Berbagi Cerita

Februari 3, 2009

Minimalis, Oke tuh

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:18 am

Ahad, saya beserta rombongan berkesempatan jeng-jeng silaturohim ke kota spirit of java. Manalagi kalau bukan Solo. sempet mampir juga di Sukoharjo untuk nunut ngiyup kok sekalian dikasih ngombe, alhamdulillah (hehe).

Walaupun kondisi hujan lebat, kami ber 6 tetap meneruskan perjalanan ke tempat kang burhan. Awalnya sempat dibuat bingung, belum mengetahui alamat lengkapnya, pokoke asal jalan dan asal menghubungi yang bersangkutan.

Dari jembatan palur ke sini, ada lampu merah (berhenti dulu) kalau ijo baru jalan, lalu belok sini, mentok dan ketemu rumah minimalis… wuihhhh. sejuk bener. minimalis dan cukup buat hidup. Apalagi pemandangan di depan rumah yang terhampar luas dengan pematang sawah dan pegunungan yang menjulang tinggi. Kalau malam masih di iringi nyanyian alam oleh jangkrik-jangkrik yang bersenandung wujud mereka bertasbih kepada Allah.

Untuk lebih lanjut kita lihat apa kata mereka tentang jeng-jeng kami. Kang IWanK dan sang empunya sendiri kang Burhan

Januari 12, 2009

Bakso “formalin” yang Ramai Pembeli

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:33 am

Perjalanan pulang dari acara Outbound di Magelang membuat saya lebih ilfill. Awal tahun baru lebih macet lagi. Mungkin masih tersisa keramaian malam menjelang tahun baru, dan terbawa sampai siangnya. Atau memang ramai orang pulang dari berlibur bersama orang-orang yang dicintainya bertepatan dengan libur panjang cuti kerja.

Dalam perjalanan, kami sepakat untuk memberikan reward bagi tim lantaran suksesnya acara yang dilakukan. Tak perlu mahal yang penting berkesan dan membahagiakan, dan tentunya bisa bikin kenyang di perut :D

Sepanjang perjalanan di daerah Jambu (terkenal lantaran Syaikh Puji), melihat buah durian yang dijajakan di pinggir jalan. Tapi sayang, mas sopir sedang tidak berminat dengan buah yang banyak durinya tersebut. Akhirnya kami sepakat mampir ke warung Bakso pinggir jalan jika warung tersebut ramai dikunjungi pembeli. Sebagai indikasi baksonya memang enak disantap.

Setelah melewati monumen palagan Ambarawa, kami menemukan warung bakso di sisi kiri jalan yang ramai dikunjungi pembeli. Instingpun pun berbicara, ini baksonya enak. 3 orang memesan 3 mangkuk bakso, 2 teh anged dan 1 es teh. Tetapi ternyata warung kehabisan air panas untuk membuat teh anged. duhhh kacian !!.

Dan ketika sepiring bakso dihidangkan, ditambah sambal dan saus secukupnya, satu sendok kuahnya dicicipi… Kok rasanya begitu “gurih” dan pedas doank. Coba beralih ke baksonya, begitu kenyal. Wah bakso yang ramai tetapi tidak sesuai selera. Dengan berat hati saya makan mie dan baksonya dengan menyisakan kuahnya.

Ditengah perjalanan obrolan pun tak jauh dari bakso yang baru saja disantap. Tak banyak berbeda, antara saya dan bos Safrudin, baksonya kebanyakan formalin dan kuahnya kebanyakan michin alias penyedap rasa. Sehingga tenggorokanku terasa serak mirip orang terkena radang tenggorokan. Tapi anehnya kok laris dan sampai banyak yang ngantri yach??. Jadi bingung nich. Yang tak kalah aneh ternyata sang sopir tidak menyadari kalau baksonya banyak formalin dan kebanyakan michin. Ealahhhh.. Kudu lebih sering-sering melatih lidah lagi ya mas sop.

Outbound Magelang (lagi)

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:56 am

Setelah sukses dengan acara Islamic Outbound, kini panitia setempat kembali mengundang kami untuk kembali mengisi Islamic Outbound. Acara yang diadakan bertepatan dengan awal tahun baru masehi ini diadakan sebagai bentuk upgrading bagi pengurus dan anggota FOSMA (Forum silaturahmi Majelis Taklim) se karesidenan Kedu.

