Berbagi Cerita

Januari 15, 2009

Tentara Yahudi Vs “Teriakan” Umat Islam

Diarsipkan di bawah: get the spirit — masibnu @ 7:30 am

Setiap hari dalam berita selalu menampilkan kebrutalan Yahudi Israel yang tak lagi berwujud manusia, sudah hilang rasa kemanusiannya, berganti menjadi kera sebagaimana kisah bani Israel yang mafhum kita dengar. Dengan alasan tetek bengek Yahudi israel berusaha membumi hanguskan Gaza bumi Palestina. Segala persenjataan modern digunakan Israel, baik dari jenis rudal, roket, bom napalm, bom jenis phospor putih, dan isu terbaru Israel akan menggunakan Bom atom untuk meluluh lantakkan Gaza, sebagaimana yang tertera dalam headline TEMPO hari ini.

PBB hanyalah tinggal “koar-koar” laksana sapi ompong. Itupun jika tidak di VETO oleh Amrik yang sok jago. Bangsa Arab yang diharapkan mampu berbuat lebih banyak membantu saudaranya tak ubahnya kambing yang diikat dan diberi sepanggul rumput hijau segar. Setali dua uang dengan OKI yang tak ada lagi gaungnya. Isu Boikot produk yang membiayai agresi Israel pun belum sepenuhnya dilakukan oleh Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Salah satunya yang barusan terlihat kasat mata saya adalah masih “antri” nya orang-orang yang membeli produk M’cD.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh sebagian kalangan umat Islam tak ubahnya menjadi “sendau gurau” nyanyian pengiring bagi aksi Israel. Terlepas dari sebuah sumbang sih moral yang diberikan lewat aksi tersebut, kiranya menjadi bahan renungan bersama, Aksi senjata kok dilawan dengan teriakan. “Kurang Ngefek”, begitu kata seorang muslim yang suatu ketika berbincang- bincang dengan saya.

Jika menilik jumlah kaum muslimin, tidak perlu terlalu risau. Jika kaum muslimin semua di muka bumi “kencing” di bumi Israel saja, maka israel akan hanyut dan menjadi lautan air kencing. Apalagi jika ditambah dengan berak di israel. Tetapi kebanyakan kaum muslimin sudah terjangkiti wahn, hubbud dun-ya wakarohiyatul maut.

Walaupun begitu masih tetap ada kaum muslimin yang mengangkat senjata membela darah kaum muslimin. Bagitu pula ikon Jihad Internasional Usama bin Laden yang baru-baru ini merilis rekaman Seruan Jihad akbar di Gaza. Akankah Gaza menjadi “pemantik” kehancuran Israel dan pendukungnya, sebagaimana Iraq bagi Amerika?.

Januari 12, 2009

Bakso “formalin” yang Ramai Pembeli

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:33 am

Perjalanan pulang dari acara Outbound di Magelang membuat saya lebih ilfill. Awal tahun baru lebih macet lagi. Mungkin masih tersisa keramaian malam menjelang tahun baru, dan terbawa sampai siangnya. Atau memang ramai orang pulang dari berlibur bersama orang-orang yang dicintainya bertepatan dengan libur panjang cuti kerja.

Dalam perjalanan, kami sepakat untuk memberikan reward bagi tim lantaran suksesnya acara yang dilakukan. Tak perlu mahal yang penting berkesan dan membahagiakan, dan tentunya bisa bikin kenyang di perut :D

Sepanjang perjalanan di daerah Jambu (terkenal lantaran Syaikh Puji), melihat buah durian yang dijajakan di pinggir jalan. Tapi sayang, mas sopir sedang tidak berminat dengan buah yang banyak durinya tersebut. Akhirnya kami sepakat mampir ke warung Bakso pinggir jalan jika warung tersebut ramai dikunjungi pembeli. Sebagai indikasi baksonya memang enak disantap.

Setelah melewati monumen palagan Ambarawa, kami menemukan warung bakso di sisi kiri jalan yang ramai dikunjungi pembeli. Instingpun pun berbicara, ini baksonya enak. 3 orang memesan 3 mangkuk bakso, 2 teh anged dan 1 es teh. Tetapi ternyata warung kehabisan air panas untuk membuat teh anged. duhhh kacian !!.

