalah “kaum Yahudi takkan takut pada kaum muslimin sebelum jamaah sholat subuh sama jumlahnya dengan jamaah sholat jumat”.
sehingga dengan melubernya jamaah sholat subuh menjadi salah satu indikasi kebangkitan umat Islam.

“mas ibnu hari ini saya jadi MC, tolong antum yang jadi Korlap acara yach, kalau ada beberapa kekurangan segera ambil tindakan. Dan perbantukan panitia yang laen”.
“Ocreh, Siap pak Kethu”
hehe, lah saya jadi sie acara, dan acara perdana didaulat jadi Moderator eee sekarang jadi korlap, bukan koordinator Ngelap loh yach.

Dengan panitia yang jumlahnya sekitar 10 orang dan semuanya dari genre Ikhwan, maka praktis saat hari H, agak kelimpungan terhadap kehadiran peserta akhwat, jika bantuan panitia akhwat berhalangan hadir karena ngurusin keluarganya,.. hehe… (ujung-ujungnya minta bantuan ummahat yang udah hadir di lokasi (lewat suaminya) untuk bersedia membatu di registrasi… ^_^

==============

Tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Umar Faqihuddien (pengasuh Pondok Pesantren Islam Baitus Salam Semarang) ini membuat para hadirin terkesima , termasuk juga bagi saya yang berada di luar masjid, walaupun dengan suara pengeras yang agak terganggu dengan suara kendaraan di jalan raya. Tetapi hal yang takkan bisa saya pungkiri adalah jika sebuah kalimat disampaikan dengan hati maka akan sampai di hati pendengarnya pula, InsyaAllah.

Dimulai dengan sebuah hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya’ dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya meskipun dengan merangkak. Sungguh aku ingin menyuruh untuk melaksanakan sholat, lalu sholat itu ditegakkan, lalu aku perintahkan seseorang untuk mengimami sholat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu baker yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri sholat jamaah, sehingga aku bakar rumah mereka” (HR Bukhori dan Muslim)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang berhati dan berakhlaq paling lembut. Dengan sederet kisah kelembutan akhlaq beliau, tetapi untuk urusan Sholat beliau tak ambil kompromi “sehingga aku bakar rumah mereka”.

Bahkan ketika menjelang detik-detik akhir hayat beliau Sholat menjadi hal yang senantiasa diulang-ulang untuk diwasiatkan.

* kadang tema ini lupa diangkat kaum muslimin, sehubungan dengan bulan Rabiul Awwal, kebanyakan kaum muslimin terjebak dalam perayaan maulid Nabi, padahal beliau lahir dan meninggal pada tanggal dan bulan yang sama…. Hiks… padahal bukankah lebih penting untuk disimak dan dipelajari serta di jalankan wasiat menjelang kematian dari pada kelahiran beliau???

Apabila Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam meragukan keimanan seseorang, maka beliau akan menelitinya pada saat sholat subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.

Sedangkan bagi perempuan, walau sholat di masjid diperbolehkan, sholat dirumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya. Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda “Janganlah kalian melarang wanita-wanita sholat di masjid, sedangkan sholat mereka si dalam rumah adalah lebih baik (HR Abu Dawud)

Inilah motivasi yang sangat berharga bagi kaum muslimin, disamping beberapa faedah dan fadlilah yang laen (untuk selengkapnya baca bukunya sendiri yach *promosi mode ON) ^_^

Akhirnya menjelang dluhur acara diakhiri dengan beberapa masukan, tanggapan, kritik dari peserta. Hampir sebagian besar peserta yang memenuhi masjid merasa puas dengan penyajian ustadz dan menuntut untuk dilaksanakan kajian rutin tiap seminggu sekali.. Allahu akbar..

Laa haula walaa quwwata illa billah

Maret 29, 2008

Presiden Nonton AAC

Diarsipkan di bawah: sharing — masibnu @ 7:48 am

pagi tadi, ketika sampai ditempat kerja langsung menyalakan televisi melihat berita terhangat (biasanya sehh hangat-hangat tahi ayam ). disamping berita kerusuhan di Kendari, salah satu berita yang cukup menarik minat saya adalah pak presiden SBY di dampingi beberapa jajaran menterinya menonton Film Ayat-Ayat Cinta.

