Berbagi Cerita

Desember 22, 2008

Maka Sempurnalah Diennya

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:42 am

Semarang, 20 Desember 2008, hari yang bersejarah bagi “Agen Terbaik” Ar Risalah. Siapa lagi kalau bukan Alfian Y, S.E. Apalagi kalau bukan menemukan labuhan “cinta” pertamanya. Menyunting dengan seorang Akhwat asli Purworejo, Alfian berusaha menggenapkan diennya.love

“Alfi juga Butuh Istri”

Sebagaimana slogan majalah yang didistribusikannya

‘Menata Hati Menggapai ridlo Ilahi’

Hari sabtu yang bahagia, walaupun acara walimahan diadakan si siang bolong selepas sholat dluhur, tetapi tidak menyurutkan niat bagi undangan menghadiri walimahan. Teman kolega, rekan sejawat sengak-sengak’an dan handai tolan tumplek bleg jadi 2 bagian (bagian ikhwan dan akhwat jee). Sambil makan bakso dan eskrim membuat suasana jadi sumringah. Tak kalah sumringahnya bang Arianda dan bang I want tampak ikut mesam-mesem sambil membayangkan kapan dapet “giliran”.

Selamat menempuh hidup baru sebagai seorang suami wahai agen terbaik ! semoga segera dapet momongan yang banyak. Barokallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fie khoir.

Desember 18, 2008

Ono Kodok diMPLOK, Ono Kadal diUNTAL

Diarsipkan di bawah: Guyon — masibnu @ 7:48 am

Bagi Orang jawa, bahasa diatas tidaklah susah untuk memahaminya. Sebuah “lelucon” yang disematkan bagi manusia yang suka “NYANTAP” semua hal. Tidak lagi mempedulikan halal, makruh bahkan Haram sekalipun masuk “tong sampah” yang berwujud perut.

Pernah suatu ketika saya teringat akan sebuah candaan seorang teman di kampung saya.
“sebuas-buasnya Singa atau macan paling hanya makan daging, tapi kalau sebuas-buasnya manusia, tidak hanya daging, Uang Rakyat, bahkan ASPAL pun dimakan”. Saya kemudian diceritakan tentang Proyek pengaspalan jalan Kampung yang sebagian ASPAL bantuan dari “ATAS” disunat oleh Jajaran “yang mengurusi”.

Hmm, bisa jadi menjelang pemilu 2009 banyak orang tergila-gila ingin nyari muka (baca : kursi perlemen) agar bisa ngeMPLOK Kodok ataupun ngUNTAL Kadal proyek-proyek yang bernilai Wah….. Sehingga tak jarang diantara mereka yang memakai politic money, memakai ijazah palsu, ataupun mencari pendukung di kalangan pelacur.

Dilain waktu bisa pula menggunakan Aji Mumpung. Mumpung ada Kodok yaa diMPLOK, adanya Kadal yaa diUNTAL. Aji mumpung memang bisa digunakan sebagai senjata untuk mengembalikan “modal” awal jadi wakil rakyat, minimal BEP.

Namanya juga manusia, para perumus Undang-undang negara Indonesia juga punya anak dan istri, butuh bayar listrik, butuh bayar air, butuh bayar cicilan rumah, butuh bayar cicilan mobil mewah, bayar simpanan-simpanan, dan bayar-bayar yang lain. Sehingga benaknya tidak bakalan lepas dari kepentingan pribadi.

So, kita juga sendiri yang menilai “kepantasan” beliau-beliau calon wakil rakyat dalam membuat Undang-undang. Kalau memang jauh dari kriteria pantas, masihkah memiliki harapan pada beliau?. Bukankah harapan bagi kaum muslimin hanyalah kepada Allah dan orang-orang yang beriman??

Ajari Aku !

Diarsipkan di bawah: lebih serius — masibnu @ 7:07 am

Betapa susah ketika hidup diantara dua pilihan yang sulit, bahkan bagi seorang yang berusaha melalui jalan terjal setapak demi setapak. Jika tidak lagi pandai-pandai membagi waktu, terasa menelantarkan anak dan istri, menelantarkan kebutuhan refreshing mereka.

Begitu mudah ketika menyampaikan tema-tema “Management Waktu”, kenyataannya tidak sedikit diantaranya justru “keblondrok” oleh ucapannya sendiri.  Mengkritik rekan-rekannya agar tetap menanamkan disiplin dalam setiap pertemuan, tetapi seiring berlangsungnya waktu justru ucapan tersebut menimpa diri sendiri.

Muncul pula sebuah ucapan tugas sebulan dengan 2 hari hakekatnya sama, dikerjakan menjelang batas akhir. Tak pelak lagi sebuah deadline untuk memacu kinerja dibuat agar dapat dilaksanakan sesuai target. Kenyataannya?? Deadline  tinggallah kata sepakat tanpa bukti nyata.

Ajari aku !, ajari aku menjadi seorang muslim yang sholih, ajari aku menjadi seorang “pendidik” yang telah melakukan yang disampaikan, ajari aku menjadi seorang qowwam bagi keluarga, ajari aku menjadi seorang suami yang perhatian namun tetap tegas bersikap.  Ajari aku melaksanakan disiplin. Ajari aku tentang kehidupan.

Blog pada WordPress.com.