inilah Tema yang diangkat dalam Spiritual Transformation Series II, yang digelar di Masjid Pangeran Diponegoro Semarang. Memang, judul yang diangkat menukil judul sebuah buku yang fenomenal karya Dr. Raghib As Sirjani terbitan Aqwam.
btw inilah salah satu keadaan Njomplang yang perlu mendapat perhatian kaum muslimin.
sebuah kalimat yang membuat bulu kudu bergetar adalah “kaum Yahudi takkan takut pada kaum muslimin sebelum jamaah sholat subuh sama jumlahnya dengan jamaah sholat jumat”.
sehingga dengan melubernya jamaah sholat subuh menjadi salah satu indikasi kebangkitan umat Islam.
“mas ibnu hari ini saya jadi MC, tolong antum yang jadi Korlap acara yach, kalau ada beberapa kekurangan segera ambil tindakan. Dan perbantukan panitia yang laen”.
“Ocreh, Siap pak Kethu”
hehe, lah saya jadi sie acara, dan acara perdana didaulat jadi Moderator eee sekarang jadi korlap, bukan koordinator Ngelap loh yach.
Dengan panitia yang jumlahnya sekitar 10 orang dan semuanya dari genre Ikhwan, maka praktis saat hari H, agak kelimpungan terhadap kehadiran peserta akhwat, jika bantuan panitia akhwat berhalangan hadir karena ngurusin keluarganya,.. hehe… (ujung-ujungnya minta bantuan ummahat yang udah hadir di lokasi (lewat suaminya) untuk bersedia membatu di registrasi… ^_^
==============
Tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Umar Faqihuddien (pengasuh Pondok Pesantren Islam Baitus Salam Semarang) ini membuat para hadirin terkesima , termasuk juga bagi saya yang berada di luar masjid, walaupun dengan suara pengeras yang agak terganggu dengan suara kendaraan di jalan raya. Tetapi hal yang takkan bisa saya pungkiri adalah jika sebuah kalimat disampaikan dengan hati maka akan sampai di hati pendengarnya pula, InsyaAllah.
Dimulai dengan sebuah hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya’ dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya meskipun dengan merangkak. Sungguh aku ingin menyuruh untuk melaksanakan sholat, lalu sholat itu ditegakkan, lalu aku perintahkan seseorang untuk mengimami sholat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu baker yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri sholat jamaah, sehingga aku bakar rumah mereka” (HR Bukhori dan Muslim)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang berhati dan berakhlaq paling lembut. Dengan sederet kisah kelembutan akhlaq beliau, tetapi untuk urusan Sholat beliau tak ambil kompromi “sehingga aku bakar rumah mereka”.
Bahkan ketika menjelang detik-detik akhir hayat beliau Sholat menjadi hal yang senantiasa diulang-ulang untuk diwasiatkan.
* kadang tema ini lupa diangkat kaum muslimin, sehubungan dengan bulan Rabiul Awwal, kebanyakan kaum muslimin terjebak dalam perayaan maulid Nabi, padahal beliau lahir dan meninggal pada tanggal dan bulan yang sama…. Hiks… padahal bukankah lebih penting untuk disimak dan dipelajari serta di jalankan wasiat menjelang kematian dari pada kelahiran beliau???
Apabila Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam meragukan keimanan seseorang, maka beliau akan menelitinya pada saat sholat subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.
Sedangkan bagi perempuan, walau sholat di masjid diperbolehkan, sholat dirumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya. Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda “Janganlah kalian melarang wanita-wanita sholat di masjid, sedangkan sholat mereka si dalam rumah adalah lebih baik (HR Abu Dawud)
Inilah motivasi yang sangat berharga bagi kaum muslimin, disamping beberapa faedah dan fadlilah yang laen (untuk selengkapnya baca bukunya sendiri yach *promosi mode ON) ^_^
Akhirnya menjelang dluhur acara diakhiri dengan beberapa masukan, tanggapan, kritik dari peserta. Hampir sebagian besar peserta yang memenuhi masjid merasa puas dengan penyajian ustadz dan menuntut untuk dilaksanakan kajian rutin tiap seminggu sekali.. Allahu akbar..
Laa haula walaa quwwata illa billah