Dan ketika sepiring bakso dihidangkan, ditambah sambal dan saus secukupnya, satu sendok kuahnya dicicipi… Kok rasanya begitu “gurih” dan pedas doank. Coba beralih ke baksonya, begitu kenyal. Wah bakso yang ramai tetapi tidak sesuai selera. Dengan berat hati saya makan mie dan baksonya dengan menyisakan kuahnya.

Ditengah perjalanan obrolan pun tak jauh dari bakso yang baru saja disantap. Tak banyak berbeda, antara saya dan bos Safrudin, baksonya kebanyakan formalin dan kuahnya kebanyakan michin alias penyedap rasa. Sehingga tenggorokanku terasa serak mirip orang terkena radang tenggorokan. Tapi anehnya kok laris dan sampai banyak yang ngantri yach??. Jadi bingung nich. Yang tak kalah aneh ternyata sang sopir tidak menyadari kalau baksonya banyak formalin dan kebanyakan michin. Ealahhhh.. Kudu lebih sering-sering melatih lidah lagi ya mas sop.

Outbound Magelang (lagi)

Diarsipkan di bawah: petualangan — masibnu @ 7:56 am

Setelah sukses dengan acara Islamic Outbound, kini panitia setempat kembali mengundang kami untuk kembali mengisi Islamic Outbound. Acara yang diadakan bertepatan dengan awal tahun baru masehi ini diadakan sebagai bentuk upgrading bagi pengurus dan anggota FOSMA (Forum silaturahmi Majelis Taklim) se karesidenan Kedu.

Saya yang kebagian job mengkonsep rangkaian games yang akan dilaksanakan kaget bukan kepalang, informasi dari panitia setempat jumlah peserta kurang lebih 30 orang, tetapi 2 menjelang keberangkatan tim rombongan dari semarang, panitia mengabari jumlahnya bisa melonjak menjadi dua kali lipat. Padahal peralatan yang disiapkan hanya untuk 30 orang nich, disamping itu jumlah tim yang berangkat “cuma” 3 orang (“cuma” begitu kata salah seorang panitia pada kami).

Perjalanan bertiga dengan mobil menjelang tahun baru memang membuat ilfill, MACET. Ah mendingan saya tidur untuk persiapan energy sambil berharap mimpi indah :) lagian tubuh rasanya butuh istirahat setelah pagi sampai siang pergi ke Salatiga. Peserta yang kebanyakan berasal dari pengurus masjid begitu antusias mengikuti gelaran acara yang berlangsung 2 hari 1 malam tersebut.

Di balik musibah

Diarsipkan di bawah: rehat dulu — masibnu @ 7:30 am

Ada apa dibalik musibah yang menerjang kita?, Apakah kurang syukur kita pada Ilahi Rabb, kurang Infaq dan sedekah kita sehingga Allah “memaksa” diri kira untuk mengeluarkan “sedikit” harta yang kita miliki, kurang dan merasa kurang dihadapan Allah.

Kiranya dengan diberi sakit oleh Allah menjadikan kita bermuhasabah akan dosa yang telah dilakukan dan menjadikan sebab diampuninya dosa-dosa yang telah berlalu.

Semoga dengan Allah menimpakan musibah menjadikan kita manusia yang kembali kepada Allah.

Desember 22, 2008

Maka Sempurnalah Diennya

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:42 am

Semarang, 20 Desember 2008, hari yang bersejarah bagi “Agen Terbaik” Ar Risalah. Siapa lagi kalau bukan Alfian Y, S.E. Apalagi kalau bukan menemukan labuhan “cinta” pertamanya. Menyunting dengan seorang Akhwat asli Purworejo, Alfian berusaha menggenapkan diennya.love

“Alfi juga Butuh Istri”

Sebagaimana slogan majalah yang didistribusikannya

‘Menata Hati Menggapai ridlo Ilahi’

Hari sabtu yang bahagia, walaupun acara walimahan diadakan si siang bolong selepas sholat dluhur, tetapi tidak menyurutkan niat bagi undangan menghadiri walimahan. Teman kolega, rekan sejawat sengak-sengak’an dan handai tolan tumplek bleg jadi 2 bagian (bagian ikhwan dan akhwat jee). Sambil makan bakso dan eskrim membuat suasana jadi sumringah. Tak kalah sumringahnya bang Arianda dan bang I want tampak ikut mesam-mesem sambil membayangkan kapan dapet “giliran”.

