Aktivis Jatuh Cinta*
kenapa sih judulnya kok “kejem” banget?, rasanya juga bukan kali pertama judul ini diangkat… . mungkin tulisan ini adalah yang ke seratus sekian .. tetapi yang ke sekian tersebut tidak membuat tema ini basi untuk diangkat. bagaimanapun juga, aktivis bukanlah robot yang tidak punya hati, aktivis juga manusia….
Tema Cinta takkan pernah lekang lagi basi dibahas seiring berjalannya waktu. Tanpa Cinta Dunia jadi Garing lagi Gersang
seorang akan berani mengorbankan Harta, Jiwa dan Raga demi Cinta (ceileeee). Rela sehidup semati juga demi Cinta.
cerita Romeo-Juliet (bener ga yaa??) yang rela mati bareng juga mengatasnamakan Cinta. Mush’ab bin Umair yang sampai kedua tangan dan kaki beliau terpotong, bahkan leher juga terpotong dalam medan Uhud juga mengatas namakan Cinta. Dengan cinta ini pula seorang manusia yang sangat kasar lagi beringas perangainya akan menjadi lembut dan penurut terhadap manusia yang di cintainya ibarat kerbau yang sudah dicocok hidungnya.
seiring dengan berubahnya kondisi manusia dari jaman kegelapan (baca : jahiliyah), menuju zaman penuh hidayah (kaya’ mau memberi pidato sambutan aza…
maka seorang muslim akan mengalihkan perhatiannya kepada sesama “aktivis”. jika dulu ketika masih jahiliyah, suka cuci mata memandang lain jenis yang lewat dengan seabrek celotehannya “suit..suit,” “cewe’ godain kita donk”, dan sejenisnya.
ketika sudah “berhijrah” maka ketika berpasasan dengan “cewe” akan dengan serta merta menundukkan pandangan tanpa menoleh sedikitpun, mirip sedang mencari uang receh yang terjatuh
bahkan ada cerita gara-gara menundukkan pandangan ini hampir saja seorang ikhwan tertabrak motor yang dikendarai seorang akhwat. gubraks….. untungnya motornya masih punya mata
lain lagi ceritanya ketika bertemu (baca : berpapasan) dengan akhwat, maka tetap dengan menundukkan pandangan dengan sambil sedikit melirik ke arah akhwat tersebut. gubraks lagi…… kalau tidak dengan melirik maka pandangannya akan terarahkan ke bagaian bawah….. hehehe… ada ada aja, yang demikian.
Virus Cinta (VMJ, Virus Merah Jambu), tak akan pandang bulu menyerang manusia. baik manusia umum ataupun manusia “khusus”, dengan identitas jilbaber dan jenggoter. lha kalau VMJ menyerang manusia “umum” itu sudah biasa dan sudah menjadi menu kesehariannya. tetapi jika yang terjangkiti para jilbaber dan jenggoter, ini baru butuh perhatian khusus dan lebih seksama. bisa-bisa Cinta yang harusnya Untuk Allah dan Rasulnya melenceng sasaran menuju pada manusia yang “indah di bayang”. bisa jadi para jenggoter akan berubah menjadi “petarung” tak kenal lelah banting tulang 24 jam untuk da’wah gara-gara sudah ada VMJ yang “nangkring” dalam hatinya yaitu terhadap salah seorang jilbaber. Semangat Men!! Uihhhh jadi salah niat ini…
“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino“. pepatah jawa yang perlu diacungi jempol gara gara sering terbukti. interaksi yang terjadi antara ikhwan dan akhwat yang keseringan akan memunculkan benih benih VMJ. tidak peduli bagaimana rupa dan fisiknya. mendengar suaranya yang merdu mendayu-dayu seakan meluluh lantakkan tebing kokoh menjulang (hehehe). maksudnya meluluh lantakkan pertahanan hati seorang muslim. maka dari itu Suara, suara dan suara akhwat yang musti dijaga.