Saya yang kebagian job mengkonsep rangkaian games yang akan dilaksanakan kaget bukan kepalang, informasi dari panitia setempat jumlah peserta kurang lebih 30 orang, tetapi 2 menjelang keberangkatan tim rombongan dari semarang, panitia mengabari jumlahnya bisa melonjak menjadi dua kali lipat. Padahal peralatan yang disiapkan hanya untuk 30 orang nich, disamping itu jumlah tim yang berangkat “cuma” 3 orang (“cuma” begitu kata salah seorang panitia pada kami).

Perjalanan bertiga dengan mobil menjelang tahun baru memang membuat ilfill, MACET. Ah mendingan saya tidur untuk persiapan energy sambil berharap mimpi indah :) lagian tubuh rasanya butuh istirahat setelah pagi sampai siang pergi ke Salatiga. Peserta yang kebanyakan berasal dari pengurus masjid begitu antusias mengikuti gelaran acara yang berlangsung 2 hari 1 malam tersebut.

Juli 31, 2008

beralaskan bumi beratapkan langit

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:22 pm

Selasa sore kemarin, saya (lebih tepatnya kami), memiliki agenda mengisi acara Islamic Out Bound Management Training di Magelang, sebuah kota yang cukup lekat dengan Candi Borobudurnya. Berangkat dari Semarang dengan naik Escudo hijau milih seorang ikhwan, kami dibuat olahraga jantung lantaran sang sopir belum “terbiasa” dengan mobil barunya.

Waktu maghrib, Sampailah kami di masjid Abu Bakar Ash Shidiq, tempat janjian kami bertemu dengan panitia. Sholat Jama’ Qosor dan perjalanan dilanjutkan menuju lokasi yang berada di pegunungan.

huh….
ternyata senam jantung belum berakhir. Dengan jalan berkelok-kelok di pegunungan membuat kami terkadang harus menahan nafas untuk sementara waktu, apalagi sang sopir belum tau jalan yang dilalui. Sampai lokasi langsung disambut oleh peserta yang jumlahnya kurang lebih 30 orang.

Suasana dingin juga ikut menyambut kedatangan kami, apalagi malam itu kami semua tidur beratapkan langit dan beralaskan bumi alias tanpa tenda. Tapi tak apalah coz acaranya memang disetting untuk meminimalisir waktu tidur, hanya maksimal 1,5 jam untuk tidur

pagi hari, acara kembali dilanjut dengan berbagai permainan menarik yang mampu membuat peserta berpacu mencapai yang terbaik. Termasuk juga didalamnya sebuah permainan yang membuat peserta ketagihan sehingga meminta dilaksanakan acara yang sama dalam rentang waktu 3 atau 6 bulan.

Acarapun diakhiri sore harinya dengan secara resmi. dan.. salah satu oleh-oleh saya adalah rasa fuyeng dan pening sebagai tanda akan datangnya “masa” Flu.

Mei 26, 2008

Masa Depan Ditangan Islam (II)

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:15 am

Sibuk, semua manusia memang disibukkan dengan segudang urusannya masing masing. Kesibukan yang bisa bermacam-macam membuat kita mempunyai banyak pilihan untuk mencari kesibukan, kesibukan yang bermanfaat atau membawa mudlarat. Life is choice (inget pesennya seorang dosen yang arif dan bijak).

Tetapi yang kadang saya merasa aneh, beberapa kesempatan saya menjumpai orang-orang yang sok sibuk, entah itu mondar-mandir tak tentu arahnya (mirip setrika listrik aja).

Eee, kok terasa hari ahad kemarin giliran saya yang merasa sok sibuk yach (hiks)…
Jam 06.00 pagi dapet kabar dari penghubung dengan pembicara Masa Depan Ditangan Islam bahwa jam 03.00 beliau harus pergi ke Jakarta dan tak boleh ditinggalkan. Panitia yang jumlahnya tak sampai hitungan jari tangan, panik untuk seketika. padahal 2 hari sebelumnya pembicara ketika dikonfirmasi masih menyatakan bisa datang.

