Berbagi Cerita

Januari 26, 2009

The Power of “Kepepet”

Diarsipkan di bawah: get the spirit — masibnu @ 7:41 am

Dengan status baru sebagai kontaktor dan keadaan rumah yang masih apa adanya memang mengharuskan untuk bersabar sementara waktu. Salah satunya kran kamar mandi warisan dari penghuni sebelumnya telah rusak dan hanya disumbat dengan plastik ireng. Kondisi ini masih dapat ditanggulangi lantaran masih ada kran di depan rumah yang bisa di salurkan ke bak dalam rumah menggunakan bantuan selang plastik ijo yang panjangnya sekitar 15 meter. Selama ini memang dirasa masih oke-oke aja, terasa tak ada ganjalan, sehingga niatan memperbaiki kran di dalam kamar mandi tak begitu jadi perhatian.

Tetapi keadaan seakan berubah dari sebuah cerita sederhana, Ahad kemarin, ba’da acara acara arisan ummi-ummi di tempat kami. Pipa kran air yang berada di luar rumah rusak dan patah, padahal air di dalam bak penampungan di kamar mandi sudah menipis.  Padahal Ahad malam jadwal PDAM mengalir, maklum air mengalir tiap 2 hari sekali.

Lantas saya mulai berfikir harus ada upaya pembenahan salah satu kran. Melihat pipa kran diluar rumah butuh biaya dengan membeli kran T, dan perlu gergaji lagian hari sudah malam, mati lampu lagi, maka muncul isengnya membenahi kran yang dalam rumah.  Ide punya ide akhirnya memanfaatkan bekas kran depan rumah yang ternyata masih bisa dipakai dan ditempatkan di dalam kamar mandi.

Hmm, seandainya pipa kran depan rumah tidak rusak mungkin tak akan segera terpikirkan membenahi kran dalam rumah. This is kepepet. Dari pada kagak mandi lantaran ga ada air, coz kran rusak mendingan memutar otak agar air PDAM bisa di manfaatkan.

Akhirnya walau dengan tangan yang masih sedikit sakit lantarak kena musibah, saya puter kran yang seret, yang penting tidak bisa lepas. Yups… terpasang dan…. Alhamdulillah air bisa ngalir dan dimanfaatkan. Bisa mandi pagi dirumah nich. hehe

Kepepet, memang terkadang seseorang akan muncul idenya berasal dari kepepet. Bagi sebagian orang justru lantaran kepepet ini mampu melahirkan sebuah semangat yang membara bagaikan api ang berkobar untuk bertindak keluar dari kungkungan kepepet. Berapa banyak manusia yang menjadi juragan lantaran awalnya kepepet tak punya uang lalu “terpaksa” memulai bisnis dengan modal nol rupiah, atau bahkan modal minus alias minjem ‘jas buka iket blangkon sama juga alias sami mawon‘ (hehe) dengan kata lain utang. Inilah betapa keadaan yang kepepet terkadang menjadi motivasi yang luar biasa untuk menjadi maju.

& Komentar »

  1. salam jumpa mas ibnu, sekarang dimana? dah punya baby berapa?

    Komentar oleh Ihsanuddin Bahri — Januari 27, 2009 @ 7:17 pm

  2. salam jumpa kembali kang Isan,….
    wah baru 7 bulan berjalan kok dah punya babi?
    hehe….
    sekarang posisi masih di Semarang…

    Komentar oleh masibnu — Januari 29, 2009 @ 7:23 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.