Berbagi Cerita

Januari 12, 2009

Di balik musibah

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:30 am

Ada apa dibalik musibah yang menerjang kita?, Apakah kurang syukur kita pada Ilahi Rabb, kurang Infaq dan sedekah kita sehingga Allah “memaksa” diri kira untuk mengeluarkan “sedikit” harta yang kita miliki, kurang dan merasa kurang dihadapan Allah.

Kiranya dengan diberi sakit oleh Allah menjadikan kita bermuhasabah akan dosa yang telah dilakukan dan menjadikan sebab diampuninya dosa-dosa yang telah berlalu.

Semoga dengan Allah menimpakan musibah menjadikan kita manusia yang kembali kepada Allah.

Januari 28, 2008

kematian itu kembali menjemput

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:44 am

“lek, ada kabar baru.. istrinya akhi xyz gagal operasi jantung di Jogja”

sebuah SmS yang langsung membuat sejuta pikiran bertarung dalam otakku, membuat suasana jum’at sore 250108 tambah runyam. belum lagi tugas dan amanah yang belum kelar. hmmm
Gagal Operasi?, tidak jadi operasi gitu?

operasi yang gagal?

trus gimana nasibnya?…

karena sore itu lagi tak punya pulsa (walaupun cuman membalas SmS) terpaksa “memburu” kabar yang datang dari kampung halaman urung saya lakukan.  barulah keesokan harinya ba’da subuh (udah punya pulsa nich) baru memburu kabar…

“lha mas piye kabar selanjtnya?, istrinya akhi xyz?”

“alhamdulillah, tadi malam udah ditanam, di gemolong”…

“Innalillahi wa inna ilaihi Roji’un” 

langsung saja saya coba meng_SmS (modal SmS mulu), si akhi tetangga dusun yang sejak kecil Runtang-runtung

“innalillahi wa inna ilaihi roji’un, semoga Allah menempatkan istri antum di tempat yang mulia, sungguh ajaib seorang muslim, jika mendapat nikmat maka bersyukur dan ketika mendapat musibah maka dia bersabar, keduanya baik disisi Allah”

petikan SmS yang sempat sy kirim walupun agak telat.

Ternyata justru jawaban yang masuk di Hpku membuat bulu kudu merinding

“Bukankah jika istri meninggal sedangkan suami ridlo maka Allahpun akan ridlo padanya?”

“Allahu akbar..Semoga keredlaan antum manjadi sebab keredlaan Allah atas istri antum, dan sehingga dimasukkan ke dalam golongan manusia yang beruntung” 

itulah rangkaian SmS yang sempat saya balas. akhirnya dengan pertimbangan sebentar, sabtu pagi langsung cabut dari Semarang manuju Sine nan teduh… meninggalkan beberapa amanah yang sempat saya limpahkan ke ikhwan lain..

sungguh, baru dua tahun mereka jadi sepasang suami istri, belum pula dikaruniai rezeki yang berupa momongan, tetapi ternyata Allah berkehendak lain. Allah memanggil salah satu antara mereka……

kematian……

pemutus segala kenikmatan dunia. tak pernah dibayangkan sebelumnya, kapan waktunya tiba. siapkah kita dijemput olehnya?…

Januari 14, 2008

mendung pasti berlalu

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:12 am

semua yang terjadi dengan diri setiap manusia pasti telah Allah gariskan semenjak 50 ribu tahun sebelum penciptaanlangit dan bumi. so bagi setiap muslim semua takdir yang terjadi baik takdir baik dan buruk hanya ada 2 hal syukur dan sabar.

sabar yaa akh, kabut yang sedang menyelimuti pasti akan berlalu. semua merupakan ujian seberapa pantaskah kita mengaku diri kita beriman…..

OK lah saya copas dr Sini .. aja… waktu sy di depan monitor hampir habis

moga membawa mafaat:

Termasuk dalam masalah menghadapi suatu ujian, agama kita sudah memberikan petunjuk untuk bisa menyelesaikan berbagai ujian kehidupan tersebut, diantaranya:

Pertama, kita harus yakin bahwa cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)

Kedua, yakini bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita jika kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, yakinlah bahwa setiap ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, kita harus selalu berpikir positif bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib bin Sinan berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu lebih baik baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Kelima, kita harus yakin bahwa setelah dalam kesulitan pasti ada kemudahan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 5-6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Ingatlah, janji Allah pastilah benar.