* maaf bukan bermaksud mendukung film tersebut atau langsung menolak mentah-mentah kehadirannya, ditengah kontroversi film tersebut.

walaupun sebetulnya saya sendiri kurang Sreg dengan film tersebut jika dibandingkan dengan novel aslinya. btw, bukan disini tempat membahas beberapa perbedaan pendapat mengenai film tersebut. sudah banyak blog-blog yang berdiskusi panjang lebar tentang film tersebut.

yang ingin saya soroti adalah, pak presiden butuh hiburan yach . diantara ngurusin rakyat (semoga bener-bener ngurusin rakyat, bukan hanya ngurusin diri sendiri, keluarga atau par*** nya).

banyak sekali contoh seorang pemimpin yang dapat dijadikan contoh, Umar Ibn Khottob tak akan makan enak sebelum semua rakyatnya telah makan, dalam Sidak beliau (hehe) ditengah malam (beliau sering melakukan Sidak sendirian dengan pakaian rakyat jelata, agar tidak diketahui bahwa beliau adalah seorang amirul mukminin, berbeda dengan sidak jaman sekarang yang udah direncanakan jauh-jauh hari ), beliau mendapati seorang ibu yang dikelilingi beberapa anak kecil yang menangis minta makan. padahal ibu tersebut telah menanak sesuatu, bukannya gandum tetapi batu (kerikil) yang sedang dimasak, dengan harapan agar anaknya terkantuk dan tertidur dalam kelaparan lantaran menunggu masaknya barang yang sedng dimasak (kapan yach matangnya kerikil??)..

mengetahui hal tersebut, Umar bin khotob langsung manangis meninggalkan ibu tersebut dan langsung menuju kerajaan mengambil sekarung gandum yang hendak diberikan kepada ibu tersebut dengan beliau sendiri yang memanggulnya. ketika ada pembantunya berusaha memanggulnya beliau lantas berkata “apakah kelak di akherat engkau akan mampu memikul beban yang saya emban lantaran rakyatku kelaparan?”….. MasyaAllah
*dengan teks pribadi penulis.

atau contoh lain ketika Umar bin abdul aziz menjabat gubernur, beliau dalam keadaan gemuk (kalau tidak bisa dibilang tidak kurus), tetapi setelah kematian pendahulunya, Sulaiman bin abdul Aziz dan beliau dibaiat untuk menggantikannya, maka kondisi beliau jadi kurus kering lantaran memikirkan urusan rakyatnya…

memang berat amanah bagi seorang pemimpin…… jika ada salah satu rakyatnya yang kelaparan maka dia manusia pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban.

jika melihat kondisi Indonesia yang masih banyak rakyatnya yang kelaparan, maka silahkan korelasikan dengan keadaan yang dijalani para pejabatnya….. …

sooo….(bagi saya pribadi) terkesan berita yang cukup lucu dan membuat gemez, ditengah banyaknya rakyat yang kelaparan, di tengah naiknya harga sembako, di tengah naiknya harga minyak, masih bisa santai dan leha-leha dengan seperti itu……………

Allahu a’lam bish showab

Maret 25, 2008

malam pengantin Vs malam Ribath

Diarsipkan di bawah: get the spirit — masibnu @ 7:58 am

para pembaca yang budiman,… pagi ini saya berusaha menyuguhnya sebuah evaluasi akan amal kebaikan yang telah kita lakukan, yaaa…. seberapa jauh kita merasa butuh dan menikmati amal yang kita kerjakan.

jika dikorelasikan dengan beberapa motivasi manusia dalam beramal, maka kita masuk kategori yang manakah???
1. beramal karena riya’
2. beramal karena bakhil
3. beramal karena terpaksa
4. beramal karena ikhlash

