Sibuk, semua manusia memang disibukkan dengan segudang urusannya masing masing. Kesibukan yang bisa bermacam-macam membuat kita mempunyai banyak pilihan untuk mencari kesibukan, kesibukan yang bermanfaat atau membawa mudlarat. Life is choice (inget pesennya seorang dosen yang arif dan bijak).
Tetapi yang kadang saya merasa aneh, beberapa kesempatan saya menjumpai orang-orang yang sok sibuk, entah itu mondar-mandir tak tentu arahnya (mirip setrika listrik aja).
Eee, kok terasa hari ahad kemarin giliran saya yang merasa sok sibuk yach (hiks)…
Jam 06.00 pagi dapet kabar dari penghubung dengan pembicara Masa Depan Ditangan Islam bahwa jam 03.00 beliau harus pergi ke Jakarta dan tak boleh ditinggalkan. Panitia yang jumlahnya tak sampai hitungan jari tangan, panik untuk seketika. padahal 2 hari sebelumnya pembicara ketika dikonfirmasi masih menyatakan bisa datang.
“Piye Jal”
KOK mendadak BGT !!
Pembicara juga tidak menyediakan pengganti lagi… Padahal tema yang diangkat merupakan tema yang tidak semua Ustadz mumpuni membedahnya. Sehingga harus “mengobrak abrik” cari Link agar dapat ustadz pengganti. dan semua panitia saya harap tetap husnudzan terhadap Ust Abu Fatiah Al Adnani dengan kejadian ini.
Telp sana-Telp sini, mulai dari ustadz yang dari Klaten, Solo, Kudus, dan tentunya Semarang sendiri. Kebanyakan Jawaban yang diperoleh yaitu sama. Bahkan sampai Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang memang sangat Antusias dengan Perkembangan dunia Islam dan Kaum Muslimin berusaha dihubungi. jawabnya?? hampir sama semua
“maaf mas, Saya sudah ada jadwal ngisi yang laen. Coba antum hubungi ustadz ini”….
ketika masih dalam kepanikan seorang panitia bilang pada saya,
“mas kalau dibatalkan acaranya gimana, atau mas ibnu yang jadi ustadz dadakan?, mirip bukunya mas Burhan yang baru”
“TIDAK!!. Acara tetap dan harus berlangsung!, pokoknya cari ustadz yang bisa. sedapatnya. dan enak aja…emang saya ustadz po?? suruh gantiin…”.
jawab saya sambil dengan nada bercanda agar suasana kalut agak hilang
akhirnya jam 7.30 sang pembicara pengganti diperoleh.. Alhamdulillah. Walaupun memang persiapan yang minim dan Materi yang disampiakan dari sudut pandang Historis Berdiri dan Hancurnya sebuah Peradaban, Baik itu Peradaban Romawi, Peradaban Islam maupun Peradaban Barat. sehingga Sudut pandang Dalil Syar’i dan data empirik kurang banyak mendapat perhatian.
akhirnya acara tetap berlangsung dengan antusias. beberapa tulisan terkait tema yang diangkat ada disini dan disini
diakhir acara, ketika sang moderator menutup acara dengan menukil sebuah tulisan ust. Farid
…………………………George Bush bahwa ini adalah Perang Salib (Crusade), meski kemudian dia menarik lagi kata-kata itu. Amerika Akan Hancur dari Dalam Sebenarnya Amerika itu mengandung banyak kelemahan. Kata Al-Maududi, andaikan umat Islam bagaikan lalat-lalat yang mengiang di telinga sang gajah, maka gendang telinganya akan pecah. Tapi sayangnya, suara umat Islam tidak bulat. Mereka dipecah-pecah menjadi tiga kelompok.
- Kelompok pertama adalah kelompok formalistik, yaitu mayoritas umat Islam yang mempraktikkan Islam sebatas ritual.
- Kedua, kelompok umat Islam yang substansialistis atau modernis, atau inklusif, atau liberalis, atau nasionalis, atau sekularis, yang hanya mau roh Islam tapi jasad syaitan. Mereka adalah anak-anak emas Barat.
- Sedangkan yang menjadi target mereka dan harus dihancurkan adalah kelompok fundamentalis (istilah mereka), yaitu umat Islam yang ingin kembali menerapkan Islam secara kaffah atau menyeluruh, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dll.
muncul beberapa komentar dari seorang panitia “moderatornya galak”.. hehehe
jika ingin mengetahui lebih mendetail, silahkan baca sebuah buku karya Abu Fatiah Al Adnani yang covernya di bawah ini….

