Menilik langkah Yahudi Israel yang berangsur-angsur menarik pasukannya dari beberapa wilayah penting di Jalur Gaza, setelah sejak 27 Desember menggempur salah satu markaz HAMAS, yang mengakibatkan lebih dari 1200 orang meninggal dunia (semoga menjadi syuhada’). Berbanding dengan 13 “penjagal” Israel yang Tewas, memang menimbulkan sebuah pertanyaan besar dalam benak kita. Langkah mundur Israel tersebut diambil setelah Israel menyatakan telah terpenuhi “target” penyerangan ke Gaza.
Jika menilik lebih jauh tentang beberapa stategi Yahudi “menguasai” dunia dalam rangka mendirikan Israel Raya, sebagaimana dipaparkan dalam Akar Konflik Palestina-Israel, memang beralasan jika kita melihat dalam skenario global Yahudi. Menilik krisis global yang mendera negeri “boneka” Yahudi, siapa lagi kalau bukan Amrik, dan mulai hancurnya kepercayaan dunia pada finansialnya, maka tidak menutup kemungkinan yahudi memunculkan intrik untuk mengalihkan perhatian dunia dari krisis global, salah satunya yaitu dengan penyerangan ke Gaza. Untuk mencari dalih penyerangan tersebut rasanya tidaklah sulit, mengingat Gaza merupakan salah satu markaz HAMAS, kelompok militan perlawanan Israel.
Ketika dunia mulai beralih perhatiannya kepada konflik Gaza, maka Yahudi mampu kembali “pasang kuda-kuda” untuk memperbaiki perekonomian ribawi yang sedang sekarat tersebut. Jika memang waktunya persiapan “pembenahan” tersebut telah dirasa cukup, pasukan ditarik dari Gaza. Hal ini terlihat pula dari reaksi VETO Amrik atas Resolusi DK PBB ketika penyerangan baru berlangsung beberapa hari. Disamping itu target penyerangan Israel tidaklah murni mecari “militan” HAMAS sebagaimana alasan yang dikemukakan oleh Israel. Jika memang memburu HAMAS, tayangan di media tidak pernah menukilkan militan hamas yang tertangkap, ditawan ataupun disiksa sebagaimana penyarangan AMrik atas Iraq.
so, Bagi kaum Muslimin, mari selalu waspada atas tipu daya Israel Yahudi.
). kami menempati satu-satunya “Base Camp” anak-anak rohis yang baru dibentuk.
). disamping berita kerusuhan di Kendari, salah satu berita yang cukup menarik minat saya adalah pak presiden SBY di dampingi beberapa jajaran menterinya menonton Film Ayat-Ayat Cinta.