(semoga amal kita termasuk kategori yang ke 4).
dalam sebuah bukunya, al jawaabul kaafi imam Ibnu Qoyyim menjelaskan bahwa amal kebaikan bagi manusia jika dilakukan dengan ikhlash akan menimbulkan sebuah rasa “ketagihan”, sebagaimana ketagihannya kepada sebuah kemaksiatan. ketika manusia melaksanakan amal kebaikan satu, maka amal kebaikan yan lain akan berkata padanya, “tolong saya juga segera dilaksanakan”. begitu pula jika melakukan sebuah kemaksiatan, maka kemaksiatan yang lain akan berkata padanya untuk segera dilakukan. (redaksi pribadi)

jika selama ini kadang kita belum benar-benar menikmati amal kebaikan dan jalan kebenaran yang telah kita yakini, maka sebuah perkataan Kholid Bin Walid Radliyallahu ‘anhu (siapa yang tak kenal nama beliau) kiranya mampu menjadi cambuk bagi kita bersama
“Malam pengantin dengan wanita yang sangat saya cintai kemudian dikabarkan akan lahirnya bayi laki-laki tidaklah lebih aku sukai dari pada malam yang sangat dingin sedang aku berada di perbatasan musuh untuk berjaga, yang keesokan harinya akan menyerang musuh”

Allahu a’lam

hubungan Cethok ama akhwat

Diarsipkan di bawah: iseng, santai aja.. — masibnu @ 7:55 am

beberapa hari yang lalu, banyak hal yang bisa di peroleh (hayah sebetulnya tiap hari banyak hal yang mampu diperoleh kalau bener2 mau merenungi). bisa membantu orang lain merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri yang terkadang tak mampu di luapkan dengan segemgam bahasa,….

=============

“mas, tolong carikan 5 orang yang kuat-kuat untuk membantu akhi m****n” sebuah sms masuk ke HP ku….
“bantu opo to mas”?
“pokok’e mau bantu ga”
“benah2, kalau mau bantu besok kumpul di rumahnya akhi yu*** jam 10 thet. yang telat ditinggal”..
serangkaian sms hari kemarin yang menguras pulsaku (maklum lagi ngirit pulsa) ^_^

weleh2….
^_^

hari H nya pukul sepuluh kurang tiga puluh menit….
ayoo budalllllll” yang telat ditinggal”... suara saya kepada temen2…
hmmm tepat jam sepuluh lebih lima menit (weks tetep telat juga)… akhirnya bertemu dengan rombongan…

“emang mau bantu opo tooo?”
“angkut2 mungkin, khan ada yang mau pindahan”..

“yuuuk langsung tancap menuju lokasi”

=============

sesampainya di lokasi ternyata eh ternyata……
“monggo mas, silahkan pegang yang bisa”
waks…
ternyata yang tersedia adalah cangkul, ember, batu bata, pasir, semen, cethok, tangga, ….
hehe…
gimana mau angkut2 lha wong rumahnya aja beluim jadi. akhirnya saya langsung pegang cangkul terlebih dulu mendahului ikhwan-ikhwan yang lain.
pegang ballpoint pantes, pegang MIC pantes, pegang cangkul kok yaa juga pantes”… suara seorang ikhwan di antara “gembrobyosnya” keringat….
hehehe…

tetapi kelihatanya kok ga ada yang bisa pasang batu bata pada dinding, akhirnya saya berubah kerjaan menjadi “tukang batu” dadakan….. mumpung udah ada sedikit pengalaman

perbincangan sesama ikhwan akhirnya muncul juga…sebuah pertanyaan dari “pelayan adonan”
“mas ibnu, sampeyan kelihatanya udah mahir pegang cethok, lha kapan pegang akhwatnya?”
“wakssss, ga boleh dunks pegang2… bukan mahrom tauuuuu”……
“yee khan bisa dijadikan boleh dulu toh”
“opo hubungane cethok ama akhwat???”

(ada yang bisa jawab ga yach)
hehe
aya aya ae…….

*pengalaman mencangkul dan jadi tukang batu gadungan waktu eS eM A ternyata masih berguna….hihihi…

aku “tak bisa” tidur

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat — masibnu @ 7:51 am

sepulang dari rumah, tanggal 20 maret 08 (loh kok??, hihi)  malamnya aku ‘tak bisa’ tidur………
kenapa yach??
apakah gara-gara mendapat angin malam yang dingin, kena angin segar atau gara-gara kecapaen setelah hampir seharian urip ning mobil, (maklum berangkat pagi umun-umun) kembali ke Semarang habis dluhur (walaupun sempat mampir di Solo, ditempat pakdhe sambil menanti hujan reda…).

di tengah jalan (setelah sholat isya’) mau mengisi perut dulu nich (walaupun sebetulnya tidak lapar babar blash), tetapi untuk menghormati orang tua sebagai kemudi rombongan , maka dengan agak senang (hehe) ikut juga makan di seputar Boyolali tepatnya di resto warung tegal.

eeee…..

