Berbagi Cerita

Maret 25, 2008

malam pengantin Vs malam Ribath

Diarsipkan di bawah: get the spirit — masibnu @ 7:58 am

para pembaca yang budiman,… pagi ini saya berusaha menyuguhnya sebuah evaluasi akan amal kebaikan yang telah kita lakukan, yaaa…. seberapa jauh kita merasa butuh dan menikmati amal yang kita kerjakan.

jika dikorelasikan dengan beberapa motivasi manusia dalam beramal, maka kita masuk kategori yang manakah???
1. beramal karena riya’
2. beramal karena bakhil
3. beramal karena terpaksa
4. beramal karena ikhlash

(semoga amal kita termasuk kategori yang ke 4).
dalam sebuah bukunya, al jawaabul kaafi imam Ibnu Qoyyim menjelaskan bahwa amal kebaikan bagi manusia jika dilakukan dengan ikhlash akan menimbulkan sebuah rasa “ketagihan”, sebagaimana ketagihannya kepada sebuah kemaksiatan. ketika manusia melaksanakan amal kebaikan satu, maka amal kebaikan yan lain akan berkata padanya, “tolong saya juga segera dilaksanakan”. begitu pula jika melakukan sebuah kemaksiatan, maka kemaksiatan yang lain akan berkata padanya untuk segera dilakukan. (redaksi pribadi)

jika selama ini kadang kita belum benar-benar menikmati amal kebaikan dan jalan kebenaran yang telah kita yakini, maka sebuah perkataan Kholid Bin Walid Radliyallahu ‘anhu (siapa yang tak kenal nama beliau) kiranya mampu menjadi cambuk bagi kita bersama
“Malam pengantin dengan wanita yang sangat saya cintai kemudian dikabarkan akan lahirnya bayi laki-laki tidaklah lebih aku sukai dari pada malam yang sangat dingin sedang aku berada di perbatasan musuh untuk berjaga, yang keesokan harinya akan menyerang musuh”

Allahu a’lam

& Komentar »

  1. wah kalau saya baru satu… malam yang satunya belum…

    Komentar oleh yuniyanto — Maret 26, 2008 @ 7:50 am | Balas

  2. wah kang U_nee ini mah sedang “pamer” malam yang satu yach….
    hehe…

    *mau dunks… dua-duanya

    Komentar oleh masibnu — Maret 29, 2008 @ 7:51 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.