Berbagi Cerita

September 23, 2008

Susah Menulis??

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:07 am

“Mas ibnu masih sering menulis?”
suatu ketika ‘patner’ di tempat kerja bertanya nyelonong aja.

“Nulis-nulis di blog, dan sudah punya rencana mau nulis buku”

“biasanya nulis tentang apa to mas?”

“yaa sesukanya, lagi pengin nulis tentang agama yaa tulis aja, pengin nulis keprihatinan hati tentang kondisi masyarakat yaa tinggal nulis, pokoknya apa yang saat itu sedang ada di benak”

“Lha gimana seh mas, caranya nulis?, sistematikanya, apa harus punya masalah trus nyari solusi dulu, baru ditulis”

“itu dah terlalu berlebihan, kalau saya selama ini ga manut pakem, sistematika penulisan, apa yang ada di benak yaa udah trus ditulis, lom mikirin bagus dan tidaknya, kalau baru mulai udah berfikir ntar tulisannya tidak bagus gimana??, bisa-bisa ga jadi nulis”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ternyata menulis menjadi momok bagi sebagian besar orang. Saya masih teringat ketika zaman SD dulu dalam pelajaran Bahasa Indonesia setiap kali ujian catur wulan (dahulu masih menggunakan sistem catur wulan) pasti ada tugas mengarang. Baik itu mempersepsikan beberapa gambar yang ditampilkan dalam kertas ujian atau hanya disuguhi sebuah Tema saja.

Ketika melihat peradaban zaman pun tidak akan bisa lepas dari yang namanya TULISAN. Beberapa prasasti yang ditemukan di bumi Nusantara menandai berakhirnya zaman prasejarah, yang dimulai dengan tulisan juga.

Bahkan dalam sebuah cerita dari seorang teman dekat, dia tidak benar-benar mengetahui kepribadian ayahnya, bahkan hingga sang ayah meninggal sebelum dia ia menemukan buku harian yang ditulis oleh almarhum ayahnya. Semua berawal dari tulisan juga.

Nulis,. kok terkadang syusyah banget yach menuangkan isi benak?, apakah harus mempunyai hati yang lembut selembut hati seorang A Be Ge yang sedang Fall in Love, hingga tak terasa begitu mudah menggoreskan pena, hingga menghasilkan begitu banyak dan begitu panjang lebar tulisan untuk mengungkapkan perasaan yang berkecamuk di dadanya???

September 22, 2008

Meninggalkan Maksiyat Malah Dapet istri??

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — masibnu @ 7:28 am
Tags:

Bismillah

Kisah ini saya tulis sebagai sebuah bentuk cerminan, bagi kita bersama. Sebagai sebuah contoh yang baik akan sifat Khouf kepada Allah. Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi sekitar abad 6/7 HIjriyah.

Kisah ini terjadi di sebuah kota Damascus di sebuah masjid At Taubah (sekarang masih ada masjid tersebut). Di masjid tersebut terdapat seorang Syaikh kehidupannya pas-pasan, setiap hari menghabiskan waktunya untuk mengajarkan Dien. Suatu ketika datanglah seorang pemuda miskin yang hendak menuntut ilmu pada syaikh tersebut. Pemuda tersebut menceritakan kisah perjalanannya

“Wahai Syaikh, saya ini orang miskin, bolehkah saya menuntut ilmu dan tinggal di masjid bersama dengan anda?”

Syaikh menjawab :
“Jika engkau bersedia hidup sebagaimana saya hidup, maka silahkan engkau tinggal dan menuntut ilmu disini”.

Kemudian saya tinggal bersama syaikh dengan mengikuti “gaya” hidup sebagaimana syaikh hidup. setelah 2 bulan berselang sebuah kejadian yang begitu lapar menimpa saya
“Saya selalu mengikuti syaikh saya. syaikh saya benar-benar Zahid (orang yang sangat zuhud), jika ada makanan maka syaikh saya makan, dan jika tidak ada makanan maka dia berpuasa pada hari tersebut. Dia makan dengan kurma dan ditambah air, begitu pula jika berbuka, dan syaikh ini meninggalkan sifat meminta-minta”.

Kemudian dia bercerita “sudah 2 hari ini saya tidak makan dan tidak ada yang bisa saya makan, saya menggunakan tangan saya untuk mengganjal perut, dan kadang saya membungkukkan badan agar perut saya jadi terlipat. Saya tidak bisa konsentrasi mengikuti taklim, dan akhirnya saya meninggalkan taklim. Saya ingin minta makanan padahal saat itu tidak ada makanan, saya minta makanan di luar belum tentu dikasih. Maka saya berpendapat saat itu saya sudah halal untuk mencuri untuk mengganjal perut saya”

Kemudian saya keluar dan di rumah pertama saya dapati 3 orang wanita yang sedang tidak memakai hijab. Kemudian saya alihkan pandangan saya karena memandang hal yang haram.Kemudian saya mengalihkan ke rumah ke 2. Ternyata kosong dan terdapat bau makanan dari dapur. Kemudian ke dapur dan melhat ada panci yang sedang menyala. Karena saking laparnya, langsung saya buka panci dan saya ambil salah satu dari ketika makanan tersebut dan langsung saya masukkan ke mulut.