interaksi antara ikhwan dan akhwat khususnya di wilayah kampus yang belakangan mulai terasa lebih longgar perlu mendapat perhatian yang lebih seksama. terkadang mengatasnamakan koordinasi dengan DIVA (DIVisi Akhwat) menjadikan jalan berinteraksi yang lebih antar dua makhluk berbeda “jenis” tersebut. ini menjadi jalan tol bagi syetan untuk menanamkan benih-benih VMJ ke dalam sanubari para Jenggoter.
terlebih lagi ketika mengadakan acara di luar kampus dengan bersamaan, dengan safar ke tempat yang lebih sejuk untuk mengadakan Islamic Management Training atas nama Lembaga Kemahasiswaan semakin memperlicin jalan syetan. Jika ikhwan sedang melakukan Games2 Management atau Leadership rasanya semangat akan menjadi berlipat 100 kali jika ada “penonton” yang sudah mengisi bagian di relung hatinya. jatuh saat bergelantungan memainkan games tak dirasa “Ah ga’ sakit kok ntar juga cepet sembuh” wahwahwah…… bener-bener CBSA niii CBSA = Cinta Bersemi Saat Aktif
wabah berbahaya sedang menjangkiti!. mereka yang dalam dlohir antipati dengan kasus “pacaran” tetapi tak pernah luput juga dengan pertemuan mengatasnamakan Koordinasi. (hus jangan su’udzan!!). mengirim sms tausiyah agar bangun sholat malam “ukhti bangun, mari kembali bertemu dengan Allah, menyemai cinta padaNya”, agar sabar dan tabah menjalani jalan perjuangan, “Tetap istiqomah, Ukhti… Selamat berjuang. Semoga Allah menyertai anti”. Sms ucapan selamat atas Haulnya “Ukhti, Selamat hari lahir. Semoga hari-hari yang dijalani lebih memberi arti”. (wahwahwah kok sampai tau hari lahirnya juga ya??) atau hanya sebatas sms mengabarkan kondisi yang sedang dijalaninya “Ana lagi di bundaran HI, Ukhti. Doakan kami bisa memperjuangkan ini”. Kok ya sempat sempatnya ngirim sms hihihi. (buat dia apa sih yang ga sempat??)
waduh kalo’ seorang Akhwat dikirimi sms beginian awalnya mungkin akan menganggap hal biasa tetapi jika setiap ada kesempatan HPnya selalu berbunyi dan isinya seperti itu bisa-bisa jadi kembang kempis juga hidungnya plus memerah menahan segudang perasaan tak menentu
serasa suasana jadi hangat, jantung berdegup lebih kencang, membuat perasaan berbunga bunga (emang taman bunga??) sms dari ikhwan euy…
Kalo sudah begini mah semua jadi berubah. rasa asin dan asem aja jadi manis. jalan panjang perjuangan seakan terasa sesaat dan singkat karena ada manusia yang di bayang, yang kelak jadi teman hidup hihihi (kok sudah menjustifikasi, ini hanya do’a aja…). Astaghfirullah.
jika sudah begini doa yang tak lupa senantiasa mengalun pelan pun menjadi komsumsi :
“Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah… Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah…. Jika dia tidak berjodoh denganku, maka madikanlah kami jodoh… Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku…
” Ya Tuhan, kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai ia dapet jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku… Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali…
” Ya Tuhan, kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah denganku…. Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang lain itu ketemu jodoh dengan yang lain dan
kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku …
*NB doanya : Maafkan hamba-Mu karna telah
memojokkan-Mu ya Tuhan, habis
bagaimana lagi, hamba-Mu ini sudah kepepet!!!!!! ![]()
lah kalo’ do’a ini lebih baik:
“Yaa Allah jika kami “bertemu” akan semakin taat kepadaMu maka pertemukanlah aku dengan dia, tetapi jika dengan pertemuan itu kami semakijauh dariMu maka pisahkanlah kami berdua dan pertemukan masing-masing dari kami dengan pasangannya yang akan membuat masing-masing semakin taat padaMu”.
hehehe… sebuah renungan bagi kita bersama. semoga menjadi bahan koreksi
* : diambil dari kumpulan kisah-kasih aktivis, dan dari berbagai sumber

