Berbagi Cerita

Januari 22, 2009

Panggil Aku : Rijaluddien

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:03 am

Ibnu, sebuah nama yang sudah cukup lama melekat dalam diri saya. Apalagi jika dibelakangnya ditambahi nama Mukmin, mengambil nama ayah kelihatan lebih pas. Keberlangsungannya waktu, beberapa teman baik itu teman maya maupun teman nyata menambahi nama panggilan didepannya dengan bang atau mas, maka jadilah MasIbnu, sebagaimana nama blog ini.

Setelah menggenapkan dien dengan salah seorang akhwat asli Semarang,  muncullah beberapa kerisauan. Nama saya jadi terkesan kurang SREG, dengan tetap memakai nama Ibnu. Apalagi “pacar” baru (baru 7 bulan hehehe) kurang suka dengan panggilan Masibnu. Dia pun menyarankan agar ganti nama aja.  Memang sihh, panggilan Ibnu memiliki kesan tetap menjadi seorang “walad” padahal status sekarang sedang mengharap kehadiran seorang walad. (Apa hubungannya??)

Saya kemudian berfikir, merenung, mencerna beberapa kata yang terlintas dalam benak beberapa saat lamanya, akhirnya terpikirlah sebuah nama pena baru :

“Rijaluddien”

Sebuah nama yang memiliki tanggung jawab yang besar. Bukankah seorang tentara mampu mengangkat bebean yang berat lantaran sering dilatih (baca : dipaksa pada awalnya) untuk mengangkat beban yang berat pada masa awal diklat.

Disamping itu, tetap menampilkan nama As Sinay, yang diambil dari nama sebuah kecamatan tempat lahir yang terletak di kaki gunung Lawu, SINE.

so, Call me : Rijaluddien As Sinay

& Komentar »

  1. Wah,,, hadiaahnya andtum mendapatkan tugas mendidik Adik2 PRKS pada acara LKKI yang Insya Alloh diadakan bsok Sabtu, tgl 31…. Ocre?!!!! Selamat atas nama barunya,,, Rijaluddien As Sinay,,, Lha nek asli semarang, njuk jenenge dadi opo “al” e, Mas??? Hahahaha

    Komentar oleh segobadak — Januari 26, 2009 @ 7:22 am | Balas

  2. wah wah wah,…
    ganti nama malah dapat hadiah yach….
    biasanya kalo adat jawa ada “bancaan”… hehe (ups ga usah minta bancaannya yach)
    Disiapkan aja tim muda buat mengurus adik2 prks, dan sebelum terjun ke lapangan, perlu digodog di kawah condrodimuko dulu, dan tidak ada salahnya saya mewariskan ‘ilmu kanuragan’…. tapi dengan syarat pendaftaran…… DIAMALKAN!!
    hehe

    Komentar oleh masibnu — Januari 29, 2009 @ 7:21 am | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.