Berbagi Cerita

Mei 26, 2008

Masa Depan Ditangan Islam (II)

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:15 am

Sibuk, semua manusia memang disibukkan dengan segudang urusannya masing masing. Kesibukan yang bisa bermacam-macam membuat kita mempunyai banyak pilihan untuk mencari kesibukan, kesibukan yang bermanfaat atau membawa mudlarat. Life is choice (inget pesennya seorang dosen yang arif dan bijak).

Tetapi yang kadang saya merasa aneh, beberapa kesempatan saya menjumpai orang-orang yang sok sibuk, entah itu mondar-mandir tak tentu arahnya (mirip setrika listrik aja).

Eee, kok terasa hari ahad kemarin giliran saya yang merasa sok sibuk yach (hiks)…
Jam 06.00 pagi dapet kabar dari penghubung dengan pembicara Masa Depan Ditangan Islam bahwa jam 03.00 beliau harus pergi ke Jakarta dan tak boleh ditinggalkan. Panitia yang jumlahnya tak sampai hitungan jari tangan, panik untuk seketika. padahal 2 hari sebelumnya pembicara ketika dikonfirmasi masih menyatakan bisa datang.

“Piye Jal”

KOK mendadak BGT !!
Pembicara juga tidak menyediakan pengganti lagi… Padahal tema yang diangkat merupakan tema yang tidak semua Ustadz mumpuni membedahnya. Sehingga harus “mengobrak abrik” cari Link agar dapat ustadz pengganti. dan semua panitia saya harap tetap husnudzan terhadap Ust Abu Fatiah Al Adnani dengan kejadian ini.

Telp sana-Telp sini, mulai dari ustadz yang dari Klaten, Solo, Kudus, dan tentunya Semarang sendiri. Kebanyakan Jawaban yang diperoleh yaitu sama. Bahkan sampai Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang memang sangat Antusias dengan Perkembangan dunia Islam dan Kaum Muslimin berusaha dihubungi. jawabnya?? hampir sama semua

“maaf mas, Saya sudah ada jadwal ngisi yang laen. Coba antum hubungi ustadz ini”….

ketika masih dalam kepanikan seorang panitia bilang pada saya,

“mas kalau dibatalkan acaranya gimana, atau mas ibnu yang jadi ustadz dadakan?, mirip bukunya mas Burhan yang baru”

“TIDAK!!. Acara tetap dan harus berlangsung!, pokoknya cari ustadz yang bisa. sedapatnya. dan enak aja…emang saya ustadz po?? suruh gantiin…”.


jawab saya sambil dengan nada bercanda agar suasana kalut agak hilang

akhirnya jam 7.30 sang pembicara pengganti diperoleh.. Alhamdulillah. Walaupun memang persiapan yang minim dan Materi yang disampiakan dari sudut pandang Historis Berdiri dan Hancurnya sebuah Peradaban, Baik itu Peradaban Romawi, Peradaban Islam maupun Peradaban Barat. sehingga Sudut pandang Dalil Syar’i dan data empirik kurang banyak mendapat perhatian.

akhirnya acara tetap berlangsung dengan antusias. beberapa tulisan terkait tema yang diangkat ada disini dan disini

diakhir acara, ketika sang moderator menutup acara dengan menukil sebuah tulisan ust. Farid

…………………………George Bush bahwa ini adalah Perang Salib (Crusade), meski kemudian dia menarik lagi kata-kata itu. Amerika Akan Hancur dari Dalam Sebenarnya Amerika itu mengandung banyak kelemahan. Kata Al-Maududi, andaikan umat Islam bagaikan lalat-lalat yang mengiang di telinga sang gajah, maka gendang telinganya akan pecah. Tapi sayangnya, suara umat Islam tidak bulat. Mereka dipecah-pecah menjadi tiga kelompok.