“Piye Jal”

KOK mendadak BGT !!
Pembicara juga tidak menyediakan pengganti lagi… Padahal tema yang diangkat merupakan tema yang tidak semua Ustadz mumpuni membedahnya. Sehingga harus “mengobrak abrik” cari Link agar dapat ustadz pengganti. dan semua panitia saya harap tetap husnudzan terhadap Ust Abu Fatiah Al Adnani dengan kejadian ini.

Telp sana-Telp sini, mulai dari ustadz yang dari Klaten, Solo, Kudus, dan tentunya Semarang sendiri. Kebanyakan Jawaban yang diperoleh yaitu sama. Bahkan sampai Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang memang sangat Antusias dengan Perkembangan dunia Islam dan Kaum Muslimin berusaha dihubungi. jawabnya?? hampir sama semua

“maaf mas, Saya sudah ada jadwal ngisi yang laen. Coba antum hubungi ustadz ini”….

ketika masih dalam kepanikan seorang panitia bilang pada saya,

“mas kalau dibatalkan acaranya gimana, atau mas ibnu yang jadi ustadz dadakan?, mirip bukunya mas Burhan yang baru”

“TIDAK!!. Acara tetap dan harus berlangsung!, pokoknya cari ustadz yang bisa. sedapatnya. dan enak aja…emang saya ustadz po?? suruh gantiin…”.


jawab saya sambil dengan nada bercanda agar suasana kalut agak hilang

akhirnya jam 7.30 sang pembicara pengganti diperoleh.. Alhamdulillah. Walaupun memang persiapan yang minim dan Materi yang disampiakan dari sudut pandang Historis Berdiri dan Hancurnya sebuah Peradaban, Baik itu Peradaban Romawi, Peradaban Islam maupun Peradaban Barat. sehingga Sudut pandang Dalil Syar’i dan data empirik kurang banyak mendapat perhatian.

akhirnya acara tetap berlangsung dengan antusias. beberapa tulisan terkait tema yang diangkat ada disini dan disini

diakhir acara, ketika sang moderator menutup acara dengan menukil sebuah tulisan ust. Farid

…………………………George Bush bahwa ini adalah Perang Salib (Crusade), meski kemudian dia menarik lagi kata-kata itu. Amerika Akan Hancur dari Dalam Sebenarnya Amerika itu mengandung banyak kelemahan. Kata Al-Maududi, andaikan umat Islam bagaikan lalat-lalat yang mengiang di telinga sang gajah, maka gendang telinganya akan pecah. Tapi sayangnya, suara umat Islam tidak bulat. Mereka dipecah-pecah menjadi tiga kelompok.

  1. Kelompok pertama adalah kelompok formalistik, yaitu mayoritas umat Islam yang mempraktikkan Islam sebatas ritual.
  2. Kedua, kelompok umat Islam yang substansialistis atau modernis, atau inklusif, atau liberalis, atau nasionalis, atau sekularis, yang hanya mau roh Islam tapi jasad syaitan. Mereka adalah anak-anak emas Barat.
  3. Sedangkan yang menjadi target mereka dan harus dihancurkan adalah kelompok fundamentalis (istilah mereka), yaitu umat Islam yang ingin kembali menerapkan Islam secara kaffah atau menyeluruh, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, dll.

muncul beberapa komentar dari seorang panitia “moderatornya galak”.. hehehe

jika ingin mengetahui lebih mendetail, silahkan baca sebuah buku karya Abu Fatiah Al Adnani yang covernya di bawah ini….

Mei 20, 2008

Masa Depan Ditangan Islam

Diarsipkan di bawah: lebih serius, petualangan — masibnu @ 7:18 am

Pertempuran dan pertarungan antara Al Haq yang diwakili oleh Islam dan Al Bathil yang diwakili USA dan kroni-kroninya telah, sedang dan akan terus berlangsung hingga datangnya hari kiamat. dan Semua pertempuran akan menghadirkan sang pemenang dan sang pecundang. Bagi kaum Muslimin, Tak ada lagi keraguan, bahwa Kemenangan ada ditangan Islam. Islam akan kembali muncul sebagai pemenang. detik-detik kehancuran USA dan antek-anteknya yang di komandoi oleh Mr. Drakula bin Monster G.W.Bush* mulai terlihat. Bahkan batupun di akhir zaman akan berbicara pada ummat Islam jika di baliknya terdapat kaum yahudi, agar umat Islam menghabisinya. so segera bersiap menyambut datangnya fajar kemenangan.

