Berbagi Cerita

Oktober 21, 2008

Ada Orang Meninggal; Alhamdulillah??

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:33 am

“Mbah kung, lek Parmin RT 3 meninggal ndek dalu jam 12″

“Alhamdulillah….”

“loh mbah kok malah alhamdulillah, kudune Innalillahi wa inna ilaihi roji’un toh mbah”

“lah piye ora alhamdulillah, Parmin lagi 40 tahun wes dipundut karo Seng Kuwasa, mbahmu iki umure wis 70 tahun isih diparingi umur”….

“oOo, ngono toh mbah”…..**

sudahkah tadi pagi kita bersyukur atas nikmat usia yang diberikan pada kita setelah dimatikan sementara waktu??……


** “Kakek, paman Parmin RT 3 meninggal dunia tadi malam jam 12″
“Alhamdulillah..”
“loh kek, kok malah alhamdulillah, harusnya
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un loh kek”.
“lha gimana tidak Alhamdulillah, Parmin baru berusia 40 tahun udah dipanggil sama Yang Kuasa, kakekmu ini usianya udah 70 tahun masih diberi umur..”
“oOo gitu toh kek”…

Oktober 9, 2008

Mulai dari Nol lagi??!!

Diarsipkan di bawah: Renunganku — masibnu @ 7:45 am

Mulai dari Nol lagi??!!

Demam lebaran memang begitu “menyihir” masyarakat Indonesia, khususnya Kaum Muslimin yang merasa memiliki Hari besar tersebut. Tak ketinggalan juga beberapa kalangan dari Non Muslim (baca : Kafir) ikut-ikutan mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429 H Mohon Maaf Lahir dan Batin, sebagaimana yang saya lihat dalam Baliho besar yang di pajang di pinggir Jalan, di depan sebuah gereja mewah di Kota Semarang, dengan tulisan sebelumnya “segenap Warga Gereja Agung K*****k mengucapkan…. bla bla bla”.

Secara spontan ketika saya membaca tulisan tersebut lantas berucap pada teman disamping saya “Mereka telah murtad dari Agama K*****k nya”. Jika dalam Islam mengucapkan Selamat hari raya kepada Agama lain akan mampu jatuh pada derajad keluar dari millah. Tetapi karena saya tidak belajar tentang ajaran Agama K*****ktersebut maka dalam benak yang muncul sebagaimana aturan keluar dan masuknya dalam Islam *Maaf bukan berarti menyamakan ajaran Islam dengan ajaran K*****k tersebut. Al Islamu Ya’lu wala yu’la ‘alaih.

So, sebenarnya berapa banyak juga Kaum Muslimin yang sering keluar masuk agama Islam lantaran seringnya bersyahadat, dan dalam kesempatan lain melakukan ucapan, perbuatan atau bahkan i’tiqodi yang menjadikannya keluar dari Islam.

“Mulai dari Nol lagi yaaa….” Maka nilai amal baik manusia yang keluar masuk agama Islam tersebut tak ubahnya bunyi iklan tersebut. Saat dirinya keluar dari millah maka semua amal baiknya sejak kecil akan terhapus, tetapi amal buruknya akan terus berjalan dan di akumulasi. Saat ia kembali bersyahadat maka barulah dimuai dari Nol lagi hitungan amal baiknya.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat, salah seorang Sahabat bertanya tentang perbuatan yang mengaibatkan manusia masuk neraka, padahal kebanyakan sahabat saat itu bertanya tentang amalan yang memasukkan manusia ke dalam syurga.

Kertas putih manusia setelah berlebaran, dan baru di tulisi dengan yang lebih bermakna (insyaAllah) akankah langsung terhapus kembali lantaran perbuatan yang menjadikannya keluar dari millah.

Allahu a’lam bish showab

Blog pada WordPress.com.