Perjalanan pulang dari acara Outbound di Magelang membuat saya lebih ilfill. Awal tahun baru lebih macet lagi. Mungkin masih tersisa keramaian malam menjelang tahun baru, dan terbawa sampai siangnya. Atau memang ramai orang pulang dari berlibur bersama orang-orang yang dicintainya bertepatan dengan libur panjang cuti kerja.
Dalam perjalanan, kami sepakat untuk memberikan reward bagi tim lantaran suksesnya acara yang dilakukan. Tak perlu mahal yang penting berkesan dan membahagiakan, dan tentunya bisa bikin kenyang di perut
Sepanjang perjalanan di daerah Jambu (terkenal lantaran Syaikh Puji), melihat buah durian yang dijajakan di pinggir jalan. Tapi sayang, mas sopir sedang tidak berminat dengan buah yang banyak durinya tersebut. Akhirnya kami sepakat mampir ke warung Bakso pinggir jalan jika warung tersebut ramai dikunjungi pembeli. Sebagai indikasi baksonya memang enak disantap.
Setelah melewati monumen palagan Ambarawa, kami menemukan warung bakso di sisi kiri jalan yang ramai dikunjungi pembeli. Instingpun pun berbicara, ini baksonya enak. 3 orang memesan 3 mangkuk bakso, 2 teh anged dan 1 es teh. Tetapi ternyata warung kehabisan air panas untuk membuat teh anged. duhhh kacian !!.
Dan ketika sepiring bakso dihidangkan, ditambah sambal dan saus secukupnya, satu sendok kuahnya dicicipi… Kok rasanya begitu “gurih” dan pedas doank. Coba beralih ke baksonya, begitu kenyal. Wah bakso yang ramai tetapi tidak sesuai selera. Dengan berat hati saya makan mie dan baksonya dengan menyisakan kuahnya.
Ditengah perjalanan obrolan pun tak jauh dari bakso yang baru saja disantap. Tak banyak berbeda, antara saya dan bos Safrudin, baksonya kebanyakan formalin dan kuahnya kebanyakan michin alias penyedap rasa. Sehingga tenggorokanku terasa serak mirip orang terkena radang tenggorokan. Tapi anehnya kok laris dan sampai banyak yang ngantri yach??. Jadi bingung nich. Yang tak kalah aneh ternyata sang sopir tidak menyadari kalau baksonya banyak formalin dan kebanyakan michin. Ealahhhh.. Kudu lebih sering-sering melatih lidah lagi ya mas sop.
ngelatih lidahnya apa perlu pake outbond michin dan outbond formalin? hehehe
Komentar oleh burhanshadiq — Januari 13, 2009 @ 7:26 am |
wah ternyata yang ramai pembeli belum tentu sehat dan enak untuk disantabbb yaa
so dapet pelajaran bagus tuh …
Komentar oleh bolammedia — Januari 13, 2009 @ 7:47 am |
@ kang burh : yang penting ada trainernya kang….
@ bolam : nah begitu pula yang “RAME” dalam kehidupan belum tentu “enak dan sehat” bagi “kesehatan” tubuh baik di dunia maupun di akherat
Komentar oleh masibnu — Januari 15, 2009 @ 7:43 am |