Akankah kita hanya jadi penonton yang ikut bersorak ketika Tim yang “digemari” memperoleh kemenangan?? dan menyalahkan ketika mendapat kekalahan?? atau bahkan (nau’dzubillah) kita ridlo dengan keadaan ketertindasan kaum muslimin saat ini??. tidakkah mempunyai setitik hasrat ikut ambil bagian (walaupun hanya sekeping kecil) dalam “kereta” menuju kemulyaan Islam dan kaum Muslimin.

Ikuti ulasan dalil-dalilnya yang disertai data-data yang akurat tentang bibit-bibit kehancuran USA dan yahudi dalam rangkaian Spiritual Transformation 2008 IV oleh pakar Penulis Buku-buku Akhir Zaman Abu Fatiah Al Adnani, Ahad 25 Mei 2008 di Masjid P. Diponegoro Tembalang Semarang pukul 08.30 Thet.

Don Mis It !!

* meminjam istilahnya seorang ustadz yang sedang Kholwah

April 15, 2008

Sukses itu….

Diarsipkan di bawah: petualangan, santai aja.. — masibnu @ 7:38 am

Episode kali ini adalah review dari acara Ahad, 13 April 2008 di MPD Tembalang, dengan mangambil tema Never Ending Sucses (hihi Mirip Buku Terbitannya Pro You, karya Mas Budi)…

walaupun acara dimuali agak telat sekitar 15 menit (coz pembicaranya telat datang, ada gangguan macet di perjalanan) acara tetap berjalan dengan lancar. dengan peserta yang sedikit berkurang dibanding tema sebelumnya Campur Tangan JIN di Alam manusia dan Misteri Sholat Subuh. dengan pembicara Ust Hanif Hardoyo (Mantan Presiden BEM FT UGM) yang mengupas masalah kesuksesan hakiki.

sedikit pengantar materinya

Ketika kita mendengar kata kesuksesan, maka masing-masing dari kita akan mempunyai persepsi yang beraneka ragam dalam memaknai kesuksesan tersebut. Tetapi hal yang senantiasa sama dalam setiap manusia adalah bahwa setiap manusia akan bersaha mati-matian untuk mengapai kesuksesan sesuai dengan yang dipersepsikan. Kesuksesan diibaratkan sebuah Piala bergilir yang menjadi rebutan setiap manusia yang berusaha meraihnya dengan berbagai cara, bahkan tidak jarang melalui cara-cara yang melanggar syariat.

Maka penting bagi kita bersama untuk kembali menengok ke belakang, sebelum terlanjur jauh kita melangkah dalam mengapai kesuksesan yang telah bersemayam dalam benak kita, kita bertanya pada masing2 diri kita “apa makna kesuksesan dalam hidup manusia”. Diibaratkan pemahaman yang benar tentang makna kesuksesan ini adalah sebuah tujuan, maka jika tujuan yang benar dan jelas, maka jalan yang diusahakan akan lebih mudah untuk diraba dan dilalui. Tidak sedikit kita jumpai dalam kehidupan sekitar kita manusia berlomba-lomba mengejar kesuksesan, mereka ngotot menghabiskan waktu mereka, siang dijadikan malam, malam dijadikan siang hanya untuk mengejar kesuksesan Tidak sedikit dari mereka yang terjatuh dalam lorong-lorong kegelapan lantaran terjebak dalam tipu daya duniawi, yang mau tak mau harus “bertransaksi dengan setan”. Hal ini disebabkan pemahaman yang perlu diluruskan tentang kesuksesan itu sendiri.

Pada dasarnya, kesuksesan merupakan milik setiap orang, tetapi persoalannya adalah tidak semua orang tahu bagaimana mendapatkan kesuksesan tersebut. Bahkan bukan hanya dalam mendapatkan kesuksesan, memaknai kesuksesanpun beraneka ragam.