“dunia memang sempit”…
begitulah hal yang terucap ketika bertemu dengan seorang ikhwan Semarang bersama istri dan “Tunasnya” yang sedang tertidur pulas. sepasang (eh udah tambah satu “tunas” dink), yang hendak mudik ke Sukoharjo (kabarnya seh pengin menghadiri walimahan, sedang musim walimahan jeee). tak disangka tak diduga,… kok ketemunya di warung makan . hehe….

hmmm … kenapa yach ‘ga bisa’ tidur????

*sedang shift jadi satpam sampai pagi dink, coba kalau tidur malah bisa berabe, bisa raib semua tuch di gondol malink

Maret 1, 2008

nasgor made in Ikhwan

Diarsipkan di bawah: iseng, santai aja.. — masibnu @ 7:28 am

kemarin, selepas jumatan hendak mengunjungi kampus yang sudah beberapa hari tak dijenguk :) tetapi berhubung hari sedang hujan deras, maka niatan ke kampus menemui bapak tercinta (hayah) diurungkan dulu.

ahhh ngapain ni hujan-hujan gini????…..

ikhwan-ikhwan ngumpul, dari pada memperbincangkan masalah yang ga jelas mendingan buat acara senang-senang nich. hmm masak Nasi Goreng. di makan rame-rame. sepiring bertiga. ide cemerlang.

padahal juga tuch belum masak nasi, belum buat bumbu dan thethek bengeknya :) ah gapapa. sambil belajar masak, siapa tau ntar bisa ngajarin istrinya masak… (hehe ga kebalik tuch).. beras tinggal masak, cabe garam, bawang, bumbu2 sudah tersedia. hanya “uleg’an (lemper) nya yang ga ada. hiks. yach masih modal minjem. (anak kost bangets yach)

dengan bahan2 yang disiapkan oleh mas Ari, kami berusaha meramu resep ala kadarnya :D sambil menunggu nasi yang masak di rice cooker. ayoo bagi-bagi tugas, nyari minyak, nyari uleg’an, nyari air minum, nyari kerupuk, nyari istri (loh kok) hihi…..

sampailah pada tugasku, mengiris-iris bumbu kemudian ‘nguleg’ beberapa bumbu-bumbu ala kadarnya. hiks hiks kok nangis yach …. (hayoo inget siapa tuch)… eittt inget si bawang merah yang di depannya malah bikin nangis.. :D

semua sudah siap tinggal action, sreng-sreng-sreng……. mantab…. nasi goreng ala kadarnya siap dihidangkan…

“hmm gimana rasanya, keasinan ga?”

“wah mas ibnu, pas dengan selera, ga keasinan” nyam-nyam nyam… sambut I***n, (dasar I***n, segala masakan langsung di lahap, apalagi kalau keadaan laper) hehe

“wah kalau ini kiurang asin kanggo aku, tambahin garam lagi yach”. waks… si A***e nyeletuk

“oooo pantes, udah minta nikah mulu, bawaannya makanannya yang asin-asin” (apa hubungannya) hihi…..

“nambah lagi ga?”

“hmm, enak sih mas, soalnya hanya dikit” dimakan sepiring bertiga lagi…. hihi…

“ya udah ntar malem jam sekitar jam 11 kita masak nasgor lagi, coz saya sebelumnya ada acara sampai jam segitu, khan nasinya masih sisa banyak tuch”.

“Oki doki.. ditunggu mas reseph yang lebih mantab”.

“OK, ntar malem kita juga ketambahan salah satu chief kita, chief Arianda yang akan membuat resep masakan teri asam, pedas khas kucingan (dan agak gosong)” hahaha….

“siiip mas ditunggu krida sampeyan”…

wah ikhwan-ikhwan yang sedang asyik masak, mau ngalahin masakannya akhwat yach :D

mau nyoba?..

Blog pada WordPress.com.