Keenam, kita harus selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap ujian yang Allah berikan, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan segala persoalan. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Ketujuh, kita harus menghadapi ujian dengan usaha dan do’a. Kerahkan segala ikhtiar untuk menyelesaikan setiap ujian, dan bingkai usaha itu dengan do’a. “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7–8).

dedicated to : My Bro di Semarang

yang sedang pontang-panting antara kantornya dengan RS

Desember 14, 2007

Baunya aja Enak,..

Diarsipkan di bawah: rehat dulu, santai aja.. — masibnu @ 7:34 am

Suatu malam menjelang sholat isya’ Kuncung dan Jambul (keduanya nama pemuda yang belum nikah), pergi ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah. ditengah jalan, mereka melewati seorang penjual sate madura yang sedang memanggang sate kambing mudanya…..
karena bau dari asap sate yang mengepul tercium oleh si Kuncung dan Jambul, maka Kuncungpun berkata pada Jambul

“Bul, udah makan lom?”

“belum, mang da apa?”

“wah bau satenya enak tenan yach, apalagi belum makan, Baunya aja enak apalagi Rasanya”….

akhirnya perbincangan tentang sate pun hanya mengalir begitu saja, maklum mahasiswa tanggal tua yang sedang “berhemat”

akhirnya mereka kembali berpapasan dengan seorang wanita yang kebetulan juga sedang berangkat ke masjid menggunakan parfum yang menyengat
mencium bau yang begitu “dahsyat” Jambul langsung menyelutuk pada Kuncung

“Eh, Cung. baunya harum banget yach”

“iyah, emang ada apa Bul”

“Baunya aja Enak, Apalagi Rasanya”
Wakssssssss

sedikit Anekdot diatas mungkin akan memberikan persepsi awal seorang laki-laki asing yang pertama kali mencium bau parfum seorang akhwat, tak terkecuali akhwat yang pergi atau berada di masjid.

sudah sejak dahulu Rasulullah mewanti-wanti akan fitnah “parfum” dari akhwat bagi manusia lain (baca : Ikhwan)

  1. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
  2. Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
  3. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}

kalau untuk ke masjid aja segitu kehati-hatiannya terhadap parfum seorang wanita, apalagi yang dipakai untuk keperluan lain ketika keluar rumah selain untuk ke masjid, (dengan adanya kemungkiman tercium oleh laki-laki ajnab),

Syaikh Albani mengatakan “Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya”

nah kalau ingin memakai parfum mendingan waktu dirumah aja, buat menyambut suami yang baru pulang atau ketika ba’da isya’ (mau apaan yach??. meneketehe) hehehe

Desember 5, 2007

maafkan atas kelemahanku

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:16 am

maafkan atas segala kelemahanku,..
buat semua temanku, saudaraku, karib kerabatku.. hiks..
ketika diri sedang puyenggggg
kondisi tubuh sedang drop, lemas….
maaf jika belum bisa membantu,. walaupun hanya sebatas pemikiran

buat saudara seperjuanganku di semarang..
afwan akh….
belum bisa menyumbang pemikiran,.. untuk urusan kita. padahal aku yang pertama memulai acara itu, harusnya aku yang bertanggung jawab… bukan dilimpahkan ke antum semua.. hanya kata “setel Kendo” dulu…  ojo grusa-grusu,.. yang saat ini bisa terucap

buat adikku yang jauh…
(sudah “ngalahi” calling )
maaf aku belum mampu membantu untuk menyelesaikan urusan itu, yang menyangkut hajat hidup beberapa manusia .. terutama tadi malam atau hari ini….

untuk panitia Iedul Qurban dan Up grading MPD,.
afwan.. belum bisa ikut Syuro’ tadi pagi, lemez… banget…

buat ukht JRMN yang di Solo… afwan jiddan..
atas nihilnya tanggapan terhadap kepemimpinan LDK yang sedang terjadi di beberapa kampus. belum bisa menyumbang pemikiran…

untuk semua sobat dan sodara baik di dunia nyata atau maya…
afwan .. atas keterbatasanku…
atas segala omongan dan ocehanku, atas janji-janjiku yang belum terpenuhi..
semoga masih diberikan kesempatan dan kekuatan oleh Allah untuk memehuni semuanya…
afwan dan afwan jiddan semua

Blog pada WordPress.com.