Allah Ta’ala berfirman dalam Ali Imran : 14 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik”.

Sudah menjadi sifat manusia bahwa mereka mencintai wanita, membangga-banggakan anak, menginginkan harta kekayaan yang melimpah, dan juga berambisi untuk memiliki kedudukan atau pangkat yang tinggi sebagai manifestasi dari eksistensinya diantara manusia lain. Kebanyakan manusia mempunyai orientasi kehidupannya hanya ditujukan untuk kehidupan duniawi. Bagaimana bisa memiliki harta kekayaan, rumah megah lengkap dengan segala perabotan yang serba wah, kedaraan mewah, wanita cantik, kursi jabatan dan kedudukan yang tinggi. Mereka merasa hebat dan sudah berhasil dengan sukses jika sudah memiliki itu semua. Walaupun pada hakekatnya nafsu tidak akan pernah merasa puas. Jika diibaratkan nafsu adalah ibarat meminum air lautan, semakin banyak kita meminumnya maka akan semakin merasa haus ditengorokan kita.

Bahkan pada saat sekarang ini pandangan masyarakat tentang kesuksesan hidup sudah keliru. Terbukti bahwa tolok ukur kesuksesan adalah jika manusia telah berhasil mengumpulan dunia dan menumpuk harta kekayaan. Sehingga tidak aneh jika kita menjumpai di kalangan remaja, memiliki cita-cita bisa masuk perguruan tingi yang terkenal, lulus cepat dengan IP tiga koma sekian, diterima di perusahaan bonafit bergaji besar, menikah dengan wanita cantik yang sudah menjadi dambaan hatinya, membentuk rumah tangga yang harmonis di huniah mewah, kemudian memiliki kendaraan yang membuat decak kagum manusia yang melihatnya, tiap akhir pekan tinggal manikmati kesenangan duniawinya bersama istri dan anak-anak yang menggemaskan sambil berlibur, dengan tetap menjalankan ibadah sholat (walaupun dengan sholat sendirian di rumah, itupun dilaksakan menjelang habis waktunya), puasa dan zakat di bulan ramadlan, kurban dan naik haji. Jika ada proposal kegiatan keagamaan tinggal “setor dana”. Seakan akan sudah cukup sebagai penebus harga surga di akherat kelak. Mengesampingkan banyak kelalaian dalam memikirkan Kondisi Umat Islam. Pertanyaannya “Apakah hal tersebut jelek?”.

Tetapi ternyata realita tak seindah bayangan. Ternyata diantara mereka hanya tinggal di rumah-rumah yang sederhana, dengan gaji pas-pasan (maksudnya pas butuh biaya pas di kantong belum tersedia), kendaraanpun warisan orang tua, kalau tidak bisa disebut “besi tua”. Atau kalaupun toh ternyata mampu memperoleh fasilitas duniawi, mempunyai kekayaan tetapi tidak mampu menikmati kekayaannya (misalnya dengan adanya penyakit yang menimpanya sehingga menurut anjuran dokter dinasehati agar meninggalkan beberapa makanan tertentu), takut dengan kekayaannya karena memikirkanya, takut kehilangan karena dicuri, dirampok. Para pejabat yang justru tersiksa dengan jabatannya, public figure dan orang-orang tenar yang senantiasa tereksploitasi kehidupan pribadinya sehingga setiap hari merasa tidak nyaman karena terlanjur jauh dicampuri kehidupan pribadinya, yang harusnya jadi privasi setiap individu mempunyai istri cantik rupawan bak bidadari turun dari surga tetapi bukan ketentraman yang didapat justru malah banyak menuntut untuk berusaha senantiasa tampil cantik walaupun itu dihadapan khalayak umum, sehingga banyak menimbulkan fitnah di sana sini.

bahkan ada pula pada titik ekstrim yang lain, ketika menganggap kesuksesan itu ada pada bersikap zuhud yang berlebihan sehingga meninggalkan fasilitas dunia. hidup dengan pakaian yang lusuh, makan dengan menggantungkan pada “bantuan” orang lain, tidak mau menikah, tidak mau makanan yang enak walaupun itu halal, semua dianggapnya sebagai bentuk ghulluw.

