Tidak semua anak manusia melalui jalur hidup yang selalu enak dan menggembirakan. Tidak selalu berada pada jalan yang lempeng lagi alus sehingga sejak start mesin bisa digeber teratur meningkat kecepatannya. Tetapi ada kalanya mesin sedang bermasalah, baik itu karena aus akibat gesekan, mlepek lantaran musim penghujan kebanjiran, atau memang karena mesinnya udah ga punya tenaga alias sudah saatnya dimusiumkan.
Jika kondisi memaksa untuk istirahat sementara waktu lantaran sedang mengalami masalah dengan mesin, maka ketika mulai memacu kendaraannya butuh kecepatan yang lebih dibanding yang lain sehingga mampu menyusul ketertinggalan.
Hidup terkadang identik dengan hal itu. Saat merasa tertinggal dari yang lain, maka butuh lompatan hidup untuk menyusul mereka yang telah melaju. Tidak menutup kemungkinan ketika hendak melakukan lompatan hidup terkadang secara kasat mata terlihat mundur beberapa langkah dari perjalanan yang dilakukan. Dalam istilahnya hendak melakukan ancang-ancang.
Begitu pula akibat dari melompat banyak diantara mereka terpeleset terlebih dahulu, bahkan tidak sedikit yang berkali-kali mengalami terpeleset. Tetapi tidak sedikti pula yang langsung sukses. Bukankah jika berhasil seorang manusia hanya mengusahakan apa yang dia mampu, hasil merupakan hadiah dari Allah, sehingga tidak ada pintu untuk membanggakan diri apalagi sombong. Kecuali bagi mereka yang jumawa telah dikuasai oleh syaithon.
Begitu pula jika belum berhasil melompat, bukankah hanya sebuah kepingan puzle dari jalan menuju kesuksesan. Jika tidak patah arang mencoba dan terus mencoba niscaya akan menemukan ancang-ancang, pijakan kaki yang tepat, tinggi dan kecepatan lompatan, dan tumpuan pendaratan yang safety.
So, Jangan berhenti berpengharapan pada Allah, Dialah yang menentukan jalur hidup yang akan dilalui oleh manusia.