Setiap hari dalam berita selalu menampilkan kebrutalan Yahudi Israel yang tak lagi berwujud manusia, sudah hilang rasa kemanusiannya, berganti menjadi kera sebagaimana kisah bani Israel yang mafhum kita dengar. Dengan alasan tetek bengek Yahudi israel berusaha membumi hanguskan Gaza bumi Palestina. Segala persenjataan modern digunakan Israel, baik dari jenis rudal, roket, bom napalm, bom jenis phospor putih, dan isu terbaru Israel akan menggunakan Bom atom untuk meluluh lantakkan Gaza, sebagaimana yang tertera dalam headline TEMPO hari ini.
PBB hanyalah tinggal “koar-koar” laksana sapi ompong. Itupun jika tidak di VETO oleh Amrik yang sok jago. Bangsa Arab yang diharapkan mampu berbuat lebih banyak membantu saudaranya tak ubahnya kambing yang diikat dan diberi sepanggul rumput hijau segar. Setali dua uang dengan OKI yang tak ada lagi gaungnya. Isu Boikot produk yang membiayai agresi Israel pun belum sepenuhnya dilakukan oleh Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Salah satunya yang barusan terlihat kasat mata saya adalah masih “antri” nya orang-orang yang membeli produk M’cD.
Aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh sebagian kalangan umat Islam tak ubahnya menjadi “sendau gurau” nyanyian pengiring bagi aksi Israel. Terlepas dari sebuah sumbang sih moral yang diberikan lewat aksi tersebut, kiranya menjadi bahan renungan bersama, Aksi senjata kok dilawan dengan teriakan. “Kurang Ngefek”, begitu kata seorang muslim yang suatu ketika berbincang- bincang dengan saya.
Jika menilik jumlah kaum muslimin, tidak perlu terlalu risau. Jika kaum muslimin semua di muka bumi “kencing” di bumi Israel saja, maka israel akan hanyut dan menjadi lautan air kencing. Apalagi jika ditambah dengan berak di israel. Tetapi kebanyakan kaum muslimin sudah terjangkiti wahn, hubbud dun-ya wakarohiyatul maut.
Walaupun begitu masih tetap ada kaum muslimin yang mengangkat senjata membela darah kaum muslimin. Bagitu pula ikon Jihad Internasional Usama bin Laden yang baru-baru ini merilis rekaman Seruan Jihad akbar di Gaza. Akankah Gaza menjadi “pemantik” kehancuran Israel dan pendukungnya, sebagaimana Iraq bagi Amerika?.