“Ketahuilah, bahwa sesunguhnya kahidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan yang bermegah-megahan diantara kamu, serta membangga-baggakan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya membangggakan para petani, kemudian tanaman itu mejadi kering, kemudian menjadi hancur. Dan di akherat nanti adzab yang keras, dan ampunan serta keridlaan_Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (al Hadid 20)

Kunci rahasia kesuksesan hakiki adalah ketenangan dan ketentraman dalam hati yang membuat manusia mampu menikmati kehidupannya, itulah rasa yang pernah disampaikan oleh Ibnu Qoyyim dalam kata-katanya “Dalam hati ada kekusutan yang tidak bisa diuraikan kecuali dengan menghadap kepada Allah, ada juga kebuasan yang tidak akan terjinakkan kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah, di dalamnya da juga kesedihan yang tidak akan bisa hilang melainkan dengan kegembiraan mengenal Allah dan ketulusa berperilaku sesuai dengan ketentuaNya. Dalam hati ada juga kerisauan yang tak akan bisa ditenangkan kecuali dengan perasaan bersama denganNya dan kembali kepadaNya, di dalamnya ada juga api perasaan yang bergejolak yang tak akan padam kecuali dengan keredlaan akan perintah, larangan dan ketentuanNya serta mengarunginya dengan kesabaran hingga hari pertemuan denganNya, di dalamnya ada juga keinginan yang tak akan bisa terpuaskan kecuali dengan cinta dan kepasrahan serta mengingatNya terus menerus penuh ikhlash mengabdi kepadaNya, meski diberikan bumi seisinya keinginan tersebut tak akan pernah terpuaskan sama sekali”.

acara berakhir dengan penyerahan door price kepada yang berhak, berhubung yang mengajukan pertanyaan banyak tetapi waktu yang tidak memungkinkan, soo door price diberikan bagi mereka yang pertanyaannya dianggap lebih JOS. hehe…. ups door pricenya kurang satu … mana panitianya … tambah satu dunks…

Februari 21, 2008

Pengalaman, Guru paling “pahit”

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:17 am

Pengalaman, banyak orang mempunyai pengalaman, tetapi tak jarang pula tak mampu melakukan aksi nyata dari pengalaman tersebut, terlebih mengambil pengalaman dari orang lain. tak sedikit pula mempunyai segudang pengalaman, tetapi ternyata pengalaman akan sebuah akhir dari kesuksesan, bukanlah pengalaman pahitnya sebuah perjuangan.

pengalaman pribadi muncul dari setiap aktivitas yang kita lalui. setiap kegiatan yang kita lalui akan memunculkan banyak pengalaman baru bagi diri kita. jika diminta memilih, pastilah setiap manusia akan memilih kejadian yang enak-enak, menggembirakan, menyenangkan, mengasyikkan dan sejenisnya. tetapi kenyataan hidup takkan demikian. banyak hal kepahitan yang harus dilalui manusia (jika tidak mau dikatakan terpaksa). dari keadaan terpaksa inilah kebanyakan manusia lebih mampu bersikap dalam bertindak.

begitulah pengalaman menyakitkan menjadi guru yang “pahit”. bahkan sangat pahit saat dikecap di lidah. seseorang takkan mampu merasakan sakitnya jatuh tersungkur hanya dari cerita seniornya yang telah mengalami jatuh tersungkur, ketika belum benar-benar mengalami sendiri pengalaman “jatuh”. manusia akan belajar bagaimana dia bisa “jatuh”, sehingga akan lebih berhati-hati dan lebih matang dalam melangkah.

ketika kita bersekolah, tidak semua Guru senantiasa senyum, ramah, dan enak diajak ngobrol. tak sedikit diantara mereka bermuka masam, cemberut, tak pernah “melempar” senyum bagi muridnya, atau bahkan sangat “bengis” ketika menjadi Penjaga Ujian. begitulah guru, semua demi kebaikan kita, yang bertindak sebagai seorang murid Madrasah Kehidupan.

