Berbagi Cerita

Juli 10, 2008

Ta’aruf Sepanjang Hayat

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat, santai aja.. — masibnu @ 7:54 am

Edisi perdana pasca menggenapkan separuh dien ….

Apakah bayangan yang ada dalam benak ketika mendengar sepatah kata TA’ARUF mengiang di telinga kita? bayangan proses “perkenalan” 2 orang yang sebelumnya tidak kenal… untuk lebih mampu mengenal lawan “maen”nya.

Ops…. Tulisan ini bukan bermaksud mengupas sisi “pra” tersebut, tetapi kiranya manusia bukanlah makhluk statis, yang senantiasa sama seiring berlangsungnya waktu. Tetapi manusia adalah makhluk yang mampu berubah, dinamis seiring berkurangnya jatah usia.
Sehingga proses “Tak Kenal Maka Tak Aruf” akan berlangsung sepanjang hayat.

Begitu pula ketika baru memasuki jenjang pernikahan. Manusia yang sebelumnya asing, kini menjadi teman tidur, teman makan (sepiring berdua), teman bercerita, bahkan teman hidup. (dalam bahasa Jawa adalah GARWO = Sigarane Nyowo*). Akan banyak terjadi “penyesuaian” dengan adanya orang “baru” dalam hidupnya. bagi seorang akhwat, tanggung jawab sepenuhnya yang awalnya milik orang tua, kini berpindah tangan menjadi milik suami, begitu pula bagi seorang ikhwan, tanggung jawab akan bertambah dengan hadirnya seorang akhwat “baru” yang mengisi hari-hari dalam hidupnya.

Sikap berusaha saling memahami dan saling menerima kelebihan dan kekurangannya kiranya menjadi salah satu senjata ampuh untuk mengurangi jurang yang terjadi….

“Jika aku merasa nyaman dalam pelukmu adalah suatu kesalahan, aku akan melakukannya lagi..
Jika menciummu adalah suatu dosa, aku akan selalu melakukannya lagi…
dan jika Allah telah menuliskan aku menjadi istrimu saat ini, aku berharap tinta takdir telah kering, agar aku senantiasa berada disisimu selalu suamiku,.. selamanya…….
Aku Mencintaimu Apa Adanya”

To Be Continu

*Sigarane nyowo = belahan jiwa,

Maret 25, 2008

aku “tak bisa” tidur

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat — masibnu @ 7:51 am

sepulang dari rumah, tanggal 20 maret 08 (loh kok??, hihi)  malamnya aku ‘tak bisa’ tidur………
kenapa yach??
apakah gara-gara mendapat angin malam yang dingin, kena angin segar atau gara-gara kecapaen setelah hampir seharian urip ning mobil, (maklum berangkat pagi umun-umun) kembali ke Semarang habis dluhur (walaupun sempat mampir di Solo, ditempat pakdhe sambil menanti hujan reda…).

di tengah jalan (setelah sholat isya’) mau mengisi perut dulu nich (walaupun sebetulnya tidak lapar babar blash), tetapi untuk menghormati orang tua sebagai kemudi rombongan , maka dengan agak senang (hehe) ikut juga makan di seputar Boyolali tepatnya di resto warung tegal.

eeee…..

“dunia memang sempit”…
begitulah hal yang terucap ketika bertemu dengan seorang ikhwan Semarang bersama istri dan “Tunasnya” yang sedang tertidur pulas. sepasang (eh udah tambah satu “tunas” dink), yang hendak mudik ke Sukoharjo (kabarnya seh pengin menghadiri walimahan, sedang musim walimahan jeee). tak disangka tak diduga,… kok ketemunya di warung makan . hehe….

hmmm … kenapa yach ‘ga bisa’ tidur????

*sedang shift jadi satpam sampai pagi dink, coba kalau tidur malah bisa berabe, bisa raib semua tuch di gondol malink

Februari 20, 2008

Air Mata

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat, sajak2 ora teratur — masibnu @ 7:51 am

aku telah datang bersamamu

berpetualang mengarungi belantara

mencari rimbunnya dedaunan

menanam benih-benih tanaman hijau

laksana permata hijau

 

masa-masa telah terisi

dengan goresan tinta berarti

bercengkrama pula dalam sorak sorai

seakan takkan datang masa berkabung

 

saat detik-detik berakhir menghampiri

biarkan mataku sembab

menahan butiran air bening

yang hendak menetes menghampiri

jangan pernah katakan

“janganlah menangis”