  1. Kelompok pertama adalah kelompok formalistik, yaitu mayoritas umat Islam yang mempraktikkan Islam sebatas ritual.
  2. Kedua, kelompok umat Islam yang substansialistis atau modernis, atau inklusif, atau liberalis, atau nasionalis, atau sekularis, yang hanya mau roh Islam tapi jasad syaitan. Mereka adalah anak-anak emas Barat.
  3. Sedangkan yang menjadi target mereka dan harus dihancurkan adalah kelompok fundamentalis (istilah mereka), yaitu umat Islam yang ingin kembali menerapkan Islam secara kaffah atau menyeluruh, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dll.

muncul beberapa komentar dari seorang panitia “moderatornya galak”.. hehehe

jika ingin mengetahui lebih mendetail, silahkan baca sebuah buku karya Abu Fatiah Al Adnani yang covernya di bawah ini….

Mei 20, 2008

Masa Depan Ditangan Islam

Diarsipkan di bawah: lebih serius, petualangan — masibnu @ 7:18 am

Pertempuran dan pertarungan antara Al Haq yang diwakili oleh Islam dan Al Bathil yang diwakili USA dan kroni-kroninya telah, sedang dan akan terus berlangsung hingga datangnya hari kiamat. dan Semua pertempuran akan menghadirkan sang pemenang dan sang pecundang. Bagi kaum Muslimin, Tak ada lagi keraguan, bahwa Kemenangan ada ditangan Islam. Islam akan kembali muncul sebagai pemenang. detik-detik kehancuran USA dan antek-anteknya yang di komandoi oleh Mr. Drakula bin Monster G.W.Bush* mulai terlihat. Bahkan batupun di akhir zaman akan berbicara pada ummat Islam jika di baliknya terdapat kaum yahudi, agar umat Islam menghabisinya. so segera bersiap menyambut datangnya fajar kemenangan.

Akankah kita hanya jadi penonton yang ikut bersorak ketika Tim yang “digemari” memperoleh kemenangan?? dan menyalahkan ketika mendapat kekalahan?? atau bahkan (nau’dzubillah) kita ridlo dengan keadaan ketertindasan kaum muslimin saat ini??. tidakkah mempunyai setitik hasrat ikut ambil bagian (walaupun hanya sekeping kecil) dalam “kereta” menuju kemulyaan Islam dan kaum Muslimin.

Ikuti ulasan dalil-dalilnya yang disertai data-data yang akurat tentang bibit-bibit kehancuran USA dan yahudi dalam rangkaian Spiritual Transformation 2008 IV oleh pakar Penulis Buku-buku Akhir Zaman Abu Fatiah Al Adnani, Ahad 25 Mei 2008 di Masjid P. Diponegoro Tembalang Semarang pukul 08.30 Thet.

Don Mis It !!

* meminjam istilahnya seorang ustadz yang sedang Kholwah

Mei 10, 2008

Malu yang hilang

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:55 pm

Sabtu, awal Mei 2008 pukul 11.30, ketika dalam perjalan dari Ngawi menuju Semarang. Sesampainya di Termonal Tirtonadi Solo, saya memutuskan untuk naik Bus AC (bukan patas), yang memang keadaannya saat itu sedang panas . Ternyata saya menjadi penumpang pertamax (dapet diskon karcis ga yach hihi). Saya putuskan untuk menempati kursi paling depan, dengan harapan agar tidak tidur di perjalanan Solo Semarang. Sambil menunggu penumpang yang lain, beberapa pedagang asogan datang menawarkan jajanannya, yang pertama adalah seorang laki-laki yang sudah cukup tua datang menawarkan aneka kacang godok dan tahu asinnya,

“Kacang-kacang, tahu asin, kacang mas?, seribu rupiah aja”…

sampai dihadapanku saya lambaikan dengan isyarat tangan tanda tidak berminat dengan salah satu jajanan tersebut. Pedagang kedua adalah penjual Koran yang sukup terkenal di jawa tengah yang mengabarkan salah seorang bakal calon Guberur Jateng dalam Pilkadal Juni mendatang (yang juga di dukung oleh salah satu Partai Islam) dikabarkan dicekal dengan tuduhan kasus Korupsi. Saya pun tak ambil pusing dengan penjual Koran tersebut.