Selamat menempuh hidup baru sebagai seorang suami wahai agen terbaik ! semoga segera dapet momongan yang banyak. Barokallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fie khoir.

Desember 18, 2008

Ono Kodok diMPLOK, Ono Kadal diUNTAL

Diarsipkan di bawah: Guyon — masibnu @ 7:48 am

Bagi Orang jawa, bahasa diatas tidaklah susah untuk memahaminya. Sebuah “lelucon” yang disematkan bagi manusia yang suka “NYANTAP” semua hal. Tidak lagi mempedulikan halal, makruh bahkan Haram sekalipun masuk “tong sampah” yang berwujud perut.

Pernah suatu ketika saya teringat akan sebuah candaan seorang teman di kampung saya.
“sebuas-buasnya Singa atau macan paling hanya makan daging, tapi kalau sebuas-buasnya manusia, tidak hanya daging, Uang Rakyat, bahkan ASPAL pun dimakan”. Saya kemudian diceritakan tentang Proyek pengaspalan jalan Kampung yang sebagian ASPAL bantuan dari “ATAS” disunat oleh Jajaran “yang mengurusi”.

Hmm, bisa jadi menjelang pemilu 2009 banyak orang tergila-gila ingin nyari muka (baca : kursi perlemen) agar bisa ngeMPLOK Kodok ataupun ngUNTAL Kadal proyek-proyek yang bernilai Wah….. Sehingga tak jarang diantara mereka yang memakai politic money, memakai ijazah palsu, ataupun mencari pendukung di kalangan pelacur.

Dilain waktu bisa pula menggunakan Aji Mumpung. Mumpung ada Kodok yaa diMPLOK, adanya Kadal yaa diUNTAL. Aji mumpung memang bisa digunakan sebagai senjata untuk mengembalikan “modal” awal jadi wakil rakyat, minimal BEP.

Namanya juga manusia, para perumus Undang-undang negara Indonesia juga punya anak dan istri, butuh bayar listrik, butuh bayar air, butuh bayar cicilan rumah, butuh bayar cicilan mobil mewah, bayar simpanan-simpanan, dan bayar-bayar yang lain. Sehingga benaknya tidak bakalan lepas dari kepentingan pribadi.

So, kita juga sendiri yang menilai “kepantasan” beliau-beliau calon wakil rakyat dalam membuat Undang-undang. Kalau memang jauh dari kriteria pantas, masihkah memiliki harapan pada beliau?. Bukankah harapan bagi kaum muslimin hanyalah kepada Allah dan orang-orang yang beriman??

Ajari Aku !

Diarsipkan di bawah: lebih serius — masibnu @ 7:07 am

Betapa susah ketika hidup diantara dua pilihan yang sulit, bahkan bagi seorang yang berusaha melalui jalan terjal setapak demi setapak. Jika tidak lagi pandai-pandai membagi waktu, terasa menelantarkan anak dan istri, menelantarkan kebutuhan refreshing mereka.

Begitu mudah ketika menyampaikan tema-tema “Management Waktu”, kenyataannya tidak sedikit diantaranya justru “keblondrok” oleh ucapannya sendiri.  Mengkritik rekan-rekannya agar tetap menanamkan disiplin dalam setiap pertemuan, tetapi seiring berlangsungnya waktu justru ucapan tersebut menimpa diri sendiri.

Muncul pula sebuah ucapan tugas sebulan dengan 2 hari hakekatnya sama, dikerjakan menjelang batas akhir. Tak pelak lagi sebuah deadline untuk memacu kinerja dibuat agar dapat dilaksanakan sesuai target. Kenyataannya?? Deadline  tinggallah kata sepakat tanpa bukti nyata.