 

tak semua air mata

bernilai kepahitan

lepaskan segala beban membendung

biarkan mengalir bersama

menemani hari ini

 

biarlah kupeluk erat dirimu

biarlah kulepaskan segala rindu persaudaraanku

 biarlah luluh segala persendian perasaanku

menemani hari terakhirku

sebelum kita tak lagi bertemu

 

aku telah dijemput nahkoda

membawa berpetualang di samudera luas

menyongsong datangnya mentari

setelah kuselesaikan tugasku bersamamu

 

tataplah dengan segala kerinduanmu

kan kau temukan rasaku terhadapmu

yang takkan hilang ditelan waktu

biarlah kuhanya tersedu

karen lidahku kelu

 

tataplah alunan langkah gontaiku

biarkan aku memburu mimpiku

hinggaku pergi ditelan waktu

sekian waktuku bersamamu

kan menjadi secuil kisah perjalananku

mengarungi jatah waktuku

 

 

Semarang……. (wis lali) Desember 2006

Nyontek Lirik Nasyidnya IZIS,… Selamat tinggal sahabatku.. ku kan pergi berjuang.. menegakkkan cahaya Islam.. jauh di negeri seberang… Dst… Kalaupun tak lagi jumpa usahlah kau berduka.. semoga tunai cita-cita raih gelar Syuhadaaaaaaaaaaaaa

 

Februari 12, 2008

hari ini ngantuk……

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat — masibnu @ 7:00 am

wah baru jam 8 pagi mataku udah susah diajak kompromi….
bawaannya mau terpejam mulu…..
dan mulut juga sering terbuka ..
ngantukkssss..
coba ini ada bantal yang empukkkkkk….. hihi

apa ini gara2 semalam yang sampai jam 2 membantu teman2 untuk “ngurusi” Akhwat yang sedang kemasukan “makhluk lain” yach…
sejak jam 10 malam berusaha di suruh pergi makhluk lain tersebut, eee malah ngejek dengan  keluar masuk seenaknya aja. hmmm bisa jadi gara2 kostnya udah mulai tidak kondusif lagi, biasa buat ndengerin alunan jahiliyah, buat berduaan dengan yang bukan mahrom, jarang buat baca Al Qur’an (terutama surah Al Baqarah) dan sejenisnya.

akhirnya dengan pertimbangan suasana yang kondusif, jam 1 dini hari dibawalah si akhwat menuju masjid agar bener2 kabuuuurrrr tuch makhluk jahat. tentunya dengan metode yang di tuntunkan sesuai syariat…

hmmm tak berselang lama…. udah kaburr tuch makhluk…… dari informasi yang diperoleh, sebelum sampai di masjid aja udah kebur entah ke mana tuch makhluk aneh. alhamdulillah….
bisa istirahat sejenak… bareng temen2… eittt tapi tak ada jaminan setelah kembali ke kostnya si makhluk tersebut takkan kembali lagiiiii tetep butuh kewaspadaan ekstraaaaa

ehhhhh
ba’da subuh malah katanya si makhluk tersebut “datang” lagi….
dan kami datangi ke kostnya akhwat tsb, udah kaburrr duluan….
huh capeee dechhh….

padahal nich hari ini sampai ntar sore…………….
OK dech di kuat-kuatin aja dech

Januari 29, 2008

Seakan tanpaMu aku mampu

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat, sajak2 ora teratur — masibnu @ 7:47 am

Saat aku merasa kuat dengan tenagaku

merasa cukup dengan jerih payahku

seakan segala keinginan tinggal menuai buahnya

seakan tak lagi butuh bantuanNya

 

Astagfirullah……………………………………………

ternyata semua sia-sia

buah dari keangkuhanku

terlepas satu persatu


bagitulah jiwa….

seakan mampu berdiri tegak tanpa bantuanNya.

Saat harapan tinggal selangkah

terkikislah tawakal dalam dada

 

Biarlah terlepas helai demi helai

Harapan berpondasi keangkuhan

Bertintakan keegoisan

Ah sudahlah….

Semua kembali padaNya

Aku hanya berusaha sekuatku

Mengkristalkan cucuran keringatku

Kuserahkan hasilku ……

Hanya AmpunanMu ku damba…

Januari 25, 2008

siang yang (mulai) panas

Diarsipkan di bawah: ga penting-penting amat — masibnu @ 7:34 am

“siang ini mulai jarang hujan ya mas”
“iya, mulai panas”
“lah biasanya Januari tu khan huJAN seharI-hari”
“halah, itu khan cuman ramalan kebiasaan, toh Hujan sudah diatur sama Allah, ga baik hanya berpijak pada KEBIASAAN. bisa jadi siang ini panas tapi sebentar lagi kalau Allah berkehendak Hujan yaaa bakalan turun hujan”
percakapan singkat setelah berkeringat ria di sebuah masjid di jawa tengah,..
keringat karena salah satu sebabnya adalah suasana yang panas.
terasa baru kemarin Semarang (dan wilayah sekitanya) di guyur hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang di beberapa wilayah, eeee hari ini udah terasa mirip musim kemarau aja…

hmm…

semoga panasnya suasana ga membuat panas pula isi hati melihat kondisi yang semakin amburadul mawul-mawul. walaupun isi otak panas tapi hati tetap dingin…

Blog pada WordPress.com.