Ketika masih mengunyah tiba-tiba ketaqwaannya muncul.
“Subhanallah, syaithan telah berhasil mengalahkan saya dengan berbuat 3 dosa sekaligus.
1. Masuk rumah orang lain tanpa izin
2. Mencuri
3. Makan makanan haram

dan saya yakin jika saya tinggalkan yang haram, karen takut kepada Allah maka Allah akan menggantikan dengan yang baik”.

Kemudian saya kembali ke masjid dnegan perut yang semakin lapar.

Sesampainya di masjid, saya dapati taklim telah usia. Dan saat itu syaikh sedang berbincang-bincang dengan seorang laki-laki, kemudian masuklah seorang wanita yang memakai cadar. saya tidak tahu apa yang dipebincangkannya.
Kemudian syaikh mendekati saya dan bertanya “wahai Muridku, apakah kamu telah menikah”?
maka saya jawab “Belum”

“apakah kamu ingin menikah?”

Saya hanya diam saja. kemudian syaikh mengulangi pertanyaannya 3 kali dan saya menjawab “Syaikh, anda tahu, setelah kepada Allah, hidup saya bergantung pada anda. Jika anda makan maka saya juga makan. Apa yang anda makan, begitu pula yang saya makan. Bagaimana saya mencukupi kebutuhan keluarga saya?”

“Wahai pemuda, ketahuilah, perempuan di sebelahmu ini, adalah seorang wanita yang telah ditinggal mati oleh suaminya dan ditinggali harta yang banyak. Karena takut terkena fitnah, wanita ini meminta kepada orang tua tersebut (satu-satunya walinya) untuk mencarikan jodoh untuknya”.

kamudian saya menerimanya dan pernikahan dilakukan saat itu juga, dengan langsung menghadirkan wali, saksi dan mahar seadanya yang berasala dari pemberian syaikh.

setelah nikah pemuda dengan istrinya tersebut kemudian disuruh pulang kerumah istrinya (yang sekarang telah menjadi rumahnya juga). Betapa kagetnya saya, ketika saya temui bahwa rumahnya adalah rumah yang tadi saya masuki yang hendak saya curi makanannya.

sesampainya di dalam rumah, istri saya berkata
“Saya tadi mendengar bahwa kamu tadi lapar, apakah kamu mau makan?”
Kemudian dia pergi ke dapur dan didapatinya panci yang sedah terbuka dan makanan yang sudah digigit. Kemudian dia bilang
“Siapa yang telah makan makanan saya?”

“Demi Allah begini istriku,…………..
dia menceritakan kisahnya sejak awal.
“Dan demi Allah gumpalan makanan di dapurmu masih basah dan saya tinggalkan hal yang haram karena takut kepada Allah, dan saya yakin Allah akan mengganti dengan hal yang lebih baik”.

Kemudian istri saya menjawab pula dengan bersaksi kepada Allah,
“Demi Allah, engkau meninggalkan segumpal makanan yang haram, Allah jadikan makanan itu, pancinya, rumahnya, dan pemiliknya, yaitu diriku jadi milikmu sekarang”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ternyata Allah membalas ketaqwaan seseorang langusng seketika.

September 18, 2008

Alkohol di Prancis, Banci di Indonesia

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:28 am

Bagi penggemar sepak bola, rasanya jika melihat tayangan Liga Champion antara Marseille Vs Liverpool pasti melihat sebuah keanehan tersendiri. Kostum Liverpoll yang biasanya terdapat logo sponsorĀ  Carlsberg saat itu tidak terpampang di kostum. Lha apa hubungannya??
dari berita yang saya dapat disini diketahui bahwa Prancis melarang iklan alkohol tayang di televisi.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri?? beranikah melarang hal sejenis tayang di televisi?, atau bentuk pelanggaran yang lain seperti yang saat ini sedang marak-maraknya, pelarangan BANCI nongol di televisi. Katanya Indonesia negara yang sebagian besar penduduknya Muslim. Lantas kenapa masih memperdebatkan pelarangan tersebut?? Orang-orang yang aneh.

September 1, 2008

Pengantin Baru Ngantukan??

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:06 am

hari selasa yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman yang telah agak lama tak bersua. lantaran masing-masing telah menjalani hidup bersama “teman hidupnya”. Awalnya, sebagaimana biasa ciri khas teman yang udah agak lama tak bertemu, yaitu bercanda, (dan kadang sampai gasak-gasakan), apalagi kalau bukan masalah munculnya makhluk baru yang diidamkan oleh setiap pasangan. Hadirnya sang buah hati pelengkap kebahagiaan. hihi

setelah beberapa saat berbincang-bincang maka si ikhwan tersebut mengutarakan sebuah hal yang cukup bikin Gres,…

“Eh antum khan pengantin baru, biasanya pengantin baru itu khan ngantukan toh bawaannya”.

“Iya, saya memang pengantin baru, baru 2,5 bulan. tapi udah hilang tuh ngantukkannya, kelihatanya ente yang masih ngantukan. tuh matanya aja masih merah. hehe”

“yeee… merah bukan selalu ngantuk tau… ini mah kelilipan”. Dengan tangkas si ikhwan langsung berkilah.

sebuah percakapan singkat, yang membuat seakan hipotesa pengantin baru hampir selalu ngantukan jadi tambah kuat terbukti.

so, bagi yang mau nikah, buktikan sendiri yach gimana ntar setelah nikah jadi ngantukan atau biasa saja,
dan bagi yang udah nikah bagi-bagi dunk pengalaman ngantukannya………
(hahaha)

Blog pada WordPress.com.