Ajari aku !, ajari aku menjadi seorang muslim yang sholih, ajari aku menjadi seorang “pendidik” yang telah melakukan yang disampaikan, ajari aku menjadi seorang qowwam bagi keluarga, ajari aku menjadi seorang suami yang perhatian namun tetap tegas bersikap.  Ajari aku melaksanakan disiplin. Ajari aku tentang kehidupan.

November 11, 2008

Tetep Jalan Dengan Komentar Orang lain

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:39 am

Sebuah cerita yang tiba tiba terlintas dalam benak saya,
Suatu ketika seorang bapak melakukan safar dengan anak laki-lakinya menggunakan keledai yang kurus. Ditengah jalan muncullah ide diantara mereka bahwa, anak laki-lakinya yang naik keledai dan sang ayah menuntun keledainya. Ditengah jalan mereka berpapasan dengan seseorang yang mengomentari tindakan tersebut, bahwa sang anak tidak berbakti pada orang tua dengan naik keledai sedang orang tuanya yang menuntun keledai.

Mendengar komentar tersebut, akhirnya gantian sang anak yang menuntun keledai dan sang ayah naik ke atasnya. Kemudian mereka berpapasan lagi dengan orang lain yang juga ikut berkomentar, bahwa seorang anak dibiarkan kelelahan menuntun keledai sedang orang tuanya enak-enakan diatas keledai. Mendengar komentar tersebut, mereka kemudian memutuskan untuk bersama-sama naik diatas keledai.

Dijalan, merekapun kembali mendapat komentar dari orang yang berpapasan, bahwa mereka tidak mempunyai belas kasihan pada binatang, seekor keledai yang kurus dinaiki berdua.
Lagi-lagi mereka memutuskan untuk berubah dengan jalan bersama-sama menuntun keledai.

Sebuah cerita yang saya sendiri kurang begitu faham keotentikan cerita tersebut, tetapi bagi saya cerita tersebut memberikan sebuah pelajaran yang berharga. Bagaimanapun perbuatan dan tindakan kita baik perbuatan baik atau buruk, ada saja orang-orang yang akan mengomentari. Baik itu komentar baik dan mendudung atau komentar yang bernada sinis bahkan terkesan berusaha menjatuhkan mental.

Terkait itu semua, tentunya Amrozi dkk, mempunyai dalil rujukan dan keadaaan empiris dilapangan dalam segala tindak tanduknya, terlepas dari komentar-komentar yang mengiringinya hingga akhir hayatnya. Mulai dari Komentar mendukung aksinya, Komentar yang “Diam” tidak mendukung tetapi juga tidak mengutuknya, atau komentar yang mengutuk aksi yang dilakukan mereka Oktober 2002 di Bali.

So, Terserahlah seseorang akan berkomentar sesuka hatinya menghadapi sebuah kejadian, toh mereka pulalah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Persepsi seseorang pastilah berbeda-beda. Asal seseorang melakukan perbuatan berdasarkan pijakan yang jelas dan Qoth’i yang diyakininya, toh dialah jua yang kelak akan menerima balasan baik dan buruknya dari Sang Maha Adil.

Oktober 21, 2008

Ada Orang Meninggal; Alhamdulillah??

Diarsipkan di bawah: santai aja.. — masibnu @ 7:33 am

“Mbah kung, lek Parmin RT 3 meninggal ndek dalu jam 12″

“Alhamdulillah….”

“loh mbah kok malah alhamdulillah, kudune Innalillahi wa inna ilaihi roji’un toh mbah”

“lah piye ora alhamdulillah, Parmin lagi 40 tahun wes dipundut karo Seng Kuwasa, mbahmu iki umure wis 70 tahun isih diparingi umur”….

“oOo, ngono toh mbah”…..**

sudahkah tadi pagi kita bersyukur atas nikmat usia yang diberikan pada kita setelah dimatikan sementara waktu??……


** “Kakek, paman Parmin RT 3 meninggal dunia tadi malam jam 12″
“Alhamdulillah..”
“loh kek, kok malah alhamdulillah, harusnya
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un loh kek”.
“lha gimana tidak Alhamdulillah, Parmin baru berusia 40 tahun udah dipanggil sama Yang Kuasa, kakekmu ini usianya udah 70 tahun masih diberi umur..”
“oOo gitu toh kek”…

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.