begitulah pengalaman, tetapi hal yang tak jarang kita temui, bagi fihak yang memiliki segudang pengalaman, banyak macam metode dalam mentransfer pengalaman tersebut kepada juniornya. seakan mahalnya pengalaman yang telah ia peroleh dengan susah payah tak mudah diberikan kepada sang junior. biar junior meresakan terjatuh terlebih dulu, biar benar-benar mengetahui rasa sakitnya terjatuh, kamudian barulah di berikan “debrief” dari kejadian terjatuhnya tersebut. tak sedikit pula yang melakukan transfer pengalaman dengan memberikan “manisan” yang enak-enak untuk dikecap sehingga seakan-akan sang junior terkesima dan terbuai, tanpa mengalamani sakitnya pengalaman “jatuh”.

pengalaman oh pengalaman……….

November 7, 2007

hujan hari ini

Diarsipkan di bawah: Renunganku, petualangan — masibnu @ 7:02 am

hujan, kadang dirindu, kadang dibenci.

di rindu ketika Allah masih membuat hari-hari sangat panas nan terik di musim kemarau, tanaman mengering, poho-pohon menggugurkan daunnya, pak Tani tak mampu menanam padi (untuk sawah tadah hujan), tak ada air untuk mencuci, mandi, bahkan sekedar untuk air minum.
di benci ketika hujan yang datang laksana seisi langit ditumpahkan semua sehingga menjadi banjir, tak mampu lagi beraktivitas, bahkan banyak menelan korban, baik harta atau jiwa.

HUJAN
dicela atau disyukuri?….
silahkan memilih. semua penuh konsekuensi.
jika hujan sampai menimbulkan banjir mengapa hujan yang disalahkan???? mengapa tidak menyalahkan para pembuat kesalahan memenuhi isi kota sehingga tanpa aliran sungai dan sampah-sampah bertumpukan, jika tak ada hujan, mengapa juga mengutuk hujan yang tak kunjung datang, mengapa tak menyalahkan “MATA DUITAN” yang rela membabat habis tanaman sebagai penyimpan cadangan air,
tidaklah pantas mencela makhluk Allah yang bernama hujan,

Manusia Memang ANEH!
ketika memperoleh kenikmatan yang hanya sedikit, seakan melupakan segalanya, bertindak sesuka hatinya, berulah semaunya, tak lagi ingat ketika kenimatan yang sedikit berangsung-angsur hilang dari dirinya.


فَأَمَّا الإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاَهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (الفجر: 15).
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاَهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (الفجر: 16).


15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata:”Tuhanku telah memuliakanku”.

16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata:”Tuhanku menghinakanku”.
ketika ditimpa musibah, begitu takut dan dekat dengan Allah, memohon dengan segenap penghambaan dan pengharapan, ketika musibah hilang kembali lagi ke kehidupan semula, tanpa merasa bersalah sedikitpun, Do’a dan taubat yang dipanjatkan ketika susah tak lagi berbekas, Sama sekali.

justru lebih parah lagi,.. sebagian manusia yang ketika musim hujan ingin agar hujannya tidak jadi turun lantaran hendak menyelenggarakan HAJATAN, dengan memanggil pawang hujan, agar hujan tidak jadi turun. tetapi ketika musim kemarau sangat mengharap datangnya hujan. Cobalah Minta lagi pada Pawang Hujan untuk menyimpan hujan dikala musimnya dan diturunkan dikala musim kemarau. COBA KALAU BISA.

teganya juga manusia yang menjadi pawang hujan. di belahan dunia lain sekumpulan manusia sedang kekeringan mengharapkan datangnya air sebagai penyambung hidup, tetapi dia dengan congkaknya menolak datangnya hujan (jika mampu). tidakkah takut akan do’a orang-orang yang memohon akan datangnya hujan?…

semoga hujan yang turun bukan laksana hujan yang diturunkan di zaman nabi Nuh, yang membawa banjir bandang…… berdo’alah semoga hujan yang membawa Rahmat. dan mari belajar Ridla akan ketetapan Allah atas kita, termasuk saat hujan turun.

* : renunganku ketika sedang mengisi Islamic OMT di sebuah Ma’had di solo walaupun diguyur hujan deras, acara tetap berlanjut…

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.