Pedagang ketiga adalah seorang penjual minuman kemasan, yang sejak saya naik bus mondar-mandir didekat bus yang saya naiki tersebut, lalu mendekati saya dan menawarkan dagangannya. Saya lihat dari penampilannya, orangnya cukup santun, penampilannya dengan celana di atas mata kaki, jenggotnya cukup tebal untuk ukuran orang Indonesia, dan jidatnya berwarna hitam. Akhirnya saya lihat barang dagangannya dan saya putuskan untuk membeli air minum kemasan. Ketika menawarkannyapun si bapak tadi menyuruh saya untuk memilih sendiri barang yang akan saya beli. Saya pun mengambil sebuah merk yang saya rasa bukan milik orang Yahudi (yang sebagian uang hasil produksiya untuk membantai kaum muslimin di penjuru dunia)

“berapa pak air minum dan ekstra josnya”

“4000 mas”.

“Oh ya ini pak. Sukron”.

Sambil menunggu berangkatnya armada bus, saya menyalakan MP3 yang saya pinjam dari teman sekontrakan yang saya isi dengan murotalnya Syaikh Misyari Rasyid Al Ifasi, untuk mendengarkan surah Al Anfaal. Ditengah asyiknya mendengarkan merdunya murotal, masuklah 2 orang mbak-mbak yang maaf (malunya hampir habis terkikis angin), dengan celana jins hanya setengah pahanya langsung duduk “jegang” dengan kaki kanan disilangkan di atas kaki kiri, mengambil duduk teap di kursi disebelah saya, dan yang satunya dibelakang pak sopir. Padahal jok di bagian belakang yang berisi dua kursi masih sangat banyak yang kosong…

Huh…… ini orang pakaian adiknya kok dipakai terus, ntar masuk angin gimana?. Batin saya dalam hati. Kok yaa ga punya malu sih?

Dengan hati deg-degan, saya putuskan untuk “menyingkir” dari kursi tersebut. Saya pindah ke kursi yang belakang. Ketika saya memutuskan pindah mbaknya berujar

“makasih ya mas”.

akhirnya setelah saya pindah mereka berdua bisa duduk bersebelahan.

“kurang ajar”, batin saya..

Awalnya saya ragu-ragu untuk memutuskan pindah kursi, dengan maksud saya mendengarkan murotal sambil menirukan dengan lidah saya agar mbak yang duduk di samping saya ini merasa bahwa saya ini orang muslim, tapi apakah masih ada perasaan menghormati bahwa saya seorang laki-laki muslim yang sedang duduk disampingnya??

Apa karena tampang saya yang jenggoten tipis dan kumis saya cukur habis menandakan saya seorang muslim yang akan mengambil langkah seribu kalau si mbak duduk didekat saya.

Kejadian hampir serupa juga terjadi ketika saya dalam kendaraan sewaktu balik. Dari arah Sragen ke Ngawi saya memutuskan untuk mengambil duduk di jok paling belakang yang masih kosong. Ketika sedang asyiknya mendengarkan murotal juga, masuklah serombongan anak-anak SMA cewek yang dengan candaan khasnya langsung duduk berjejer di dekat saya, baik di sebelah kanan maupun di sebelah kiri saya. Sehingga tinggallah saya laki-laki yang diapit oleh beberapa wanita baru gede. Dengan mangkel dan ngrundel saya putuskan pula untuk maju ke beberapa jok depannya yang masih kosong.

Hmmm… inikah sedikit gambaran sebagian kaum hawa yang rasa malunya telah dijual atau bahkan tanpa dibeli, rela dan ikhlas hati…

Nau’dzubillah min dzalik..

“Allah, apalagi adzab yang akan Engaku timpakan pada kami, jika kemaksiatan di depan mata kami, kami menjadi manusia kerdil yang tak berani menegurnya. Ampuni atas kesalahan dan kekhilafan kami Yaa Allah, dan berikanlah hidayahMu bagi mereka yang belum menemukan jalan terindahMu”

Blog pada WordPress.com.